Marrin News

PJ Wali Kota Tual Ingatkan PDAM Maren Soal BEP

 


Penulis | Editor: Gery Ngamel

TUAL, MARRINnews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah manajemen dimana kinerjanya diarahkan untuk mencapai sasaran. Artinya bahwa, input yang masuk harus dapat diimbangi dengan output.

Hal itu disampaikan Pejabat Walikota Tual Akhmad Yani Renuat kepada awak media usai rapat bersama Direktur dan staf PDAM Maren, Rabu, (29/11) lalu.

Menurutnya, PDAM Tual harus bekerja untuk mendatangkan sebuah kondisi yang minimal berada pada kondisi BEP (Break Even Point).

“Kalau semisalnya, perusahaan tersebut bisa bekerja dengan baik maka, posisi perusahaan tidak hanya sekedar hanya pada titik BOP tetapi dia ada tambahan nilai plus, ada keuntungan/laba,” jelas Renuat kepada awak media di Tual, sabtu (2/12/2023).

Hal-hal ini, lanjut Renuat, terkendala dengan beberapa persoalan, dimana kondisi masyarakat terkait kesadaran membayar membayar kewajiban sebagai pelanggan PDAM itu sudah sangat susah.

“Ada karakter masyarakat yang memang mereka tidak sama sekali mau bayar sehingga kita mengalami devisit,” ujar Renuat.

Ia menyatakan, harus dilakukan perubahan pola manajemen dengan cara memberikan tenggang waktu untuk dilakukan penertiban, serta peringatan kepada masyarakat agar apabila dalam kurun waktu tertentu mereka masih tidak mau bayar lagi maka dilakukan pemutusan

“Atau alternatif kedua yakni dapat dilakukan melalui subsidi melalui Alokasi Dana Desa (ADD),” imbuhnya.

Mantan Sekda Kota Tual itu akan memanggil para kepala desa untuk melakukan intervensi guna membantu masyarakat didalam keringanan untuk kewajiban mereka karena mereka sudah terlayani dengan air yang ada.

“Ibu direktur jangan biarkan persoalan itu dia mengendap berhari-hari, mengendap berlama-lama sehingga akan terjadi problem didalam penataan manajemen PDAM Maren,” tandas Renuat.

Menurutnya, sudah seharusnya dihitung berdasarkan standar biaya. Berdasarkan keputusan atau peraturan Wali Kota tentang penetapan standar biaya, supaya itu dihitung secara cermat (pas) dan tidak membebani anggaran.

“Karena kita dihadapkan dengan beban anggaran tahun 2024 yaitu adanya pelaksanaan pesta demokrasi yang tentunya ini meletakkan Pemerintah Kota Tual pada posisi beban anggaran sepertinya kita mendaki gunung, sangat berat. Karena, alokasi anggaran diperuntukan untuk pelaksanaan pemilu sehingga ini dua-dua sangat penting,” pungkas Renuat

Baca Juga

Berita Populer

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar