Marrin News

Dokter Ketty Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Malra "Nakes Wajib Miliki STR-SIP"

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara dr. Katrinje Notanubun tengah memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kinerja nakes dan peningkatan layanan kesehatan di Maluku Tenggara. Ia ditemui wartawan pada momen peringatan HKN 2022 di Puskesmas Perawatan Ngilngof, Malra. Foto: Gerry Ngamel

Penulis | Editor: Gerry Ngamel

LANGGUR, MARRINnews.com - Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara dr. Katrinje Notanubun menekankan pentingnya peningkatan akses sumber daya manusia tenaga kesehatan (SDMTK) terhadap layanan kesehatan masyarakat di kabupaten berjuluk Bumi Larvul Ngabal itu.

Katrinje menuturkan, akses sumber daya atas layanan kesehatan masyarakat merupakan hal penting, terutama soal kesehatan ibu dan anak. Sebab, kesehatan ibu dan anak adalah tolak ukur keberhasilan dari kinerja tenaga kesehatan itu sendiri.

"Kita (tenaga kesehatan, red) harus tetap bekerja untuk masyarakat. Kita harus semakin mendekatkan diri dengan masyarakat dan semakin meningkatkan layanan kesehatan," kata Katrinje kepada wartawan, baru-baru ini di Langgur.

"Kita juga harus lebih banyak memperjuangkan, terutama memperhatikan kesehatan ibu dan anak sebagai tolak ukur untuk keberhasilan tenaga kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Maluku Tenggara," tegas Dokter Ketty, sapaan akrab Kadis Kesehatan Malra.

Kinerja SDMTK di Malra "Cukup Baik"

Katrinje menilai kinerja tenaga kesehatan yang tersebar di puskesmas se-Malra, kini sudah cukup baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Hal itu, kata Dokter Ketty, terbukti dengan telah berkurangnya temuan atas aduan masyarakat terkait keberadaan dan kinerja nakes di puskesmas-puskesmas.

"Untuk sekarang ini, saya melihat ketika menghadiri musrembang-musrembang kecamatan, saya tidak lagi mendapatkan begitu banyak protes dari masyarakat. Artinya apa, dengan hal itu saya sudah bisa mengukur bahwa tenaga kesehatan sudah ada di lapangan," beber Ketty.

Meski begitu, ia tekankan bahwa kapasitas sumber daya tenaga kesehatan di Malra dari waktu ke waktu harus terus ditingkatkan. Sehingga tenaga kesehatan di Malra semakin handal dan terampil dalam menangani kasus-kasus kesehatan.

"Sekarang ini adalah bagaimana tugas saya dan dinas kesehatan kedepan untuk meningkatkan kapasitas, kapability mereka (nakes) untuk semakin handal dan terampil dalam menangani kasus-kasus kesehatan sehingga bisa mengurangi angka rujukan," kata Ketty.

Nakes Harus Punya STR-SIP

Dokter Ketty mengungkapkan, Dinkes Malra berencana menambah jumlah nakes sesuai kebutuhan seiring adanya rekrutmen PPPK. Seiring itu, pihaknya pun kini tengah melakukan validasi data SDMTK.

Sesuai kebutuhan, dia menyebut, sebanyak 146 SDMTK telah terdata pada Afirmasi PPPK periode April 2022. "Mereka sudah lolos," ungkap Ketty.

"Kita akan susun lagi, karena masih dibuka hingga 14 November 2022 pukul 00.00 WIT. Pastinya saya akan pantau terus, jumlah kebutuhan semuanya berapa," ungkap Ketty saat itu.

Katrinje menekankan, terhadap rekrutmen Afirmasi PPPK, maka setiap tenaga kesehatan wajib memenuhi syarat utama profesi sebagaimana berlaku. Syarat tersebut yakni tenaga kesehatan harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP).

"Saya sangat berharap, semua tenaga kesehatan harus memiliki atau mengurus STR dan SIP-nya. Karena disitulah akan menunjukkan kemampuan atau kompetensi masing-masing profesi, baik itu dokter, perawat, bidan, maupun nakes lainnya," cetus Dokter Ketty.

Baca Juga

Berita Populer

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar