Marrin News

MTH Minta Dukungan Gubernur Maluku soal Sentra Industri Rumput Laut di Malra

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun bersama Tim Kemenko Marves dan KKP saat melakukan survey di salah satu lokasi budidaya rumput laut di Maluku Tenggara, Selasa (24/8/2021). Sumber foto: Ichat Ohoira-Bag Bag Prokopim Malra. 

Penulis/Editor: Ghege Ngamel ||

"Pengembangan industri rumput laut ini nantinya dapat mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan daerah. Termasuk juga, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Maluku Tenggara," _ Muhamad Thaher Hanunun.

Langgur, MARRINNEWS.com – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun meminta dukungan Gubernur Maluku Murad Ismail untuk keberlanjutan tahapan pengembangan sentra industri rumput laut di daerah berjuluk Larwul Ngabal itu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Thaher saat diwawancarai awak media di lokasi Ve'e Kes Yang, jalan Abraham Koedoeboen Langgur, Maluku Tenggara, Senin (30/8/2021).

“Di Ambon ada lumbung ikan nasional (LIN) dan akan dibangun Newport. Jadi, saya sangat berharap juga dukungan Gubernur Maluku, bapak Murad Ismail supaya pengembangan seaweed estate di Maluku Tenggara bisa terlaksana dengan lancar dan sukses,” ujar Thaher.

Permintaan Bupati Thaher ini seiring telah ditetapkannya Kabupaten Maluku Tenggara sebagai pusat industri rumput laut berskala besar “Kampung budidaya rumput laut/seaweed estate” di kawasan Timur Indonesia.

Penetapan dimaksud dilakukan Pemerintah pusat, melalui Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini sendiri direncanakan akan dimulai pada tahun 2022 mendatang.

Thaher meyakini pengembangan industri rumput laut ini nantinya dapat mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan daerah. Termasuk juga, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Untuk mewujudkan itu semua, maka sangat dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Malra, khususnya juga dukungan Pa Gubernur Maluku, Jenderal Murad Ismail,” imbuhnya.

Hasil Survey Tim Kemenko Marves dan KKP

Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Maluku Tenggara memiliki lahan budidaya rumput laut seluas 11.000 hektar.

Dari besaran luas lahan tersebut, yang disiapkan Pemerintah daerah untuk dijadikan kawasan sentra produksi sekira 7.000 hektar.

Selanjutnya, terkait project pengembangan sentra industri rumput laut di Malra, baru-baru ini selama tiga hari (23-25 Agustus 2021) Tim Kemenko Marves dan KKP dibawah pimpinan Tenaga Ahli Deputi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin telah melakukan survey di lokasi-lokasi budidaya.

Dari hasil survey itu, Safri menilai lahan budidaya yang ada di Maluku Tenggara memenuhi kriteria sebagai sentra produksi.

“Lokasi-lokasi yang sudah dikunjungi, semuanya bagus dan sangat luar biasa. Tinggal bagaimana memanajemen sistem pengelolaannya saja,” kata Safri kepada wartawan dalam kunjungan saat itu.  

Safri menekankan lahan-lahan budidaya yang telah di survey sangat berpotensi luar biasa dalam mendukung program kampung budidaya rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Dari semua lokasi yang ada, di Malra ini sangat luar biasa. Kenapa? Karena dari sisi keberadaan lahan-lahan dimaksud tidak bermasalah (konflik, red) dan bebas dari jangkauan limbah,” jelas Pria yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli pada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu.

Safri meyakini masyarakat petani rumput laut di daerah berjuluk Larwul Ngabal ini memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam hal membudidayakan rumput laut.

“Saya yakin, budidaya rumput laut bukan hal baru buat masyarakat di daerah ini. Kalau baru, pastinya perlu pengajaran ekstra,” ujar dia.

“Tinggal bagaimana nanti mereka (petani rumput laut, red) dibimbing untuk bekerja lebih praktis dan simpel sehingga lebih berhemat, mulai dari tahapan produksi hingga pemasaran,” tandas Safri.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar