Marrin News

"Ayo Ikuti" Virtual Tour ke Desa Wisata Ngilngof Kepulauan Kei

Desa Wisata Ngilngof, Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. FOTO: Ghege/Marrinnews.com

Langgur, Marrinnews.com - Virtual tour menjadi salah satu alternatif wisata yang belakangan ini digenjot untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia karena pandemi Covid-19. 

Strategi itu dinilai mampu mengobati rasa rindu para Wisatawan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Cara ini lantas digemari oleh Wisatawan. Pasalnya, pandemi virus corona mengakibatkan Wisatawan tidak bisa bepergian untuk berwisata. 

Platform yang mengadakan tour virtual ini adalah Traval.co. Travel berbasis digital ini berkolaborasi dengan Caventer dan Kemenparekraf untuk mengenalkan 10 desa wisata di Indonesia. 

Dalam tur virtual itu, akan diperkenalkan potensi destinasi wisata pada setiap desa wisata yang memiliki budaya dan keindahan alam luar biasa namun masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

Program jelajah wisata secara virtual ini telah berlangsung sejak 30 Januari 2021 dan sudah menjelajahi beberapa desa wisata. 

Kini, mereka kembali mengadakan tour ke desa wisata Ngilngof, Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. Agenda tour ketiga bertajuk "Surga yang Tersembunyi" di destinasi wisata yang terkenal dengan pasir putih terhalus di dunia ini akan berlangsung pada Sabtu, (26/2/2021) pukul 12.00-14.00 WIT. 

Co-founder Traval.co, Julius Bramanto menjelaskan, Traval.com merupakan suatu startup travel platform untuk mempermudah Wisatawan dalam menjelajahi destinasi wisata yang tersebar di seluruh Indonesia. 

"Sejak platform ini didirikan, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat, lingkungan serta stackholder pariwisata," kata Bramanto dalam konfrensi pers yang digelar secara virtual, Kamis (25/2). 

Sementara terkait program virtual tour bertajuk "Surga yang Tersembunyi", lanjut dia, dilakukan untuk memperkenalkan potensi handal di luar lima destinasi wisata prioritas yang selama ini belum banyak diangkat.

Bang Jul, sapaan akrab Julius Bramanto mengklaim, dalam upaya menggenjot pengembangan potensi wisata potensi maka virtual wisata adalah salah satu solusinya. Apalagi, di era pandemi corona virus saat ini. 

"Melalui cara ini kita mempromosikan dengan mengangkat semua potensi yang ada di suatu kawasan, dan dikemas dalam bentuk story telling dengan dukungan audio dan visual yang menarik," terangnya. 

Dalam program tour virtual ke desa wisata Ngilngof, Traval.co juga berkolaborasi dengan pihak pengelola destinasi setempat. Kolaborasi tersebut sebagai wujud komitmen Traval.co dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. 

Selama masa pandemi, menurut Bramanto, kunjungan wisatawan mancanegara berkurang drastis. Sedangkan wisatawan domestik bergeser menjadi wisatawan hyper local. 

"Ini artinya bahwa mereka (wisatawan domestik, red) cenderung mau berwisata tapi memilih tempat wisata di dalam daerah itu saja, ketimbang ke luar daerah karena akan menggunakan pesawat. 

Kendati begitu, untuk meminimalisasi kondisi tersebut maka program virtual tour menyasar ke masyarakat yang lokasi tinggalnya tidak terlalu jauh dari kawasan wisata atau desa wisata.

"Setidaknya melalui program ini, ekonomi local sudah dapat bangkit kembali sembari menunggu pandemi virus corona berakhir," tutur Jul. 

"Melalui program ini juga diharapkan anak muda di seluruh Indonesia dapat terinspirasi untuk bergerak maju dan berinovasi membangun daerah, sekaligus menjadi ujung tombak pemerataan pembangunan, baik secara langsung maupun tidak langsung demi mensejahterakan seluruh elemen masyarakat di daerah masing-masing," ujar Bramanto. 

Penyelenggaran virtual tour ke desa wisata Ngilngof mendapat dukungan penuh dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Maluku Tenggara. 

Seiring hal itu, Direktur Eksekutif BPPD Malra, Andi Rahman menyatakan, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal guna menyukseskan acara tour virtual di desa wisata Ngilngof. 

"Penonton yang bergabung dalam virtual tour pastinya akan merasa puas melihat p3sona keindahan desa wisata Ngilngof. Dengan bergabung dalam ivent tour ini tentunya akan menjadi kebanggaan bagi negeri berjuluk Larvul Ngabal ini, khususnya dalam mempromosikan pariwisata Desa Ngilngof dan pantai pasir putih terhalus di dunia," ujar Andi. 

Menurut Ara, masih banyak destinasi wisata di Maluku Tenggara yang merupakan surga tersembunyi. Untuk itu BPPD Malra berharap, beberapa destinasi unggulan lainnya yang ada di Malra dapat mask dalam  agenda tour virtual berikutnya di tahun mendatang. 

"Untuk kali ini kami berharap Desa Ngilngof dapat memberikan yang terbaik dan bisa memuaskan mata penonton yang mengikuti virtual tour," tutur Andi. 

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti virtual tour "Surga yang Tersembunyi" ke desa wisata Ngilngof yang berada di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara pada Sabtu (27/2/2021) dapat mendaftarkan diri di:bit.lyVirtualDesaWisata atau di https://traval.co/livedetail/kilau-indah-desa-ngilngof-kepulauan-kei. 

Masyarakat juga bisa menyimak langsung melalui Youtube Live: Pesona Indonesia. (Ghege) 


Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar