Marrin News

Tak Cukup Kunker Sehari, Menteri KP Berjanji Akan Kembali ke Tual

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia, Wahyu Sakti Trenggono didampingi Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag.,M.Si, Wakil Walikota Usman Tamnge dan Anggota DPRD Provinsi Amir Rumra saat menemui awak media di Pendopo Tual
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia, Wahyu Sakti Trenggono didampingi Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag.,M.Si, Wakil Walikota Usman Tamnge dan Anggota DPRD Provinsi Amir Rumra saat menemui awak media di Pendopo Tual

Pewarta: Nick Renleuw

“Kalau mimpi saya, bursa ikan dunia itu adanya di sini! Mimpinya! Tapi waktunya kan 24 jam aja ga cukup untuk mikirin itu.” – Wahyu Sakti Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan RI)

Tual, Marrinnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia, Wahyu Sakti Trenggono, melakukan kunjungan kerja (kunker) selama sehari di Kota Tual, Selasa (29/06/2021). Kepada awak media, Menteri Wahyu mengaku kunjungan kerja selama sehari itu belumlah cukup.

“Kalau mimpi saya, bursa ikan dunia itu adanya di sini! Mimpinya! Tapi waktunya kan 24 jam aja ga cukup untuk mikirin itu,” ungkap Menteri Wahyu usai jamuan makan malam bersama Pemerintah Kota Tual di Pendopo Yarler, Selasa (29/06/2021) malam.

Trenggono mengungkapkan, kunkernya kali ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi Kota Tual dalam kaitannya dengan upaya pemerintah pusat mengembangkan sektor kelautan dan perikanan nasional.

“Jadi industri sektor kelautan kita ini kan belum ditata dengan baik. Itu salah satunya sehingga saya datang ke sini untuk melihat apakah Tual ini bisa menjadi satu wilayah yang bisa kita kembangkan,” paparnya.

Secara potensi, Menteri Wahyu menjelaskan bahwa Kota Tual berada dalam wilayah penangkapan ikan 714, 715 dan 718. Menurutnya, potensi tiga wilayah ini mencapai sekitar Rp30 triliunan. Ia menegaskan, potensi tersebut harus dikelola dengan baik agar bisa mendatangkan manfaat kepada masyarakat Tual dan Maluku.

“Itu salah satunya saya ada di sini. Jadi pertama, tentu pelabuhannya harus kita hidupkan, industrinya harus kita hidupkan, budidayanya harus kita hidupkan, nelayan-nelayannya harus kita berdayakan dengan baik,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., mengkonfirmasi keterangan menteri terkait waktu pelaksanaan kunjungan kerjanya di Kota Tual. Ia mengaku, Menteri Wahyu telah berjanji untuk akan kembali lagi ke Kota Tual.

“Tadi itu sudah kita perbincangkan juga. Beliau (Menteri KP) janji akan balik lagi ke Kota Tual,” ungkap Rahayaan kepada awak media sesaat setelah Menteri Wahyu Sakti Trenggono meninggalkan lokasi Pendopo Yarler.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar