Marrin News

Kajari Tual Ajak Warga Perangi Hoax Vaksin "Saya Sudah Divaksin"

Kepala Kejaksaan Negeri Tual, Dicky Darmawan, saat menyampaikan testimoninya pada acara Launching Vaksinasi Covid-19 Kota Tual di Rumah Sakit Umum (RSU) Maren, Sabtu (30/01/2021). Foto: Dewa Rahayaan
Tual, Marrinnews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tual, Dicky Darmawan, mengajak masyarakat untuk perangi berbagai kabar bohong atau hoax tentang Vaksinasi Covid-19. Ia menegaskan, bahwa mereka yang menciptakan dan menyebarkan kabar hoax itu pada dasarnya belum mengalami sendiri proses vaksinasi. 


“Kalau saya kan sudah disuntik (vaksin covid-19) jadi saya berani ngomong bahwa pemerintah tidak punya niat untuk mencelakakan warganya. Ini untuk keselamatan kita semua. Saat ini maupun yang akan datang,” tegas Darmawan dalam testimoninya saat Launching Vaksinasi Covid-19 Kota Tual di Rumah Sakit Umum (RSU) Maren, Sabtu (30/01/2021).

Darmawan diketahui sudah mengikuti proses vaksinasi di Kabupaten Maluku Tenggara yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Jumat (29/01/2021). 

Ia menuturkan, setelah melalui semua tahapan dari pendaftaran di meja pertama dan screening di meja kedua, ia akhirnya menjadi yang pertama divaksinasi di meja ketiga. Selanjutnya, ada proses observasi di meja keempat.

Dicky menceritakan, tidak merasakan sesuatu keanehan apapun saat divaksin. Padahal menurut keterangan dokter, lanjutnya, biasanya ada reaksi dari tubuh sesudah 30 menit disuntik. Reaksi tersebut, sambungnya mengutip keterangan dokter, bermacam-macam mulai dari merah-merah, bengkak, mual atau ngantuk.

“Tetapi saya hari ini jam setengah 11 kurang ini sudah 24 jam. Saya tidak ada merah-merah, tidak ada bengkak-bengkak, tidak ada mual-mual, tidak ada mengantuk. Malah, tadi pagi saya bangun jam 4. Artinya saya lebih bergairah,” paparnya sambil sedikit bercanda.

Oleh karena itu, Kajari Tual mengajak semua warga masyarakat untuk mengikuti proses vaksinasi yang sudah mulai digalakan pemerintah. Menurutnya, masyarakat perlu bekerja sama mendukung proses vaksinasi tersebut.

“Kalau kita sudah berdoa kepada Allah, Allah bilang harus berusaha. Nah, vaksin ini adalah bentuk daripada usaha kita. Jadi kalau mau berdoa saja, Allah bilang enak aja lu, mau berdoa nggak mau berusaha. Harus berusaha!” pesan Dicky. 

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa dengan mengikuti vaksinasi, semua masyarakat yang bisa divaksin antara umur 18-59 tahun telah turut menyelamatkan semua anak-anak dan orang tua yang tidak bisa divaksin karena faktor usia. Hal itu, tambahnya, akan tercapai ketika tercipta herd imunity atau sistem kekebalan kelompok.

“Oleh karenanya, yakin dan percayalah, usaha kita pada saat ini pasti diridhoi oleh Allah dan kita semua diberkati, sehat hari ini terus sampai selama-lamanya. Terima kasih. Tuhan memberkati!” pungkasnya. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar