Marrin News

UPP Tual Buka Pendaftaran Bagi Peningkatan Kompetensi Nelayan Secara Gratis

Pengumuman Bagi Pendaftar


Tual,  Marrinnews. Com. – Menindaklanjuti Dialog Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama nelayan Kota Tual Dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Rabu 27 Maret 2019, Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP)  Kelas II Tual resmi membuka pendaftaran guna pelatihan Basic Safety Training (BST), SKK 30 Mil dan SKK 60 Mil bagi nelayan tanpa dipungut biaya dimulai dari Sabtu tanggal 30 Maret sampai 1 April 2019.

“ Sesuai arahan pak mentri untuk mendatangkan pelatih dari makasar guna pelatihan dimaksud dengan syarat pendaftar minimal 500 Orang,  untuk itu pendaftaran hari ini mulai dibuka, “ ujar Hamdy Abduh saat ditemui dikantor UPP Tual pada Sabtu (30/03/2019).

Dijelaskanya syarat dalam mengikuti pelatihan tersebut pendaftar diminta untuk memasukan copyan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku tanpa dipungut biaya, pendaftaran akan dibuka selama 3 hari dimulai dari Sabtu (hari ini)  sampai senin tanggal 1 April 2019.

“ pelatihan ini akan dilaksanakan di di Kota Tual, kesempatan ini diharapkan bisa di manfaatkan oleh nelayan setempat sebaik baiknya mengingat dalam memperoleh ketrampilan tersebut biasanya harus keluar daerah diantaranya makasar dan Papua untuk mengikuti pelatihan dimaksud, “ Pintanya.

hingga berita ini dimuat baru 93 pendaftar yang telah menyerahkan KTP nya, untuk itu dirinya mengharapkan kepada nelayan di Kota Tual dan Maluku tenggara atau keluarga serta kerabat nelayan dan masyarakat untuk bisa membantu menyampaikan informasi ini seluas luasnya sehingga dapat mendaftarkan diri guna mengikuti pelatihan dimaksud.

Mentri Perhubungan Ri Budi Karya Sumadi Bersama Rombongan saat mengunjungi Pelabuhan Tual


Seperti yang diberitakan sebelumnya dalam kunjungan kerja ke pelabuhan Tual Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah berdialog bersama Nelayan Kota Tual Dan TKBM

Kepada awak media, Budi Karya menyampaikan nelayan lokal dan TKBM, berkeinginan Tual maju dan kesejahteraan mereka diperhatikan.

"Mereka ingin Tual lebih maju, baik itu melebarkan dermaga, sekolah anak-anak mereka, buku pelaut, perizinan kapal dan lainnya", ujar Budi Karya.

Oleh karena itu, lanjutnya, akan disiapkan 1.000 orang nelayan untuk dididik di sini, selain mendatangkan tim untuk pembuatan surat kapal.

Untuk pelabuhan akan dibahas lagi terutama karena di kawasannya ada pemukiman penduduk.
"Jadi saya minta kepada Pemda Kota Tual untuk tanahnya di inventarisir atau didata, jika tanah milik Pemda dan ingin dibangun oleh Kementerian Perhubungan maka harus diserahkan, dan proses penyerahannya masih dalam proses saat ini," katanya.

"Nanti kita perlebar dermaganya, serta tempat penumpukan peti kemasnya dibangun supaya bagus, dan rekan-rekan TKBM juga dapat bekerja dengan baik," katanya lagi.

Kawasan peti kemas yang saat ini masih menjadi aset pemda kota di pelabuhan Tual, untuk anggaran tahun ini sebenarnya dapat dibangun namun menunggu penyerahannya, jika belum maka tahun depan.

Budi menyatakan Tual sudah sangat produktif karena sudah mengekspor ikan ke luar negri dan ke jakarta, sementara di sebagian pelabuhan lain belum, maka ini harus dijaga dengan baik. (MN_86)

Baca Juga https://www.marrinnews.com/2019/03/menhub-janji-bangun-pelabuhan-dan.html



Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar