Marrin News

Menteri Suharso Monoarfa Kunjungi Kepulauan Kei

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat berdialog bersama Gubernur Maluku Murad Ismail, Wali Kota Tual, Bupati Malra, Kepala PPN Dumar, Forkopimda Tual-Malra dan sejumlah tokoh masyarat di kawasan Pelabuhan PPN Dumar, Jumat (18/06/2021). Foto: Nick Renleuw
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat berdialog bersama Gubernur Maluku Murad Ismail, Wali Kota Tual, Bupati Malra, Kepala PPN Dumar, Forkopimda Tual-Malra dan sejumlah tokoh masyarat di kawasan Pelabuhan PPN Dumar, Jumat (18/06/2021). Foto: Nick Renleuw


Pewarta: Nick Renleuw

Ia berharap dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk bisa mendorong dan menghidupkan kembali aktifitas perikanan di PPN Dumar.

Tual, Marrinnews.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Suharso Monoarfa melakukan kunjungan kerja di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Jumat (18/06/2021).

Menteri Suharso ditemani Gubernur Maluku Murad Ismail dan rombongan tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur sekitar pukul 09:00 WIT. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Wali Kota Tual Adam Rahayaan, Bupati Malra Muhammad Taher Hanubun serta Forkopimda kedua daerah.

Kunjungan perdana Menteri PPN/Kepala Bappenas ke Kepulauan Kei ini antara lain bertujuan untuk meninjau lokasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Dumar dalam rangka mendukung penetapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (M-LIN)

Di Lokasi PPN Dumar, Menteri Suharso dan Gubernur Murad Ismail berdialog dengan Wali Kota Tual, Bupati Malra, Kepala PPN, Forkopimda Tual-Malra dan sejumlah tokoh masyarat.

Kepala Kantor PPN Tual Silvinus Jaftoran dalam presentasi singkatnya antara lain menjelaskan tentang kontribusi aktifitas PPN bagi perekonomian di Tual-Malra. Menurutnya, PPN Tual pernah berada pada masa jaya ketika masih banyak kapal asing dari Thailand, Myanmar, Vietnam dan sebagainya yang beroperasi di Perairan Tual.

Menurutnya, aktifitas ekspor dari kapal asing pada masa tersebut turut mendongkrak perekonomian di daerah Tual-Malra. Situasi itu kemudian berubah ketika kapal-kapal asing mulai meninggalkan daerah perairan Tual-Malra karena adanya perubahan regulasi.

Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk bisa mendorong dan lebih menghidupkan kembali aktifitas perikanan di PPN Dumar.

Terkait hal itu, Jaftoran meminta dukungan pengembangan infrastruktur PPN Dumar antara lain perluasan dermaga serta pembangunan pabrik es yang terutama ditujukan untuk memfasilitasi hasil tangkapan nelayan kecil.

“Kalau dilihat, peluang untuk investasi di sini sangat besar. Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan dari Pak Menteri untuk bisa mendatangkan investor di sini,” ungkap Jaftoran.

Menteri Suharso sempat berdialog bebas dengan para hadirin. Ia antara lain bertanya terkait jenis ikan yang sering dihasilkan beserta jumlah ikan yang dihasilkan di PPN Tual. Berdasarkan pengakuan Jaftoran, sejauh ini dalam setahun PPN Dumar bisa menghasilkan sekitar 300 ribu ton ikan.

Selanjutnya, menteri dan rombongan berkesempatan meninjau lokasi wisata Pulau Adranan dan Pulau Bair. Rombongan menumpangi sejumlah kapal dan dikawal langsung oleh aparat TNI/Polri dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Tual.

Pulang dari Bair, rombongan langsung menuju ke Pandopo Yarler untuk istirahat dan makan siang bersama. Sesudahnya, perjalanan dianjutkan dengan sejumlah agenda antara lain mengunjungi Pasir Panjang Ngurbloat.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono yang sebelumnya juga dijadwalkan berkunjung akhirnya batal hadir di Kepulauan Kei. Hingga berita ini diturunkan, kami belum sempat mengkonfirmasi alasan pembatalan tersebut.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar