Marrin News

Eksistensi Gereja St. Fransiskus Xaverius Merupakan Dukungan Perwujudan Visi Tual Kota BERADAT

Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., mendampingi Uskup Agung P. C. Mandagi, MSC ketika meninjau Gereja St. Fransiskus Xaverius Tual sesaat sebelum Perayaan Misa Pentahbisan Gedung G ereja, Rabu (16/06/2021). Foto: Nick Renleuw
Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., mendampingi Uskup Agung P. C. Mandagi, MSC ketika meninjau Gereja St. Fransiskus Xaverius Tual sesaat sebelum Perayaan Misa Pentahbisan Gedung G ereja, Rabu (16/06/2021). Foto: Nick Renleuw

Pewarta: Nick Renleuw

Sambil memohon izin dari umat yang hadir, Wali Kota mengutip Firman Tuhan dalam Kitab Mazmur 127:1: Kalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Kalau bukan Tuhan yang mengawal kota sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Tual, Marrinnews.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M.Si., menegaskan bahwa eksistensi gedung baru Gereja Katolik Santo (St.) Fransiskus Xaverius Tual merupakan bentuk dukungan perwujudan visi pemerintah daerah dalam menjadikan Tual sebagai Kota BERADAT. Hal ini diutarakan dalam sambutannya pada acara seremonial Pentahbisan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Tual, Rabu (16/06/2021).

“Pembangunan ini telah ikut mewarnai dan mendukung program Pemerintah Kota Tual dalam upaya pembinaan iman dan taqwa masyarakat Maren menuju basis masyarakat religi sebagaimana tergambar dalam visi kota Tual 2018-2023 yaitu mewujudkan Kota Tual sebagai Kota BERADAT: Beriman, Ekonomi Responsif, Akuntabel, Demokrasi, Aman dan Transparan,” ungkapnya.

Rahayaan menjelaskan, kebutuhan akan gedung gereja yang representatif akan menjadi indikator yang sangat penting dan mendasar sebagai penunjang persekutuan umat rohani dalam pembangunan iman yang matang.

Menurutnya, kondisi inilah yang telah diwujudkan oleh komunitas umat Gereja St. Fransiskus Xaverius Tual di bawah kepemimpinan Pastor Jack Renyaan dengan segala niat daya upaya ketulusan dan kerja kerasnya selaku Pastor Paroki Tual dalam melahirkan gedung gereja baru dengan sangat cepat.

“Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya selaku pribadi dan selaku Wali Kota Tual,” ungkapnya.

Pastor Paroki Tual RD. Jack Renyaan mengalungkan bunga kepada Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., sebagai ungkapan selamat datang pada momen Pentahbisan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Tual, Rabu (16/06/2021). Foto: Nick Renleuw
Pastor Paroki Tual RD. Jack Renyaan mengalungkan bunga kepada Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., sebagai ungkapan selamat datang pada momen Pentahbisan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Tual, Rabu (16/06/2021). Foto: Nick Renleuw

Apalagi, menurut pengakuannya, dalam setahun terakhir alokasi anggaran pemerintah daerah terhadap pembangunan sarana peribadatan tidaklah maksimal karena diperhadapkan dengan refocusing anggaran yang diprioritaskan demi percepatan penanganan dan penyebaran virus Covid-19.

Sambil memohon izin dari umat yang hadir, Wali Kota mengutip Firman Tuhan dalam Kitab Mazmur 127:1: Kalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Kalau bukan Tuhan yang mengawal kota sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

“Saya berkeyakinan bahwa Firman inilah yang menjadi landasan pijak umat Gereja Santo Fransiskus Xaverius Tual sehingga badai dan gelombang sebesar apapun tak mampu menggoyahkan semangat pembangunan yang,” paparnya.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., menyampaikan sambutannya pada momen Pentahbisan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Tual, Rabu (16/06/2021). Foto: Nick Renleuw
Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag., M. Si., menyampaikan sambutannya pada momen Pentahbisan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Tual, Rabu (16/06/2021). Foto: Nick Renleuw


Toleransi Dalam Keimanan

Wali Kota mengingatkan, selain pembangunan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius, bukti dan komitmen perwujudan visi dan misi Tual sebagai Kota BERADAT juga tergambar dalam pembangunan sarana dan prasarana peribadatan lainnya seperti Masjid Agung Al-Hujriyah dan Gereja Maranatha.

“Pembangunan sarana dan prasarana tersebut dilakukan melalui kerjasama dan gotong royong yang harmoni dari semua komunitas agama yang menggambarkan toleransi dalam keimanan,” tergasnya.

Oleh karena itu, sebagai bentuk penegasan rasa toleransi yang tinggi dalam masyarakat Maren saat ini ditandai pula dengan pembangunan miniatur gedung peribadatan pada lapangan Lodar El Tual. Miniatur Masjid diapit Gereja Protestan dan Gereja Katolik tersebut adalah bukti ikon religi dalam toleransi di Bumi Maren Kota Tual.

“Terkait dengan itu perayaan syukur di hari ini haruslah kita maknai sebagai cerita panjang kesungguhan nilai perjuangan, cerita romantis dari sebuah toleransi dan cerita religi dari sebuah keimanan yang berakar pada budaya kita budaya Ain Ni Ain,” paparnya.

“Dan patutlah cerita ini menjadi tom-nya negeri ini dan menjadi tad-nya suku ini di tengah keterbatasan kita baik dari sisi penganggaran maupun di tengah kemelut dunia atas wabah covid 19,” pungkasnya.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar