Marrin News

Di Balik Pengabdian Bupati MTH dan Wabup PB untuk Malra ‘Ada Misi, Cinta, Abdi Hingga Kemerdekaan'

Potret Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun (kanan) dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin. Sumber foto: istimewa

Penulis | Editor : Gerry Ngamel

LANGGUR, MARRINnews.com - Masa jabatan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin akan segera berakhir pada Oktober 2023 mendatang.

Sudah banyak hal yang tentunya terukir sepanjang periode kepemimpinan mereka, sehingga bisa dikenang sebagai orang nomor satu-dua di Bumi Larvul Ngabal, Maluku Tenggara.

Meski demikian, baik Bupati Thaher maupun Wabup Petrus ternyata ingin momen kepemimpinan mereka di penghujung periodisasi dapat lebih bermakna di setiap mata hati warga. Dan bermanfaat bagi kehidupan sosial masyarakat Bumi Larvul Ngabal.

Begitu pun sebaliknya, mereka juga ingin seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi bersama pemerintah dalam misi membangun daerah Maluku Tenggara.

Harapan tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin kepada wartawan usai mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, di kawasan Kantor Bupati setempat, Rabu (17/8/2022).

“Sebagai warga negara Indonesia, warga Maluku Tenggara, mari kita melepaskan semua perbedaan-perbedaan yang ada. Mari kita fokus untuk memajukan daerah dan masyarakat sehingga bisa terlepas dari kemiskinan, baik kemiskinan ekstrem dan keterbelakangan sosial lainnya,” kata Wabup Petrus Beruatwarin.

Petrus menekankan, sebuah pemerintahan tentu memiliki visi misi. Visi misi tersebut, kata dia, disesuaikan dengan kondisi dan potensi objektif daerah.

Walau begitu, menurut Wabup, dalam implikasi pelaksanaannya terkadang terdapat kekurangan atau terhambat lantaran suatu kondisi penceklik. Seperti halnya, dampak pandemi Covid-19.

“Sebagai manusia, memang ada hal-hal yang kurang. Namun, kurang lebih 3 tahun terakhir ini (kita) Kabupaten Maluku Tenggara bahkan seantero Indonesia hingga dunia diperhadapkan pada kondisi pandemi Covid-19,” ujar PB, akronim Petrus Beruatwarin.

“Apabila juga masih terdapat kekurangan dalam pembangunan daerah sebagaimana visi misi tersebut maka perlu dilakukan evaluasi untuk kemudian dibenahi, diperbaiki, dan dilaksanakan di tahun terakhir masa kepemimpinan kami (Bupati dan Wabup),” tambah dia.

Wabup kembali menegaskan, untuk mencapai Maluku Tenggara sejahtera, adil dan makmur seperti yang diidam-idamkan bersama, maka kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan.

“Mudah-mudahan, tema HUT Kemerdekaan ke-77 ‘Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat' menjadi tumpuan untuk mendorong kita, masyarakat Maluku Tenggara menuju Indonesia Raya yang maju dan kuat,” cetus Petrus.

Bagi PB, masa depan bangsa dan daerah ada di pundak generasi muda. Oleh karenanya, setiap generasi muda di Bumi Larvul Ngabal harus bekerja keras, bekerja cerdas, ikhlas, tuntas dan bekerja sama untuk menjemput masa depan yang lebih baik.

“Mengacu defenisi menurut PBB, yang disebut sebagai generasi muda adalah berusia 17-64 tahun. Oktober tahun ini saya berusia 62 tahun jadi saya juga disebut generasi muda,” ucap Petrus sumringah.

Kemerdekaan dan Etos Abdi ASN/PNS

Seperti halnya Wabup, Bupati Thaher Hanubun menaruh harapan besar dalam setiap nilai perjuangan kemerdekaan, baik yang telah dan akan dilakukan demi kemajuan pembangunan daerah Maluku Tenggara.

Bupati mengklaim, di masa jabatan kemimpinannya bersama Wabup Petrus telah mengimplementasi sebagian misi pembangunan di wilayah Pulau Kei Besar maupun Kei Kecil. Misi tersebut sesuai potensi objektif dan impian masyarakat di wilayah itu.

“Jaringan listrik PLN, konektifitas infrastruktur sudah terbangun. Memang ada hal yang belum namun semua itu akan dilakukan perlahan-lahan karena antara suatu rencana dan pelaksanaan tidak semuda membalik telapak tangan,” ujar Thaher kepada wartawan di ruang rapat Kantor Bupati, Rabu (17/8).

Bupati optimis memperjuangkan kehidupan masyarakat Maluku Tenggara, khususnya di Pulau Kei Besar menuju suatu kemerdekaan yang diidam-idamkan sebagaimana wujud nilai perjuangan di balik Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Saat ini banyak warga yang teriak sudah Merdeka.. Merdeka.. Oleh karenanya saya akan tetap membangun kebersamaan kedepan untuk menyelesaikan apa yang belum selesai,” kata Thaher.

Sebagai putra asli Kei, Bupati memastikan bakal mengerahkan kemampuan pikiran dan tenaganya untuk memperjuangkan kemerdekaan pembangunan di Bumi Larvul Ngabal, selagi masih memimpin Maluku Tenggara.

“Saya cinta daerah ini, saya akan berkorban jiwa raga untuk daerah ini,” cetus MTH, akronim Muhammad Thaher Hanubun.

Seiring itu, Bupati katakan bahwa momentum Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia perlu dijadikan sebagai landasan pengabdian.

Pengabdian seseorang itu, lanjut kata dia, harus lah dilakukan secara tulus dan tuntas, tak boleh nanggung. Apalagi, bagi warga berstatus aparatur sipil negara.

Ia pun mengingatkan setiap aparatur sipil negara untuk tidak berbuat sesuatu hal diluar tupoksi dan nilai etos kerja sebagai abdi negara.

“Biarkan saya bekerja untuk menghabiskan waktu ini dengan berbakti kepada nusa dan bangsa melalui Kabupaten Maluku Tenggara. Biarkan dulu saya bekerja sampai akhir masa jabatan saya, pada tanggal 31 Oktober 2023,” tegas Bupati Thaher.

“Kalau ada PNS/ASN yang mau bebas, silahkan mengundurkan diri karena ada aturannya. Kalau masih mau tetap menjadi ASN/PNS atau kepala dinas, bekerja lah dengan sungguh-sungguh,” cetus mantan Anggota DPRD Maluku itu.

Baca Juga

Berita Populer

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar