Marrin News

Tinggogoy: Vaksinasi di Kota Tual Segera Dimulai Dengan Prinsip Kehati-hatian!

Plt. Kadinkes Kota Tual, drg. Max Tinggogoy menandatangani berita acara penerimaan 920 vial Vaksin Sinovac untuk penanganan pandemi Covid-19 Kota Tual, di Kantor Dinkes Setempat, Rabu (27/01/2021).Foto: Nick Renleuw. 

"Prosesi penandatangan berita acara penerimaan vaksin Sinovac disaksikan langsung oleh Wali Kota Tual Adam Rahayaan, Wawali Usman Tamnge, Ketua DPRD Hasan Borut, para asisten dan staf ahli Setda Tual, sejumlah pimpinan OPD dan jajaran Dinkes setempat. Seluruh proses ini mendapat pengamanan ketat dari pihak TNI/Polri". 

Tual, Marrinnews.com - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt. Kadinkes) Kota Tual, drg. Max Tinggogoy menegaskan pihaknya akan segera melakukan sejumlah langkah strategis termasuk evaluasi kesiapan terakhir dan penetapan waktu yang tepat dimulainya proses vaksinasi di Kota Tual.

“Kami mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena memang kedatangan Vaksin Sinovac untuk Kota Tual itu sudah lama kami nanti-nantikan. Sempat terjadi penundaan sehari dan hari ini boleh tiba,” ungkap Dokter Max sesat sesudah menandatangani berita acara penerimaan 920 vial Vaksin Sinovac untuk penanganan pandemi Covid-19 Kota Tual, di Kantor Dinkes Setempat, Rabu (27/01/2021).

Menurut Tinggogoy, pihaknya akan menangani proses vaksinasi di Kota Tual dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Prinsip itu, lanjutnya, diterapkan berkaitan dengan proses penyimpanan maupun penyuntikan Vaksin Sinovac pada warga Kota Tual.

“Kami harus menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan terlebih kami akan mempertahankan kualitas vaksin memang benar-benar ke depan itu berdampak efikasi (kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan, red) maksimal buat perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sesuai dengan petunjuk dan prosedur yang telah ditetapkan, yang menjadi sasaran utama penyuntikan vaksinasi adalah seluruh tenaga kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan di Kota Tual sendiri, sambungnya, berada di kisaran hampir 500 orang.

Dokter Max menuturkan, dosis Vaksin Sinovac yang diterima diperuntukan untuk dua kali penyuntikan. Penyuntikan pertama akan berlangsung pada hari yang ditetapkan, dan 14 hari kemudian prosesnya akan dilanjutkan pada penyuntikan yang kedua.

Sesudah vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lanjutnya, proses vaksinasi akan terus berlanjut di mana sesuai prosedur sasaran selanjutnya adalah para pejabat publik, anggota TNI/Polri dan warga masyarakat.

“Prosesnya berjalan hingga 14 hari kemudian (sesudah penyuntikan kedua) barulah bisa dikatakan bahwa semua rangkaian proses vaksinasi (untuk yang disuntik) benar-benar diharapkan sudah selesai. Prinsipnya, makin cepat, makin banyak (yang divaksin), makin cepat stop pandemi Covid-19 Kota di Kota Tual,” urainya.

Jajaran Pemkot Tual menerima kedatangan 920 vial Vaksin Sinovac yang diantar PT. Pos Indonesia dalam pengawalan ketat pihak TNI Polri di Kantor Dinkes setempat, Rabu (27/01/2021). Foto: Nick Renleuw

Pengecualian Vaksin

Dokter Max menegaskan bahwa sesuai aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, semua masyarakat berusia 18 hingga 59 tahun wajib melakukan vaksinasi.

Meski demikian, lanjut dia, ada pengecualian bagi para penyintas Covid-19 dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan lain-lain. Golongan yang masuk dalam kategori pengecualian ini, menurut Tinggogoy, tidak harus divaksinasi.

Dilansir dari laman kompas.com, beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin Covid-19, yakni pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil dan ibu menyusui, mereka yang sementara menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, autoimun, saluran pencernaan kronis, tekanan darah tinggi, penderita hipertiroid, kanker, diabetes melitus, HIV, dan tuberkulosis.

“Kata kuncinya, divaksinasi atau tidak, itu kita ditetapkan oleh seorang dokter pada meja kedua (tahapan screening sebelum divaksinasi, red). Tetap harus berproses nanti penentuannya pada meja kedua sebagai proses screening bisa divaksin atau tidak,” papar Plt. Kadinkes.

Update Kasus Aktif Covid-19

Selanjutnya, Dokter Max juga menyampaikan data terkini kasus aktif Covid-19 di Kota Tual. Menurutnya, saat ini, per tanggal 27 Januari 2021, Rumah Sakit Umum Maren Tual sebagai pusat penanganan kasus Covid-19 di Kota Tual sementara merawat pasien dengan kasus positif Covid-19 di 11 ruangan isolasi.

“Tetapi informasi yang kami dapatkan, mereka sudah menjalani pemeriksaan swab kontrol dan tinggal kami menunggu hasil swab terakhir. Kemungkinan besar itu dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Meskipun proses vaksinasi sudah akan segera dimulai di Kota Tual, Tinggogoy mengimbau dan mengingatkan seluruh warga masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, mencuci tangan dengan benar, memakai masker, dan menjauhi kerumunan.

“Sekali pun siapa pun yang sudah divaksinasi itu tetap harus disiplin melakukan protokol kesehatan 3M tanpa kecuali. Harus tetap melakukan prokes pencegahan covid-19,” pungkasnya. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar