Marrin News

Pembangunan Istana Yatim Ulfa Mutia capai Rp8 Miliar


Tampak Wali Kota Adam Rahayaan bersama Forkopimda Tual menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Istana Yatim Ulfa Mutia Tual, Jumat (05/03/2021). 

Pewarta: Nick Renleuw | Marrin News

Tual, Marrinnews.com.- Yayasan Muchsin Zainah Mutia (MZM) menggelar peletakkan batu pertama pembangunan Istana Yatim Ulfa Mutia Tual, Jumat (05/03/2021). Yayasan MZM yang menaungi Istana Yatim Ulfa Mutia didirikan oleh H. Muchsin Alkatiri atau yang akrab disapa Haji Cen.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan berkenan meletakkan batu pertama pembangunan Istana Yatim Ulfa Mutia. Selain segenap jajaran Yayasan MZM, prosesi peletakkan batu pertama juga dihadiri oleh, Wakil Wali Kota Usman Tamnge, pimpinan dan anggota DPRD Tual, Forkopimda, sejumlah pimpinan OPD Tual, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Salah satu pembina Yayasan MZM, H Mubarak, LC., M.Hi., kepada awak media mengatakan, kehadiran Istana Yatim Ulfa Mutia merupakan buah tekad dari pendiri dan segenap pembina serta pengurus Yayasan MZM Tual.

“Tentu ini suatu kesempatan yang sangat baik untuk kita ikut membina generasi muda Kei karena mengingat banyak anak-anak yang kurang mendapat perhatian,” ungkap Mubarak.

Ia menjelaskan, kehadiran Istana Yatim Ulfa Mutia tidak terlepas dari sosok Haji Cen selaku pendiri sekaligus donatur utama.

“Sebetulnya kembali kepada Haji Cen atau orang yang Masya Allah, artinya, sosialnya, perhatian kepada sosial dan masyarakat, dakwah (begitu besar) dan dia juga seorang pengusaha. Ini kesempatan yang baik untuk beliau mengamalkan sebagian dari kekayaannya untuk membangun proyek yang sangat mulia ini,” paparnya.

Humas Yayasan MZM Ruslani Rahayaan mengemukakan hal serupa. Kepada awak media ia mengungkapkan, estimasi biaya pembangunan beserta seluruh fasilitas Istana Yatim Ulfa Mutia ditaksir mencapai kisaran angka Rp8 miliar. Donatur utama pembangunan adalah Haji Cen selaku pendiri yayasan.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang ingin bersedekah, beramal, atau berinfaq untuk memberikan sumbangan dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang untuk proses pembangunan ini ke depan.

“Diperuntukkan bagi anak yatim yang ada di Kota Tual dan di (Kabupaten) Maluku Tenggara. Akan direkrut dengan secara langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan terhadap anak-anak (yatim) yang bisa akan menempati bangunan ini,” papar Ruslani.

Ia memperkirakan, proses pembangunan akan memakan waktu sekitar 6 bulan. Oleh karena itu ia berharap dukungan dari Pemerintah Kota Tual, stakeholder dan seluruh warga masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara

“Kita berharap proses pembangunan ini akan berjalan secara lancar dan bisa selesai secepat mungkin, sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh yayasan dan panitia” bebernya.

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar