Marrin News

Wali Kota dan Mentri KP Inginkan Keberadaan PT SIS Dapat Memberikan Dampak Langsung ke Warga Tual

Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag., M.Si

Pewarta: Nick Renleuw

“Beliau (Menteri Kelautan dan Perikanan RI) wajibkan untuk semua armada kapal pengangkut ikan pada PT. SIS seluruh ABKnya harus dari sini (warga lokal)!” – Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si.

Tual, Marrinnews.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si mengungkapkan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia, Wahyu Sakti Trenggono telah menyampaikan arahan agar seluruh anak buah kapal (ABK) milik PT. Samudera Indo Sejahtera (SIS) maupun perusahaan yang melaksakan aktivitas bongkar muat di Tual harus berasal dari putera daerah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Adam Rahayaan saat diwawancarai awak media usai jamuan makan malam Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama Menteri KP di Pendopo Yarler, Selasa (29/06/2021) malam.

Rahayaan menjelaskan, arahan tersebut merupakan salah satu hasil dari pantauan langsung Menteri Wahyu dalam kunjungan kerjanya selama sehari di Kota Tual. Selain itu, arahan itu juga lahir sesudah Menteri Wahyu mendengarkan langsung berbagai penyampaian dari Wali Kota sendiri selama menemaninya dalam kunker, terkait situasi sektor perikanan di Kota Tual.

“Beliau (Menteri Kelautan dan Perikanan RI) wajibkan untuk semua armada kapal pengangkut ikan pada PT. SIS seluruh ABKnya harus dari sini (warga lokal)!” papar Wali Kota.

“Nanti kalau ABK itu harus dari putra daerah tinggal ditingkatkan kapasitasnya, pengetahuannya, skillnya. Melalui apa? Pelatihan. Siapa yang kasih pelatihan? Nanti juga dari kementerian yang datang kasih pelatihan,” tambahnya mengutip arahan Menteri KP.

Menurut Wali Kota, pelatihan bagi ABK sebagaimana disampaikan menteri juga bertujuan agar para putera daerah dimaksud memiliki sertifikat resmi. Ketika sudah punya sertifikat, lanjutnya, para putera daerah yang menjadi ABK tidak akan mudah diberhentikan dengan seenaknya.

Ia menambahkan, pelatihan dimaksud bahkan diharapkan bisa menghasilkan para putera daerah yang punya keterampilan dan sertifikat untuk bisa mengemudikan kapal.

“Lalu kapal yang daratkan ikan juga Beliau (Menteri Wahyu) ingin supaya masyarakat di sekitar situ harus direkrut untuk ikut membongkar ikan dari kapal ke darat itu,” bebernya.

Wali Kota menegaskan, secara umum Menteri KP ingin agar potensi kekayaan perikanan yang dimiliki Kota Tual benar-benar bisa memberikan dampak dan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Wahyu Sakti Trenggono telah melaksanakan kunjungan kerja di Kota Tual, Selasa (29/06/2021). Dalam kunker sehari itu, Menteri Wahyu antara lain meninjau aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Dumar, berdialog dengan sejumlah kelompok nelayan di PPN Dumar, mengunjungi Koperasi Perikanan di Desa Dullah, serta meninjau PT. SIS di Desa Ngadi.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar