Marrin News

Tiga Kios di Pasar Langgur Ludes Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Peristiwa kebakaran pada tiga kios di sisi barat Pasar Langgur, Sabtu (19/6/2021). Sumber foto: Ghege

Reporter: Ghege Ngamel | Editor: Ghege

Langgur, Marrinnews.com – Sebanyak tiga kios dan satu warung kopi di sisi barat kawasan Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara pada Sabtu (19/6/2021) malam, ludes dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIT.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh barang dagangan ludes terbakar.

Pantauan Marrinnews.com, dua armada diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas pemadam yang dibantu warga cukup kesulitan, namun api berhasil dipadamkan setelah dilakukan upaya selama 2,5 jam. 

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun terlihat berada di lokasi kejadian saat api masih berkobar. 

Kehadiran Bupati Thaher saat itu untuk memastikan langsung kronologis peristiwa tersebut. 

Salah satu pedagang sayur menduga titik api berasal dari dalam salah satu kios. Awalnya, ia melihat api menyala kecil, namun karena hembusan angin begitu kencang sehingga api merambat cepat ke dua kios lainnya.

“Pas bangun tidur, beta (saya, red) lihat api masih kecil. Tapi karena angin  kencang jadi merembet ke dua kios yang di samping. Awalnya dari kios yang kedua, api menyala dari situ,” kata Amelia Esomar sang pedagang sayur kepada Wartawan, Minggu (20/6) dini hari.

Menurut dia, sejumlah warga dan pedagang yang menempati gedung pasar sayur sudah berupaya meminimalisasi penyebaran api sebelum mobil pemadam tiba. Berbagai cara telah mereka lakukan.

Bahkan hingga membuka paksa kios-kios untuk mengambil kemasan air mineral, es batu serta sarana lainnya yang bisa dimanfaatkan guna memadamkan titik api.

Walau begitu, karena ketersedian air sangat terbatas dan sarana yang digunakan warga seadanya saja, kobaran api tak bisa dipadamkan.

“Karena panik, masyarakat pi (pergi) buka paksa kios yang lain, ambil kemasan botol dan gelas air, es batu lalu pakai siram api supaya jangan menyebar ke kios lain,” ungkap Amelia.

Amelia sempat panik saat itu, begitu juga dengan pedagang dan warga lainnya. Lantas, ia langsung menghubungi istri Bupati Maluku Tenggara Eva Elliya Hanubun untuk meminta pertolongan mobil pemadam kebakaran.

“Karena beta lihat orang su lari kesana kemari dan beta sendiri juga panik, seng tau mau buat apa-apa, terpaksa beta telepon istri Pa Bupati untuk minta pertolongan. Syukur, Alhamdulilah, berselang beberapa waktu kemudian, mobil pemadam tiba tapi kobaran api sudah membesar,” tutur Amelia.

Amelia mengaku tak mengetahui penyebab kebakaran itu. “Tidak tau pasti api yang menyala itu karena apa,” imbuhnya.

Pedagang lainnya, Yan David Janwarin menuturkan saat awal kejadian ia dalam keadaan tidur. Janwarin baru terbangun saat mendengar teriakan minta tolong dari para pedagang.

“Beta kaget bangun dan lihat api su menyala tapi saat itu masih kecil. Api awalnya menyala dari dalam kios yang kedua. Beta pung motor ta parkir pas (tepat, red) di depan kios itu,” kata Janwarin.

Sama halnya dengan Amelia, Janwarin tak dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut. Namun yang pasti, kata dia bahwa awal mula munculnya api berasal dari dalam kios sembako (kios kedua).

Dari tiga kios yang terbakar itu, yakni dua kios berisikan barang dagangan berupa sembako, 1 kios kosmetik dan 1 warung kopi.

Sementara itu, pemilik kios sembako, Marton mengaku syok melihat tempat dan barang dagangannya ludes terbakar. Marton baru menempati kios itu satu tahun lamanya.

Menurut Marton, ia tidak berada di kios saat kebakaran terjadi. Peristiwa tersebut baru diketahui saat dihubungi oleh temannya di Langgur.

“Saat kejadian, saya ada di rumah di Tual. Lalu ada teman yang telepon kasi tau kalau kios saya terbakar. Pastinya saya sangat terpukul,” tutur dia.

Marton menyebut jumlah kerugian material yang dia peroleh akibat insiden kebakaran ini mencapai Rp200 juta. “Barang dagangan semua habis terbakar, tak ada yang tersisa,” imbuhnya.

Sebagaimana diduga titik awal kemunculan api berasal dari dalam kios kedua yang berisikan sembako. Kios tersebut adalah milik Marton.

Kendati demikian, Marton memastikan bahwa selama menempati lokal Los tersebut tak pernah melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran.

“Selama berjualan disini, tak pernah saya bakar lilin atau obat nyamuk. Bahkan biasanya sebelum pulang, stop kontak atau saklar lampu dikasih turun,” kata Marton.

Sementara keterangan penyebab kebakaran secara resmi dari Kepolisian setempat, belum dapat dikonfirmasi Marrinnews.com. Oleh karena sampai dengan berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah TKP.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar