Marrin News

Berawal dari Ide Pengajian Keliling, Majelis As-Sholihin kini Membangun Rumah Tahfidz Al-Qur'an

Penjemputan Pembina Pasantren Al-Hiqam Depok KH Muhammad Hilmi Assidiqi Al- Ar'roqy oleh Pembina Majelis As-Sholihin H Fatani Difinubun di Bandara Karel sadsuitubun 

Oleh : Iwan Kalengkongan | Marrin News

Tual, Marrinnews.com.- Majelis pengajian As-sholihin yang dibentuk oleh sekumpulan pemuda pada awalnya bertujuan memperbaiki baca Al-quran namun setelah itu muncul ide membangun rumah Tahfidz Al-Quran ( Rumah Hafal Al-quran) hal tersebut dikatakan Pembina Muda Yayasan Zawiyah As-sholihin Kota Tual Ruslani Rahayaan SE dalam sambutan pada acara peletakan batu pertama yang berlangsung dijalan raya Dumar, Selasa (16/03/2021).

"Kami ini hanya sekelompok anak muda yang berkeinginan membangun Rumah Tahfidz Al-quran,kami ini pada awalnya ingin belajar mengaji dari rumah kerumah dengan tujuan memperbaiki baca Al-quran kami serta mempelajari hukum tajwid secara baik dan benar," Ujar Ruslani.

Lebih lanjut kata dia, berawal dari keinginan tersebut kemudian muncul niat membangun rumah tahfidz Al-quran, ide ini sambungnya berangkat dari kegelisahan para anggota majelis yang merasa bahwa pengajian yang dilakukan hanya untuk membangun hubungan individu dengan sang pencipta dan mengabaikan kepentingan umat lainnya.

"Kami merasa ini belum bermanfaat, dengan mengaji keliling hanya untuk membangun hubungan kami pribadi dengan allah ta'ala tetapi harus lebih dan berguna bagi masyarakat banyak maka lahirlah ide membuka rumah tahfidz Al-quran," Ungkap Ruslani dengan penuh semangat.

Generasi Pencinta Al-quran Majelis As-Sholihin Kota Tual


Mantan Ketua HMI itu menjelaskan sebelum membangun rumah Tahfidz Al-Quran secara permanen, Majelis As-sholihin yang bekerja sama dengan Pondok pasantren Al-hiqam Kota Depok Provinsi Jawa Barat milik almarhun KH Hasim Muzadi mengawalinya dengan menggunakan atau menumpang  pada rumah milik salah satu anggota majelis, disitu para santri dan santriwati dilatih mengaji dan menghafal Al-quran.

"Selama ini pengajian dan hafalan yang dilatih langsung oleh hafidz (Penghafal Al-quran) dari pasantren al-hiqam terhadap anak anak bertempat dirumah milik rijik tawakal (salah satu anggota majelis)," Ujarnya.

"Saat ini Rijik Tawakal juga telah menghibahkan tanahnya untuk dibangun rumah Tahfidz Al-quran bagi yayasan zawiyah As-Sholihin, sangat luar biasa dan kami bangga dan mengapresiasinya (Rijik)," Tambahnya. 

Pembina Muda Yayasan zawiyah As-Sholihin Ruslani Rahayaan SE saat menyampaikan sambutannya dalam acara peletakan batu pertama Rumah Tahfidz Al-Quran

Dihadapan Wali Kota dan para undangan Ruslani menyampaikan bahwa saat ini jumlah santri dan satriwati berjumlah 30 orang yang belajar pada Yayasan As-Sholihin dimana dua santriwati masing masing telah menghafal sebanyak 7 juz dan 6 juz.

"Kalau kami tidak bisa menghafal, menjadi qori dan membaca al-quran dengan baik minimal kami bisa membantu membina membentuk anak anak untuk menjadi generasi al-quran," Ucapnya.

Pembangunan Rumah Tahfidz Al-Quran Capai Rp1,750 M

Pada kesempatan tersebut Ruslani Rahayaan menyampaikan rencana pembangunan rumah tahfidz al-quran Yayasan Zawiyah As-Sholihin Kota Tual membutuhkan biaya sebesar Rp1,750.000.000.000.- (Satu miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

"Cita cita atau ide membangun rumah tahfidz A-Quran sudah 5 tahun kami majelis as-sholihin telah memimpikan dan menantinya dan alhamdulillah hari ini bisa terwujud," Ujarnya.

"Kepada bapak wali kota tual juga para undangan serta masyarakat apabila ingin bersama sama majelis as-solihin untuk membangun rumah tahfidz al-quran ini kami membuka diri apabila ingin bersedekah dan beramal semoga tercatat sebagai amal jariyah," Tutupnya.


Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar