Marrin News

SMA SAKA Langgur Sabet Juara Umum “Kompetisi” Hari Guru Nasional 2021

Kepala Sekolah SMA Sanata Karya Langgur RD Lopes Sirken (kedua kiri) mengangkat trofi piala bergilir setelah berhasil menyabet juara umum kompetisi Hari Guru Nasional 2021. Penyerahan trofi berlangsung di lapangan upacara SMA SAKA Langgur, Kamis (25/11/2021). Sumber foto: Dokpri. 

Penulis/Editor: Gerry Ngamel ||

Langgur, MARRINNEWS.com – SMA Sanata Karya (SAKA) Langgur kembali menyabet gelar juara umum pada kompetisi Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 76 tingkat SMA/sederajat se Kabupaten Maluku Tenggara.

Sekolah Yayasan Katolik tersebut dikukuhkan sebagai juara umum dengan koleksi 7 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu dari 10 kategori mata lomba yang dipertandingkan.

Tahun 2020, dalam penyelenggaraan kompetisi yang sama, SMA SAKA juga menjadi juara umum. Perolehan medali SMA SAKA meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Ada pergeseran raihan medali. Tahun ini cukup banyak dibanding tahun kemarin. Beberapa mata lomba seperti debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, kami tetap mempertahankan juara I,” ungkap Kepala Sekolah SMA SAKA Langgur, RD Lopes Sirken kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (26/11/2021).

Pengumuman hasil lomba tersebut diumumkan dalam acara serimony peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 76 yang dipusatkan di lapangan upacara SMA Sanata Karya Langgur, Kamis (25/11). Tahun ini, SMA SAKA menjadi tuan rumah penyelengaraan upacara peringatan HGN dan HUT PGRI.

Adapun lomba digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kabupaten Maluku Tenggara.

Dari mata lomba yang diikuti, Tim SMA SAKA meraup juara pertama kompetisi Sains Kimia, Matematika, Geografi, Astronomi, Ekonomi, Debat Bahasa Inggris dan Debat Bahasa Indonesia.

Kategori lomba lainnya; Musikalisasi Puisi, Ilmu Kebumian, juga Matematika dan Kimia menempati juara kedua. Sedangkan perolehan juara ketiga dengan mata lomba yakni TIK, juga Ekonomi dan Astronomi.

Akumulasi perolehan juara yang diraih, lantas berhasil menghantar SMA SAKA mempertahankan trofi  “Piala Bergilir”.

Romo Lopes Sirken berfoto dengan senjumlah trofi di ruang kerjanya. Sumber foto: Gerry. 

Romo Lopes bersyukur atas prestasi yang diraih sekolah yang dipimpinnya itu. Ia mengklaim upaya dan kerja keras para Guru Pendamping dan Siswa selama sebulan, tak sia-sia belaka. Metode penjaringan hingga pendampingan yang dilakukan pihak sekolah bagi siswa perwakilan lomba, sungguh membuahkan hasil positif.

“Satu bulan sebelum kompetisi dimulai, pihak sekolah melakukan penjaringan per 9 mata lomba mata pelajaran. Tahapan penjaringan dilakukan selama satu pekan. Dari 9 mata pelajaran yang diuji, diambil nilai tertinggi. Siswa dengan nilai tertinggi inilah kemudian diutus mewakili sekolah,” tutur Romo Lopes.

Setelah tahapan penjaringan, lanjut kata dia, setiap siswa yang mengikuti lomba mendapat bimbingan belajar ekstra dari Guru Pendamping. Masa pembimbingan berlangsung kurang lebih 3 minggu, setelah jam sekolah berakhir.

“Siswa yang mengikuti lomba diberikan pelatihan dan pendampingan khusus selama kurang lebih 1 jam,” imbuhnya.

Tak dipungkiri bahwa setiap Guru dan Siswa di 24 SMA, SMK, SMAK, MA dan MAN di daerah ini memiliki kompetensi. Namun dalam setiap kompetisi, pastinya setiap sekolah memiliki starategi sendiri untuk memenangkan lomba yang diikuti. Demikianlah metode penjaringan dan pembimbingan yang diterapkan SMA Sanata Karya Langgur dalam setiap mengikuti kompetisi antar pelajar. 

Sirken mengaku pihak sekolah senantiasa memberi dukungan moral maupun moril bagi setiap siswa yang mengikuti ivent, baik di tingkat daerah, provinsi ataupun tingkat nasional.

“Dukungan yang kami berikan, bukan hanya sebatas untuk mengikuti lomba lalu mendapatkan juara belaka. Tetapi kami punya keyakinan bahwa ketika siswa-siswi ini menyelesaikan pendidikan SMA, sekurang-kurangnya mereka sudah punya pengalaman dan karakter tersendiri,  pengalaman sehingga saat di perguruan tinggi atau di lingkungan sosial lainnya, semangat perjuangan itu tetap melekat dalam jiwa mereka,” ujar dia.

Sebagai sekolah tertua di Kepulauan Kei, Romo Lopes memiliki segudang mimpi, cita-cita dan harapan besar untuk memajukan dunia pendidikan, khususnya peserta didik pada SMA SAKA Langgur.

“SMA Sanata Karya Langgur merupakan sekolah menengah atas tertua di Kepulauan Kei. Sekolah ini juga sudah banyak menorehkan tinta emas di berbagai bidang. Oleh karenanya, saya menginginkan siswa-siswi di sekolah ini bisa lebih giat lagi dalam hal belajar. Siswa-siswi harus menemukan potensi atau minat ilmu selama menempuh pendidikan di bangku SMA, sehingga kelak ketika memasuki perguruan tinggi, mereka dapat berkuliah sesuai ilmu yang ditekuninya semasa SMA,” tutur Sirken.

Bagi Lopes, lomba dan prestasi hanyalah sebuah sarana “Karena sesungguhnya nilai ataupun prestasi bukanlah hal yang nantinya mereka (siswa-siswi) hadapi di luar lingkungan sekolah. Mereka akan diperhadapkan dengan realitas kondisi lingkungan dan zaman yang penuh dengan tantangan. Untuk itulah maka karakter para siswa harus benar-benar terbentuk melalui berbagai kompetisi yang diikuti, pastinya juga melalui pembimbingan ekstra dari para Guru,” tandas Romo Sirken.

Baca Juga

Berita Populer

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar