Marrin News

Bunda Widya: Bayi di Maluku yang Dapat ASI Ekslusif Hanya 34 Persen

Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail memberikan arahan dalam rapat koordinasi monitoring dan evaluasi Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara yang digelar di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (26/3/2021). Foto: Chemo Labetubun. 

Penulis: Ghege Ngamel | Editor: Ghege

"ASI sangat penting dan gratis dari Tuhan untuk anak-anak kita. Tetapi nyatanya di Maluku, ibu-ibu masih banyak yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya,"  Widya Murad Ismail. 

Langgur, Marrinnews.com - Duta Parenting Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail mengatakan, saat ini bayi yang memperoleh air susu ibu (ASI) ekslusif di Provinsi Maluku masih di bawah 50 persen. 

Presentasi tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Maluku. Data tersebut juga menunjukan bahwa lebih dari setengah anak-anak di Maluku tak memperoleh ASI ekslusif. 

"Jika melihat data-data yang ada pada dinas kesehatan, persentasi ASI Eksklusif secara umum di Maluku sangat memprihatinkan. Di tahun 2020, hanya 34% anak-anak yang mendapat ASI Eksklusif," ujar Bunda Widya dalam acara pertemuan monitoring evaluasi koordinasi percepatan penurunan stunting di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (26/3/2021). 

Bunda Widya menyayangkan angka itu. Pasalnya, mendapatkan ASI eksklusif merupakan salah satu hak yang harus diperoleh anak-anak.

"ASI sangat penting dan gratis dari Tuhan untuk anak-anak kita. Tetapi nyatanya di Maluku, ibu-ibu masih banyak yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya," tutur dia. 

Berdasarkan fakta ini, dalam rakor tadi malam, Istri Gubernur Maluku itu menayangkan salah satu video tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif kepada bayi. Video tersebut sengaja ia tayangkan agar menjadi pembelajaran khusus bagi ibu dan suami. 

Dari tayangan itu kemudian Bunda Widya mengungkapkan bagaimana Tuhan sudah menyiapkan malaikat-malaikat. Dengan begitu, seorang ibu wajib memberikan apa yang dibutuhkan si bayi ketika lahir di dunia.

Ia menegaskan  pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi terbukti efektif dalam pencegahan stunting.

Oleh karena itu, kata dia, pemberian ASI menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan demi pencegahan stunting kepada anak.

Sementara khusus untuk Kabupaten Maluku Tenggara, Duta Parenting Maluku menyebut bahwa persentasi anak-anak di Malra yang mendapat ASI eksklusif adalah 51,6 persen.

Dari data tersebut, ia mempertanyakan penyebab sehingga masih ada ibu-ibu yang belum memberikan ASI ekslusif. 

Kendati begitu, Bunda Widya mengklaim bahwa Maluku Tenggara memiliki potensi yang luar biasa dalam menekan angka stunting.

Ia lantas menantang negeri berjuluk Larvul Ngabal untuk menjadi contoh bagi daerah lain di wilayah Maluku, dalam hal peningkatan cakupan ASI ekslusif. 

"Karena Malra memiliki potensi yang luar biasa dan saya merasakan semangat untuk mau maju dan mensejahterakan masyarakatnya, saya mau memberikan tantangan. Bisakah Maluku Tenggara menjadi contoh, meningkatkan cakupan ASI eksklusifnya?" tanya Widya. 

Seiring pertanyaan itu, Bunda Widya menyatakan, Eva Elliya Hanubun selaku ibu Asnib Maluku Tenggara adalah sosok  seorang ibu yang suka menciptakan inovasi, mendorong dan memberdayakan masyarakat.

"Saya percaya beliau (Ibu Asnib) pasti punya cara sehingga semua ibu-ibu hamil dipersiapkan dan dimampukan untuk memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya," kata Widya. 



Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar