Marrin News

Warga Antusias Sambut Operasi Atasi Kelangkaan Mitan: Sangat Membantu, Semoga Krisis Ini Segera Berakhir!

Masyarakat sekitar Jalan Taar Baru, Kota Tual, tampak antusias menyambut digelarnya operasi pasar minyak tanah oleh Pemkot Tual, Sabtu (5/12/2020) sore. Foto: Nick Renleuw.

Tual, Marinnews.com – Masyarakat Kota Tual, khususnya warga sekitar Jalan Taar Baru tampak antusias dan berbondong-bondong menyambut operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah. Antusiasme warga tersebut antara lain ditunjukkan dengan kehadiran mereka ke lokasi yang telah ditentukan, bahkan beberapa jam sebelum operasi digelar.

Operasi pasar tersebut digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tual lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat bekerja sama dengan para agen minyak tanah yang antara lain berlangsung di Jalan Taar Baru, tepat di depan Tugu Selamat Datang Desa Taar, Sabtu (5/12/2020) sore.

Kepada Marinnews.com, Ama, salah seorang warga Jalan Taar Baru mengaku sangat terbantu dengan digelarnya operasi pasar kali ini. Ia mengklaim, kelangkaan minyak tanah yang berlangsung beberapa waktu terakhir di Kepulauan Kei cukup menyulitkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Su cukup lama juga katong agak susah cari akang barang nie (minyak tanah). Katong su setengah mati cari minyak tanah baru pas dapat lai dong kadang-kadang kase naik de pu harga di atas rata-rata lai. Tapi namanya kebutuhan pokok jadi mau tidak mau katong beli sah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sherly, warga Jalan Taar Baru lainnya mengungkapkan keluhan serupa. Ia mengaku bahkan beberapa kali harus beralih menggunakan kayu bakar demi menghemat penggunaan minyak tanah.

“Jadi untuk beberapa kebutuhan seperti masak nasi itu beta pakai kayu bakar saja supaya hemat minyak tanah. Cuma persoalannya nie su mau Natal baru kalo katong pakai kayu bakar terus nanti rumah bau asap, orang datang bertamu baru katong rumah bobou asap kan seng bagus,” cemasnya.

Oleh karena itu, Sherly mengapresiasi digelarnya operasi pasar minyak tanah oleh Disperindag Tual yang bekerja sama dengan pihak agen minyak tanah tersebut. Ia mengaku sangat terbantu sehingga ia berharap, operasi seperti ini untuk lebih sering digelar.

Apresiasi serupa juga datang dari Marco, warga Jalan Taar Baru lainnya yang turut antre membeli minyak tanah dalam operasi pasar kali ini. Meski demikian, Marco juga berharap agar Pemda dan pihak Pertamina segera menemukan jalan keluar jangka panjang untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah di Kepulauan Kei ini.

“Katong pasti berterima kasih sekali untuk pelaksanaan operasi semacam ini. Cuma beta harap segera ada jalan keluar supaya situasi kelangkaan minyak tanah ini dapat teratasi. Kadang-kadang beta bertanya lai: sampai kapan katong harus antri kayak begini, sementara minyak tanah ini barang yang katong perlu skali tiap hari ni?” cetusnya berharap.

Kepala Disperindag Kota Tual, Darnawati Amir (jilbab putih) bersama jajarannya hadir dan mengawal langsung pelaksanaan operasi pasar minyak tanah di Jalan Taar Baru, Sabtu (5/12/2020) sore. Foto: Nick Renleuw.




Sementara itu, Pemerintah Kota Tual juga telah berupaya keras mengatasi persoalan kelangkaan minyak tanah di wilayah ini. Kepala Disperindag Kota Tual, Darnawati Amir mengaku, pihaknya telah berupaya memetakan penyebab kelangkaan minyak tanah dan sudah bekerja keras mencari solusinya. Salah satu solusi tersebut adalah digelarnya operasi pasar ini.


“Jadi dengan metode extra dropping (penambahan penyaluran ke pangkalan) ini, kita memilih 2 (sistem/metode), jadi satu yang operasi pasar yang kita lihat seperti sekarang. Ini ada 9 titik yang diberikan kepada 3 agen,” terangnya kepada Marinnews.com di sela-sela operasi pasar..

Selain itu, Darnawati menjelaskan, pihaknya juga telah menugaskan 2 agen untuk melaksanakan pemenuhan stok pada pangkalan-pangkalan minyak tanah di wilayah Kota Tual dengan rata-rata mendapat 5 kl.

“Jadi kalau masyarakat tidak bisa beli di operasi pasar, mereka bisa belinya di pangkalan karena hari ini juga semua pangkalan yang ada pada 6 desa itu kita penuhi dengan minyak tanah. Hari ini kita keluarkan sekitar 24 kl minyak tanah untuk operasi pasar,” rincinya.

Lebih lanjut Darnawati mengatakan, selama periode bulan November pihaknya sudah melakukan operasi pasar minyak tanah sebanyak 4 kali. Sementara untuk bulan Desember, sambungnya, rencananya akan dilakukan 5 kali operasi. Operasi hari ini sendiri merupakan yang pertama untuk bulan Desember.

“Yah mudah-mudahan dengan extra dropping ini kita sudah bisa menormalkan kembali harga minyak tanah. Lalu kita berharap minyak tanah tidak dengan harga 4.000 karena standar minyak tanah itu 3.200. itu harga eceran tertinggi,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Marinnews.com, harga minyak tanah yang dijual dalam operasi pasar kali ini adalah senilai Rp. 3.200 per liter. Para pembeli minyak tanah pada operasi pasar kali ini juga diwajibkan membawa serta identitas KTP dan Kartu Keluarga. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar