Marrin News

Vaksin Sinovac Dijadwalkan Tiba di Maluku Tenggara Besok, Bupati Thaher Tegaskan Hal Ini

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara. Rapat berlangsung secara vidcon, Senin (25/1/2021) siang. FOTO/Dok. Bag. Prokopim Malra

Langgur, Marrinnews.com - Kepala Dinas Kesehatan, dr. Katrinje Notanubun memastikan bahan baku vaksin COVID-19 buatan Sinovac akan tiba di Kabupaten Maluku Tenggara, besok Selasa (26/1/2021). 

"Untuk Maluku Tenggara, vaksin dijadwalkan akan tiba pada besok hari, Selasa (26/1) pukul 13.30 WIT dengan menggunakan pesawat Wings Air dari Ambon," ungkap Notanubun kepada Wartawan saat ditemui usai rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Malra di kediaman Bupati, Senin (25/1/2021). 

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 ini mengatakan, akan ada pengamanan ketat dari Kepolisian dan TNI saat vaksin Sinovac tiba di bandara Karel Saidaitubun Langgur. Selanjutnya vaksin diantar dengan pengawalan yang sama menuju tempat penyimpanan khusus. 

"Untuk proses pengamanan dan pengawalan vaksin saat tiba di bandara akan ditangani langsung oleh pihak Kepolisian. Hal ini tadi sudah disampaikan langsung oleh Kapolres Malra dalam rapat koordinasi bersama Pa Bupati," ujarnya.

Sesuai data resmi Pemerintah Provinsi Maluku yang diterima Marrinnews.com menyebutkan, jumlah vaksin Sinovac yang akan di distribusikan untuk Kabupaten Maluku Tenggara pada tahap I termin 2, sebanyak 2.320 dosis. 

Dari jumlah tersebut, target sasaran pertama vaksinasi diperuntukan bagi 10 Pejabat Publik dan 1.122 tenaga kesehatan di daerah ini. 

Sementara itu, Bupati M. Thaher Hanubun dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Malra menyatakan, pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda- tanda akan berakhir. Bahkan, sebaliknya terus mengalami peningkatan jumlah penderita setiap hari.

Lantas, Bupati katakan, kondisi ini membutuhkan pola penanganan yang serius, terencana dengan baik, dan didukung dengan data dan kajian yang matang serta melibatkan berbagai stakeholder. 

Thaher mengklaim, program vaksinasi adalah salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

"Untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang kian masif dan tidak terkontrol, maka skema vaksinasi adalah cara terbaik. Dengan vaksinasi akan mengurangi transmisi atau penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19," sebut Thaher. 

Selain itu, tambah dia, vaksinasi juga akan turut membentuk kekebalan tubuh suatu kelompok masyarakat (herd imunity). Dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Hanubun mengungkapkan, tepatnya tanggal 13 Januari 2021 lalu, pemerintah Pusat sudah memulai program vaksinasi secara nasional. Presiden Joko Widodo sebagai penerima vaksin pertama di Indonesia dan diikuti oleh pejabat lainnya.

 Vaksinasi di Provinsi Maluku juga dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2021 yang melibatkan sejumlah pejabat publik dan juga tokoh-tokoh agama. Satu diantaranya yakni Gubernur Maluku,  Murad Ismail sebagai penerima vaksin pertama di Maluku dan diikuti oleh pejabat publik maupun tokoh-tokoh agama.

Dari proses tersebut, kata Bupati, sejauh ini belum ada laporan mengenai kejadian ikutan Pasca Vaksinasi Covid-19 atau efek samping penggunaan vaksin. Para penerima vaksin perdana tidak menunjukkan adanya gejala efek samping yang berarti.

Untuk itu, Orang nomor satu di negeri berjuluk Larvul Ngabal ini telah menginstruksikan kepada pihak Dinas Kesehatan agar mengatur semua persiapan pelaksanaan vaksinasi di Maluku Tenggara. 

Mulai dari fasilitas yang dibutuhkan, seperti sistem rantai dingin (cold chain system), penyimpanan dan pengamanan untuk menjaga mutu vaksin maupun tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator.

Begitu pula terkait jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi perdana. Termasuk, pendataan kelompok prioritas penerima vaksin. 

"Saya minta hal yang berkaitan dengan vaksinasi ini diatur dan disiapkan dengan baik supaya pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Laporkan secara berkala setiap tahapan persiapan agar jika ada kendala bisa segera diatasi," tuturnya. 

Vaksinasi Perdana

Bupati Thaher Hanubun menyatakan, sesuai arahan Satuan Tugas Penanganan COvid-19 Provinsi Maluku, ada 3 kelompok yang akan mendapatkan vaksin perdana. 

Tiga kelompok tersebut, sebut dia, kelompok Pejabat Publik Daerah, antara lain: Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur RSUD.

Kelompok berikutnya adalah Pengurus Asosiasi Profesi Kesehatan dan Key Leader Kesehatan Daerah. Dan selanjutnya kelompok Pimpinan organisasi keagamaan.

"Saya mohon agar pejabat publik, forkopimda dan tokoh-tokoh agama di Maluku Tenggara dapat berpartisipasi dalam perdana nanti," pinta Bupati. 

Bupati berharap, Pemerintah sudah bisa melakukan vaksinasi kepada masyarakat yang memenuhi syarat dalam tahun 2021 ini. 

Untuk  diketahui bahwa vaksin yang diedarkan ini sudah melewati tahap uji coba klinis tahap 3 dan sudah mendapat izin penggunaan dalam masa darurat (emergency use authorization) dari Balai POM serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Ghege) 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar