Marrin News

"Songsong Maluku Tenggara Hebat" Bupati MTH Minta Jajaran OPD Tinggalkan Ego Sektoral

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan arahan dalam acara Forum Lintas Perangkat Daerah Pemkab Malra Tahun 2021 di Ballroom Aurelia Hotel, Kamis (4/3/2021). Foto: Ghege

Penulis : Ghege Ngamel | Editor: Ghege

Langgur, Marrinnews.com - Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun mengatakan, berbicara tentang "lintas" sehubungan dengan pelaksanaan forum lintas perangkat daerah saat ini, itu berarti makna dari lintas itu sendiri harus dapat dimaknai dengan sungguh-sungguh. 

"Baik dari lintas ohoi, kecamatan, Kabupaten, propinsi, bahkan negara sekalipun harus duduk bersama untuk membahas dan merancang segala sesuatu yang berhubungan dengan hayat hidup masyarakat," ujar Bupati Thaher sesaat sebelum membuka Forum lintas perangkat daerah (PD) Pemkab Malra di Ballroom Aurelia Hotel, Kamis (4/3/2021). 

Seiring hal itu juga, lanjut dia, melalui forum lintas PD dapat dibangun kesepahaman serta penyamaan persepsi, dalam rangka merencanakan program pembangunan daerah tahun 2022.

Bupati menjelaskan, persamaan presepsi yang dimaksudkannya adalah tentang bagaimana setiap Perangkat Daerah memandang dirinya mampu dan profesional terhadap apa yang harus dilakukan di Tahun 2022 untuk Maluku Tenggara yang lebih baik. 

Mantan Guru pada salah SMA ternama di Jakarta ini menilai, setiap perangkat daerah memiliki peran dan fungsi serta kemampuan yang mempuni di bidangnya masing-masing. Lantas, apabila kemampuan itu mampu dioptimalkan secara baik, tentu dapat mendorong kemajuan pembangunan di negeri Larvul Ngabal. 

Kendati demikian, Bupati Thaher mengklaim bahwa selama ini jajaran OPD pada lingkup Pemkab Malra, cenderung lebih mengedepankan ego sektoral. 

"Kendala yang ada selama ini ada adalah langkah kita untuk membangun daerah ini belum sejalan. Setiap OPD masih berjalan sendiri-sendiri, bahkan masih ada ego sektoral," ungkap MTH. 

Bagi Thaher, ego sektoral itu muncul akibat adanya kepentingan terhadap sesuatu hal yang hanya melibatka kelompok tertentu.

"Ego itu muncul setelah suatu kelompok mengalami masa transisi dimana berada dalam keadaan di atas angin, lalu mencari keuntungan untuk kelompoknya sendiri," imbuh Thaher. 

Siring hal itu, Bupati meminta setiap OPD menanggalkan kebiasaan atau perilaku ego sebagaimana dimaksudkan. 

"Tinggalkan ego kita masing-masing. Ego harus bisa dikendalikan dan mari kita bersandar pada prinsip-prinsip pembangunan yang satu dan berdaulat tanpa ada sekat. Ego kita adalah mendengar aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam rancangan program kerja sebagaimana telah diamanatkan sebelumnya di tingkat ohoi maupun kecamatan," pinta Hanubun. 

Bupati menegaskan, sinergutas harus dibangun melalui forum lintas PD, baik antar OPD maupun antar pemerintah dengan pihak swasta dan dengan masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, harus didukung dengan pihak-pihak lainnya, terutama masyarakat. 

Untuk itu, Bupati menginginkan agar dalam forum-forum partisipatif seperti ini, harus ada keterbukaan, kesepahaman dan saling pengertian antar elemen. 

"OPD memahami bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan sentuhan pembangunan dan sebaliknya, masyarakat memahami bahwa kebijakan yang disusun adalah semata-mata untuk kemajuan daerah dan masyarakat secara keseluruhan," tutur Hanubun.

Landasan Filosofi

Bupati Thaher mengatakan, masyarakat Kei memilki filosofi hidup "It foing fo kud, it faung fo banglu vatu".Filosofi tersebut adalah suatu dasar tatanan hidup yang dipraktekan turun temurun dalam melaksanakan suatu tugas pelayanan ataupun proses pembangunan lainnya. 

"Sesuatu yang luar biasa karena Leluhur Kei sudah menjadikan filosofi itu sebagai pedoman hidup bagi anak cucunya. Hanya saja kita tidak mengamalkannya dengan bijak. Tidak mungkin anda atau saya membangun suatu bangunan sendiri, pasti harus dikerjakan secara bersama-sama," tandas Hanubun. 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar