Marrin News

Progres SALTERAI Kembangkan Budidaya Teripang di Desa Ohoitel

Ketua Kelompok Salterai, George Koljaan. FOTO/Dok. Istimewa

Langgur, Marrinnews.com - Salterai merupakan kelompok nelayan Kota Tual yang bergerak di bidang budidaya biota laut. Keberadaan kelompok ini sendiri untuk menopang program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan terutama hasil laut.

Demikian dikatakan ketua kelompok Salterai, George Koljaan dalam keterangan pers yang diterima Marrinnews.com di Langgur, Rabu (20/1/2021). 

Koljaan mengungkapkan, kelompok Salterai telah membudidayakan teripang sejak tahun 2018. Selama kurang lebih 2 tahun itu, ada saja kendala yang mereka hadapi, salah satunya terkait ketersediaan teripang di perairan laut. 

Menurut George, teripang memiliki harga jual yang sangat baik di pasaran. Sayangnya, saat ini ketersediaan teripang sudah sangat berkurang. 

"Di saat seperti sekarang untuk mendapatkan teripang, kita harus menyelam. Padahal, beberapa tahun yang lalu kita masih bisa menangkap teripang disekitar perairan pasang surut," katanya. 

Terpuruk dengan kondisi itu, lantas Koljaan dan rekan-rekannya merasa terpanggil untuk mengembangkan potensi budidaya perikanan di wilayah perairan Desa Ohoitel. 

"Saya bersama teman-teman kelompok yang didampingi oleh Dosen Politeknik Perikanan Negeri Tual akan membangun wadah budidaya teripang di Desa Ohoitel," ujar George. 

George mengklaim, tak bisa dipungkiri bahwa kondisi perairan di wilayah itu pada musim timur mengalami gelombang laut yang kuat. Kondisi ini tentunya dapat merusak wadah budidaya teripang yang dibangun.

Kendati demikian, Sekretaris Pemuda Desa Ohoitel ini sangat optimis sembari berharap, apabila wadah budidaya yang dibangun tidak mengalami kerusakan pada saat musim timur, maka budidaya teripang dapat dikembangkan secara masif di desa Ohoitel. 

Bahkan katanya, dapat dikembangkan pula pada desa lainnya yang memiliki tipe topografi pantai yang sama dengan desa Ohoitel.

Lebih lanjut, Koljaan ungkap, saat ini kelompok Salterai sementara membangun Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) guna memproduksi benih atau anakan teripang. HSRT  tersebut ditargetkan mulai beroprasi pada bulan Februari 2021. 

Pembangunan HSRT ini dilakukan atas dukungan dan kerjasama Dinas Perikanan Kota Tual, PT. Pertamina serta Politeknik Perikanan Negeri Tual. 

"Kami berencana membenihkan teripang sehingga anakan teripang yang dihasilkan akan diberikan kepada anggota kelompok dan masyarakat yang berkerinduan membudidayakannya (teripang, red)," ujarnya.

George menambahkan, anakan teripang yang diproduksi tersebut akan ditebar pada perairan desa yang menerapkan sasi, khusus untuk teripang. 

Ia menjelaskan, kombinasi penebaran benih teripang dan penerapan sasi merupakan wujud dari sea ranching berbasis kearifan lokal yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

"Sea ranching teripang adalah kegiatan menebar anakan teripang ke suatu perairan dengan harapan alam yang memelihara anakan teripang tersebut dan kita tinggal menangkapnya kembali," tutur Koljaan.

George menandaskan, diharapkan dengan beroprasinya HSRT, ketersedian anakan teripang untuk kebutuhan budidaya pembesaran dan Sea Ranching teripang berbasis kearifan lokal dapat terpenuhi. 

Dengan begitu, Kota Tual secara khusus dan Kepulauan Kei secara umum dapat dijadikan sebagai lumbung teripang Maluku. (Ghege/MN)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar