Marrin News

Wali Kota Minta Dinas Terkait Bergerak Cepat dan Tepat Dukung Program Pempus Kembangkan Perikanan Kota Tual

Marrin News
Wali Kota Tual Adam Rahayaan didampingi Wakil Wali Kota Usman Tamnge dan Sekda Ahmad Yani Renuat saat melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemkot Tual di Balai Kota Tual, Kamis (22/07/2021). Foto: Ridwan K.

Pewarta: Nick Renleuw

Wali Kota menjelaskan, pemilihan Tual sebagai salah satu fokus pengembangan sektor perikanan tangkap oleh pemerintah pusat merupakan berkah tersendiri bagi seluruh masyarakat Kota Tual secara keseluruhan.

Tual, Marrinnews.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S.Ag., M.Si meminta sejumlah dinas terkait untuk bergerak cepat dan tepat dalam memanfaatkan penetapan Kota Tual oleh pemerintah pusat (pempus) sebagai salah satu pusat pengembangan sektor perikanan tangkap.

Hal ini diungkapkan Wali Kota saat melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tual di Aula Balai Kota Tual, Kamis (22/07/2021) siang.

“Dalam waktu dekat ini, saudara-saudara yang menangani bidang pertanian, perikanan, usaha kecil, perdagangan, perhubungan, serta bidang terkait lainnya agar segera melakukan langkah-langkah cepat dan tepat untuk menjemput program nasional di sektor perikanan tangkap dan yang rencananya akan diselenggarakan di Kota Tual,” ungkapnya.

Wali Kota menjelaskan, pemilihan Tual sebagai salah satu fokus pengembangan sektor perikanan tangkap oleh pemerintah pusat merupakan berkah tersendiri bagi seluruh masyarakat Kota Tual secara keseluruhan.

Menurutnya, hal ini juga merupakan kerinduan dari seluruh masyarakat Kota Tual untuk menghidupkan kembali suasana perekonomian Tual sebagaimana ketika kapal-kapal dari Thailand masih beroperasi di perairan Tual dan sekitarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar pengembangan sektor perikanan tangkap di Kota Tual ke depan dapat turut menurunkan angka kemiskinan, pembukaan lapangan kerja baru serta peningkatan perputaran ekonomi rakyat.

Meski demikian, Wali Kota mengingatkan bahwa kesiapan sumber daya manusia daerah serta koordinasi yang matang dari dinas teknis terkait akan menjadi kunci utama berjalannya program nasional tersebut.

Peluang Pengembangan Ekonomi

Rahayaan mengungkapkan, Pemkot Tual sudah menghembuskan permintaan kepada tim percepatan atau kesiapan ekspor dari pemerintah pusat agar semua kapal yang beroperasi atau melakukan aktivitas di pelabuhan Tual tidak boleh berbelanja kebutuhan domestik kapal di luar daerah.

“Berarti katong juga harus siap. Saya sudah tanya, kapal satu saja itu punya kebutuhan domestik kapal mencapai Rp100 juta sekali dia keluar. Kalau itu 1000 kapal atau sudahlah katakan 600 kapal atau di bawah itu 500 kapal saja, bapak ibu bisa kalikan berapa uang yang bisa beredar di masyarakat,” tutur Wali Kota.

Ketika sudah ada permintaan kepada tim kesiapan ekspor ikan pemerintah pusat, Wali Kota meminta dinas terkait untuk mulai bergerak cepat dan tepat teristimewa dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan penyangga aktivitas perikanan dimaksud

“Mereka (kapal ikan) tidak boleh datangkan (beli) sayur dari luar, terus dinas-dinas terkait harus bikin apa? Kelompok-kelompok tani itu diperbanyak, bibit-bibit perlu disebarkan, kalau perlu galang desa-desa ini punya lahan yang ada segera, karena katong larang dorang lalu kira-kira mau beli di mana? Ini peluang buat kita, masyarakat ini juga kita arahkan untuk bisa siapkan itu,” papar Rahayaan.

Selain itu, Wali Kota mengatakan bahwa ada pula peluang pengembangan ekonomi lainnya yaitu bahwa ada kewajiban bagi kapal-kapal ikan yang beroperasi di pelabuhan Tual untuk merekrut anak buah kapal (ABK) dari putera daerah.

Hal ini juga sudah disampaikan secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) RI Wahyu Sakti Trenggono ketika berkunjung ke Tual beberapa waktu lalu. Bahkan Kementerian KP sudah bersedia untuk memfasilitasi kebutuhan diklat pengembangan SDM terkait hal itu.

“Jadi saya mohon nanti bapa-bapa yang baru hari ini sudah berikrar, sudah dilantik, sudah diambil sumpah, segera untuk melihat kira-kira apa yang mesti dikoordinasikan dengan tim percepatan ekonomi, juga menghadapi 2022,” pungkasnya.

Program Pempus

Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan telah menegaskan agar segera dilakukan ekspor pada Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) titik 717 dan 718 yang merupakan titik yang dimiliki oleh Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua dan Kota Tual, Provinsi Maluku.

“Selama 1 (satu) bulan ke depan kita coba siapkan semua detail keperluan yang mendukung ekspor industri perikanan di Biak dan Tual. Nanti bulan Agustus kita sudah siap semua untuk ekspor, kemudian kita nanti bisa jalan, kita target itu bulan Agustus,” ujar Menko Luhut dalam rapat koordinasi virtual dengan pihak terkait, Selasa (13/07/2021).

Kesiapan dari ekspor ini didukung dengan adanya infrastruktur sarana dan prasarana seperti yang sudah dan masih terus dikejar seperti cold storage, unit pengelola ikan (UPI), pelabuhan, dan bandara.

Untuk Kota Tual, infrastruktur juga sudah disiapkan dan masih terus dalam tahap pengerjaan. Beberapa sarana seperti cold storage dan UPI masih akan terus ditambah, beserta dengan beberapa pelabuhan yang akan kembali diaktifkan.

Kabarnya, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Dumar dan Pelabuhan PT. Samudera Indo Sejahtera (SIS) Ngadi merupakan pelabuhan yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk melakukan aktivitas ekspor pada bulan Agustus nanti.

 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar