Marrin News

“Genjot Lahan Budidaya Rumput Laut” Misi Strategis Pemkab Malra Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Rapat koordinasi Pemkab Maluku Tenggara dengan Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) dan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, di ruang rapat kantor Bupati Malra, Senin (23/8/2021). Sumber foto: Bag Prokopim Malra. 

Penulis/Editor: Ghege Ngomel ||

Malra, MARRINNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menyiapkan beberapa langkah strategis menekan angka kemiskinan dan pengangguran pada tahun 2022 mendatang.

Salah satu langkah strategis adalah dengan menggenjot perluasan lahan budidaya rumput laut dan peningkatan hasil produksi dalam skala yang sangat besar. 

"Kita akan mengembangkan budidaya rumput laut berskala besar pada tahun 2022 nanti di Pulau Kei Besar dan Kei Kecil,” kata Bupati Malra Muhamad Thaher Hanubun pada rapat koordinasi dengan Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) dan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, di ruang rapat kantor Bupati Malra, Senin (23/8/2021).

Orang nomor satu di Bumi Larwul Ngabal ini menjelaskan, kebijakan program pengembangan komoditi rumput laut akan dilakukan karena Pulau Kei Kecil dan Kei Besar memiliki potensi lahan budidaya komoditi rumput laut yang sangat luas.

Ia memaparkan, luas lahan potensial budidaya rumput laut di wilayah Kei Kecil mencapai 7.773 hektar.

Dari luas lahan tersebut, yang sudah dimanfaatkan seluas 781,69 hektar. Sedangkan 6.991,31 hektar belum dimanfaatkan.

Sementara di kawasan Pulau Kei Besar, luas lahan potensial mencapai 929 hektar. Seluas 64,7 hektar sudah dimanfaatkan, sedangkan yang belum dimanfaatkan seluas 864,3 hektar.

Thaher menambahkan luas wilayah Kabupaten Maluku Tenggara, yakni 4.212, 35 kilometer. Terdiri dari darat; 1.031,81 kilometer dan laut 3.180,73 kilometer. Jumlah pulau sebanyak 68, 8 pulau diantaranya berpenghuni.

Untuk populasi penduduk Maluku Tenggara saat ini berjumlah 121,511 jiwa. Jumlah ini berdasarkan data BPJS tahun. Sementera dari data Capil tahun 2021 berkisar 147, 843 jiwa.

“Dari letak geografis dan luas wilayah serta jumlah penduduk, Kabupaten Maluku Tenggara sangat berpotensi dijadikan sebagai lokasi pengembangan budidaya rumput laut,” sebut Thaher.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengklaim langkah strategis pengembangan budidaya rumput laut pada tahun 2022 nanti akan dimulai dengan mengembangkan lahan seluas 3000 hektar.

Dengan luas areal tersebut, kata Thaher bahwa dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 12.000 orang. “Nantinya setiap satu hektar dikelola oleh 4 orang,” sebut dia.

Sementara untuk hasil produksi, Thaher sebut target dalam setahun bisa mencapai 37.800 ton, dengan estimasi masa panen enam kali. Satu kali panen menghasilkan 6.300.000 kilogram atau 6.300 ton.

"Dengan hasil panen sebanyak ini tentu akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi daerah dan pendapatan perkapita masyarakat. Dengan begitu juga sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran," kata Thaher.

Estimasi Target

Bupati MTH menyebut jumlah penduduk miskin di Malra pada tahun 2020 sesuai data BPS sebanyak 27,425 jiwa atau sebesar 22,57 persen. Jumlah itu diproyeksikan akan turun menjadi 26,702 jiwa atau 21,87 persen pada tahun 2022 nanti.

"Jika pengembangan usaha rumput laut skala besar dapat dilaksanakan tahun 2022, maka angka penduduk miskin akan berkurang sebanyak 24.188 jiwa dan hanya tersisa 2.514 jiwa atau 2,06 persen," kata Thaher.

“Sudah barang tentu, jika angka kemiskinan dapat turun sebagaimana saya sebutkan itu maka telah melampaui target yang direncanakan dalam RPJMD tahun 2023 nanti,” imbuhnya.

Pengembangan produksi ini juga, lanjut kata Bupati bahwa diperkirakan turut berpotensi meningkatkan pendapatan perkapita petani rumput laut menjadi Rp33.198.000 di tahun 2022 atau naik sebesar 12,16 persen atau Rp4.037.000, dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp26.83 juta.

Selain itu, angka pengangguran di Maluku Tenggara diestimasikan juga akan mengalami penurunan menjadi 1.703 orang atau 3,67 persen.

Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran pada tahun 2020 sebanyak 2.286 orang atau 4,95 persen.

“Apabila budidaya rumput laut skala besar dilaksanakan tahun 2022, maka angka pengangguran dapat berkurang 407 orang atau turun menjadi 1.296 orang, dengan presentasi 2,79 persen,"

Bupati memastikan pengembangan budidaya rumput laut skala besar dapat memberikan dampak peningkatan tenaga kerja, yang kemudian bermuara pada sektor  perekonomian.

Untuk ia meminta dukungan seluruh elemen masyarakat sehingga program ini dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar