Marrin News

Kasus Covid-19 Turun, Maluku Tenggara Ada di Level 2 PPKM

Juru bicara satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara dr Katrinje Notanubun tengah menyampaikan perkembangan kasus Covid-19. Sumber foto: Ghege. 

Penulis/Editor: Ghege Ngamel ||

Langgur, MARRINNEWS.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara diklaim turun berdasarkan perhitungan yang dilakukan pemerintah per 7 September 2021.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan status PPKM di Kabupaten Maluku Tenggara dari yang sebelumnya berada pada level 3 turun ke level 2.

Penetapan status level tiap daerah dan perpanjangan PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali, termasuk Kabupaten Maluku Tenggara berlaku dari tanggal 7 hingga 20 September 2021.

Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 41 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1, 2 dan 3 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan.

“Maluku Tenggara kini masuk dalam resiko rendah, dengan berstatus level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara dr Katrinje Notanubun di Langgur, Kamis (9/9/2021).

Data Satgas Maluku Tenggara menunjukan angka kasus aktif Covid-19 di daerah itu berkurang hingga tersisa 23 orang.

Dari 23 orang tersebut, sebanyak 22 orang tengah menjalani isolasi mandiri. Sedangkan 1 orang lainnya dirawat pada gedung karantina Puskesmas Ngilngof.

Notanubun mengungkapkan, penurunan angka Covid-19 membuat hunian pada RSUD Karel Sadsuitubun Langgur kini tidak terisi.

“Ada dua ruangan di RSUD yang disediakan untuk penanganan pasien Covid-19, satunya untuk pasien kritis dan satunya lagi untuk pasien dengan gejala biasa. Namun saat ini tidak ada lagi pasien yang dirawat di  rumah sakit,” ujar Dokter Ketty.

Notanubun menambahkan, ketersediaan tempat tidur di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur sebanyak 52 tempat tidur. Sedangkan di karantina terpusat Puskesmas Ngilngof berjumlah 47 tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan Malra ini menyebut angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara, terhitung sejak tahun 2020 hingga 7 September 2021 sebanyak 463 orang.

Sementara angka kesembuhan mencapai 416 orang. Adapun jumlah kematian sebanyak 24 orang.

“Mudah-mudahan jumlah penderita dari waktu ke waktu akan terus berkurang. Sehingga kondisi daerah ini dapat normal seperti sedia kala," tutur Dokter Ketty. 

Menurut Notanubun, angka kematian akibat covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara terbilang cukup tinggi. Kendati begitu, kata dia bahwa status level PPKM Maluku Tenggara berada pada level 2.

“Mengapa angka kematian di Maluku Tenggara tinggi tetapi ada di level 2? Hal ini karena kita rajin melakukan testing dan tracking kepada masyarakat,” jelas Dokter Ketty.

Puncak Gelombang Covid-19 Malra

Sebelum kasus Covid-19 dinyatakan turun, Maluku Tenggara menghadapi dua puncak gelombang sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Notanubun mengklaim tren peningkatan kasus Covid 19 di tahun 2021 melonjak drastis bila dibandingkan dengan trem di tahun 2020.

“Jumlah kasus di tahun 2021 naik tiga kali lipat dari tahun 2020. Di tahun 2020 hanya berkisar 100 orang, tetapi di tahun 2021 mengalami lonjakan hingga mencapai kurang lebih 300 orang,” jelas dia.

Puncak gelombang pertama terjadi pada Januari 2021 lalu. Sementara gelombang kedua pada Juli 2021.

“Jumlah kasus terbanyak ada di bulan Januari dan Juli 2021,” imbuhnya.

Untuk itu, Notanubun meminta masyarakat tidak lengah meski kasus Covid-19 mulai menurun. Dia tetap meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti program vaksinasi Covid-19.

“Terima kasih karena masyarakat sudah patuh dengan protokol kesehatan. Prokes sangat memegang peranan penting. Tetapi juga bahwa vaksinasi  perlu diikuti karena hanya dengan dua cara ini saja kita sama-sama bisa menurunkan angka Covid-19, “ ujar Dokter Ketty.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar