Marrin News

Menteri Wahyu Sakti Trenggono Minta Nelayan Kei Serius Budidaya Teripang

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono mendengarkan penjelasan dari ahli budidaya teripang Polikan Tual, Pitjon Tomatala, saat melihat presentasi usaha budidaya teripang kelompok Salterai, Selasa (29/06/2021). Foto: Nick Renleuw
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono mendengarkan penjelasan dari ahli budidaya teripang Polikan Tual, Pitjon Tomatala, saat melihat presentasi usaha budidaya teripang kelompok Salterai, Selasa (29/06/2021). Foto: Nick Renleuw

Pewarta: Nick Renleuw

“Ini (nilai) pasarnya (teripang) besar sekali. (Nilai) pasarnya tidak kurang dari 5 miliar dolar. Nanti ini dikerjakan serius nanti ada beberapa orang dalam kelompok misalnya. (Sambil memandang salah satu bawahan) Nanti dibantu diperhatikan ya!” – Wahyu Sakti Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan RI)

Tual, Marrinnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Wahyu Sakti Trenggono meminta masyarakat nelayan di Kepulauan Kei untuk seriusi usaha budidaya teripang. Hal ini diungkapkannya saat berdialog dengan kelompok nelayan Salterai, usai makan siang di kompleks Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Dumar, Tual, Selasa (29/06/2021).

Salterai merupakan kelompok nelayan Kota Tual yang bergerak di bidang budidaya teripang. Kelompok ini mendirikan stand khusus di samping ruang aula PPN Dumar, tempat Menteri Wahyu dan rombongan dijamu makan siang.

Usai makan siang, Menteri Wahyu menyempatkan diri untuk melihat proses budidaya teripang yang sudah disiapkan kelompok nelayan Salterai. Ketua Salterai, George Koljaan yang didampingi ahli budidaya teripang dari Politeknik Perikanan Tual, Pitjon Tomatala tak menyia-nyiakan kesempatan langka ini untuk segera mempresentasikan progres usaha yang sementara ditekuni kelompoknya itu.

“Ini kami baru memulai (pembudidayaan teripang), tiap triwulan juga kami sudah membuat laporan terkait perkembangan usaha. Saat ini kami memang baru mulai dengan pembenihan dengan sekitar 3000 benih yang sementara dibudidaya,” ungkap Koljaan.

Koljaan mengungkapkan, teripang merupakan potensi kekayaan laut yang dimiliki Kepulauan Kei. Namun, saat ini nelayan sudah cukup sulit untuk mendapatkan biota laut bernilai ekonomis tinggi ini. Hal inilah yang mendorong kelompoknya untuk memulai usaha budidaya teripang.

Menteri Wahyu tampak antusias mendengarkan penjelasan Koljaan. Ia juga membenarkan nilai jual teripang yang memang sangat mahal. Oleh karena itu, Menteri Wahyu meminta nelayan untuk seriusi usaha budidaya teripang sambil berjanji akan membantu pengembangan usahanya.

“Ini (nilai) pasarnya besar sekali. (Nilai) pasarnya tidak kurang dari 5 miliar dolar. Nanti ini dikerjakan serius nanti ada beberapa orang dalam kelompok misalnya. Nanti dibantu diperhatikan ya!” ujar Menteri Wahyu sambil mengarahkan pandangan pada salah satu bawahannya.

“Ini budidaya (teripang) supaya jumlahnya bisa terukur. Jadi dari Tual nanti berapa ton. Kemudian juga proses pengeringannya juga di sini, packaging-nya juga di sini. Jadi tahun depan sudah berapa banyak saya tunggu laporannya, saya langsung tindaklanjuti,” janjinya.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar