Marrin News

Tangis Haru Nan "Damai" Warga Somlain Selimuti Acara Syukuran Pelantikan Kepo Definitif

Pitter Welafubun didampingi tiga Dit Tumin Tamher melantunkan lagu Fadad Fil Fil pada acara syukuran pelantikan Kepala Ohoi Somlain, Sabtu (10/4/2021). Tampak mereka bernyanyi sambil meneteskan air mata. Foto: Ghege

Penulis : Ghege MN | Editor: Ghege

Langgur (Somlain), Marrinnews.com –  Acara syukuran pelantikan Kepala Ohoi (desa) Somlain, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (10/4/2021) kemarin  terkesan sederhana, namun tampak begitu meriah. 

Kemeriahan dalam acara syukuran tersebut tersirat dalam setiap gerak tarian warga sesaat sebelum menghantar Kepala Ohoi Definitif, Andreas Ngamel ke Kantor Camat Kei Kecil Barat di Ohoira. Iring-iringan kendaraan dan hentakan bunyi tipa gong ala budaya Kei digaungkan sepanjang perjalanan. 

Setibanya di Ohoira, warga kembali menari dan menghantar sang Kepala Ohoi ke dalam ruangan Kantor Camat guna melakukan serah terima jabatan. Acara kedinasan itu berlangsung kurang lebih 1 jam lamanya. 

Usai dari prosesi itu, warga kembali menghantar pulang Kepala Ohoi mereka ke Somlain. Sesampainya di pintu masuk kampung, Kepo diturunkan dari kendaraan yang ditumpanginya, ia kemudian diarak oleh warga dengan tarian adat Saryat hingga memasuki tempat acara syukuran digelar. 

Warga Somlain tampak begitu bersuka cita menyambut masa kepemimpinan baru Andreas Ngamel selaku Kepala Ohoi di Woma El Furle. 

Kemeriahan acara syukuran pelantikan Kepala Ohoi Somlain. Tampak warga sedang menari, baik saat menghantar sang Kepo ke Kantor Camat KKB maupun menghantar pulang. Foto: MN
Acara puncak syukuran diselingi dengan penampilan Tarian Nufit dan Tarian Maren dari anak-anak Sekami Stasi Somlain. Seluruh rangkaian acara berlangsung meriah dan berjalan dengan aman. 

Walau begitu, kemeriahan itu seketika dirundung tangisan warga. Suasana haru itu menguak ketika salah seorang Pemuda Ohoi Somlain, Pitter Welafubun melantukan lagu "Fadad Fil Fil" di penghujung acara syukuran. 

Dengan balutan busana adat dan kain merah yang terikat di kepala serta tanpa pengalas kaki, Pitter berjalan mengitari setiap sudut hati warga sembari bernyanyi. 

"Mam e Nen o fangnanan bok bok nan fatul did tin tunan," demikianlah sepenggal syair Fadad Fil Fil yang dilantunkan pemuda berparas tampan ini. 

Aroma syair lagu lantas membuat Pitter meneteskan air mata. Tetesan air mata itu pun mengundang tangis warga lain dari setiap sudut tempat kegiatan berlangsung. Bahkan seluruh tamu undangan dibuat larut dalam suasana saat itu. Tangisan dari tiga Dit Tumin Tamher, sebutan adat bagi perempuan di Ohoi Somlain tak terelakan juga saat mendampingi Pitter. 

Tak sampai disitu, tangis pilu kembali pecah saat acara jabatan tangan dengan Kepala Ohoi dan kerabat lainnya. Kepala Ohoi dan warga Somlain yang hadir pada acara syukuran tampak saling  bersalaman dan berpelukan.

Tangisan dan lantunan syair ciptaan Abd. Razak Madubun ini seakan membuka katub hati setiap warga Somlain. Bagaimana tidak, selama kurang lebih 13 tahun lamanya, mereka terperangkap dalam batasan interaksi. Hubungan kekerabatan ikut terpenjara akibat pergolakan kedudukan jabatan Kepala Ohoi definitif. 

"Mulai dari awal proses pencalonan kepala ohoi definitif di Somlain hingga pada tahun 2019, kita mengalami berbagai macam cobaan dan rintangan. Ada perbedaan pendapat dan intrik kepentingan sehingga terjadi gesekan antar warga ohoi," ujar Ketua BSO, Febrianus Ngamel. 

Kendati demikian, Febi sapaan akrab Ketua BSO Somlain mengatakan, konflik tersebut dapat teratasi. Hal itu tak terlepas dari dukungan dan kerja keras anggota BSO,  perangkat adat, Pemerintah ohoi dan Pemerintah daerah Maluku Tenggara. 

Buktinya, semua proses dapat terlaksana hingga pada pelantikan Andreas Ngamel sebagai Kepo definitif Somlain oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun (23/3/2021) lalu di Aula Kantor Bupati setempat. 

"Sekarang sudah hadir ditengah-tengah kita sosok Kepala Ohoi definitif, Andreas Ngamel. Kepala Ohoi ini bukan kepala ohoi untuk satu marga semata, melainkan kepala desa bagi seluruh warga di Woma El Furle Somlain," tutur Febi. 

"Mari kita pupuk kembali kebersamaan kita dan mendukung Kepala ohoi yang ada saat ini agar dalam masa kepemimpinannya dapat sesuai dengan tatanan undang-undang dan aturan lainnya yang berlaku. Ia dapat memimpin dengan hati nurani tanpa ada niat tertentu," ajak dia. 

Masyarakat Somlain begitu antusias menerima kehadiran Kepo Andreas  Ngamel. Namun, ada sejuta harapan dibalik momentum itu. 

"Kami mengharapkan kedamaian dan kenyamanan di desa ini. Mewakili masyarakat Somlain, kami berharap Kepo Andreas Ngamel menjalankan tugasnya tanpa membeda-bedakan,  siapa engkau, siapa aku dan siapa dia. Dengan begitu desa Somlain dapat berkembang maju dari tahun-tahun sebelumnya," papar Febi. 

Sepakat Damai

Penantian panjang  warga Somlain  selama kurang lebih 13 tahun, bukanlah waktu yang singkat. Selama kurun waktu tersebut, hubungan kekeluargaan antar marga dibalut keretakan. Bahkan untuk bertegur sapa saja tidak dimungkinkan. 

Seiring waktu, hubungan itu perlahan dapat kembali terjalin melalui rangkaian adat perdamaian antar marga usai Andreas Ngamel dilantik secara resmi sebagai Kepala Ohoi Somlain definitif. 

Proses perdamaian yang difasilitasi Panitia dan tokoh adat tersebut dilakukan empat hari sebelum puncak acara syukuran pelantikan digelar, tepatnya pada tanggal 6 April 2021. Masyarakat yang diwakilkan oleh setiap Kepala Marga bersepakat untuk kembali berdamai. 

"Proses damai ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, Dimana Kepala Marga Ngamel, Welafubun, Elsoin, Rahakbauw dan Rahawarin bersepakat untuk melakukan perdamaian sesuai ketentuan adat yang berlaku di Ohoi Somlain," ungkap Ketua Panita Acara Syukuran Pelantikan Kepo Somlain, Fegilius Ngamel. 

Sementara Kepala Ohoi Somlain, Andreas Ngamel meminta seluruh komponen masyarakat Ohoi Somlain menanggalkan segala kemelut yang telah mencederai hubungan kekeluargaan. Menata kembali langkah, merawat kata untuk somlain yang lebih baik. 

 "Sekarang saatnya kita bergandengan tangan, menatapjauh kedepan dengan penuh harapan membangun ohoi nuhu menuju kebaikan bersama, lupakan segala macam gesekan dan intrik kemarin demi menjaga keamanan serta jalannya pemerintahan yang baik. T’dok foo ohoi nuhu, lutur ain mehe ni sasa ai, woma ain mehe ni lo loang,” tutur Andi Ngamel, sapan akrab Kepo Somlain. 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar