Marrin News

Bupati Malra Akan Kunjungi Warga Kei yang Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Makassar

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun dan Ibu Eva Elliya berkomunikasi dengan pihak keluarga korban via video call WhatsApp, Senin (29/3/2021). Foto: Istimewa

Penulis: Ghege Ngamel | Editor: Ghege

Langgur, Marrinnews.com - Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun turut mengutuk keras serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Makassar, Sulawesi Selatan. 

Bupati Thaher menyebut insiden tersebut sebagai tindakan teror dan tidak berkaitan dengan eksistensi agama. 

"Peristiwa ini, sesungguhnya tidak ada kaitan sedikitpun dengan agama apapun. Karena semua agama mengajarkan kebaikan, damai dan suka cita, bukan Kekerasan, apalagi atas nama agama," kata Bupati Thaher Hanubun dalam keterangan Person yang diterima Marrinnews.com, Selasa (30/3/2021). 

Ada tiga warga Kepulauan Kei, Maluku turut menjadi korban luka dalam ledakan bom pada Minggu (28/3/2021) itu. Dua diantaranya berasal dari Ohoi (desa, red) Rumaat, Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara, yakni Velerina Selitubun dan Adelina Selitubun. 

Sementara satu orang lainnya adalah blasteran Kei (Ohoi Sathean)-Ternate. Dia adalah Karina Dimayu. 

Untuk itu, Bupati menghimbau keluarga korban dan warga Maluku Tenggara tetap tenang dan tetap merawat bingkai kekeluargaan "ain ni ain".

Orang nomor satu di Larvul Ngabal ini juga meminta masyarakat untuk mendoakan para korban. 

"Peristiwa ini menjadi keprihatinan yang mendalam bagi kita semua, terutama bagi kita Masyarakat Evav dimana ada saudari kita yang turut menjadi korban. Mari kita mendoakan tiga saudari kita ini dan korban lainnya agar diberi keselamatan, kesembuhan serta bagi keluarga diberikan ketabahan," ucap Thaher. 

Hanubun memastikan akan mengunjungi korban dan keluarga di Kota Makassar. 

"Apabila ada kesempatan dan Tuhan mengizinkan, saya Alan temui korban dan keluarga di Makassar. Saya memastikan bahwa Pemerintah Daerah hadir bersama-sama dengan mereka," kata dia. 

Sebelumnya pada Senin (29/3/2021) sore, Bupati bersama Ibu Eva Elliya Hanubun telah berkomunikasi langsung via Video Call WhatsApp dengan pihak keluarga korban di Ohoi Rumaat, Kecamatan Kei Kecil Timur. 

Dalam komunikasi itu, Bupati telah menyampaikan keprihatinan, baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah daerah. 

Untuk diketahui, Sendy, sapaan akrab Valerina Selitubun adalah anak dari pasangan Thadeus Selitubun dan Maria Setitit. Lahir di Ohoi Rumaat pada tanggal 23 Mei 2020. Ia merupakan putri tunggal dari tiga bersaudara. 

Sendy saat ini tengah mengenyam studi akhir pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar. 

Sedangkan Lina, sapaan akrab Adelina Selitubun adalah anak dari pasangan Arnolda Yempormase dan Ambrosius Selitubun (Almarhum). Keberadaannya di Makassar lantaran menemani Ibunya yang sedang menjalani pengobatan. 

Di Makassar, ia bersama ibu dan kakaknya tinggal dengan Sendy. Lina diketahui merupakan warga domisili Kota Tual. 

Sementara Karina Dimayu merupakan anak dari pasangan Ancelina Tadubun dan Yunius Dimayu. Karina menamatkan pendidikan menengah pada SMA Sanata Karya Langgur.

Saat di Kei, dia tinggal bersama saudara kandung dari Ibunya, Emelianus Tadubun yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Gereja Stasi Sathean. 

Karina kini menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar, semester II. 


Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar