Marrin News

Terkait Isu Konversi Minyak Tanah ke Gas Elpiji, Ini Kata Kepala Disperindag Tual

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual, Darnawati Amir. FOTO/Dok. MN

Tual, Marrinnews.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual, Darnawati Amir membantah isu dan spekulasi wacana konversi penggunaan bahan bakar kebutuhan rumah tangga dan UMKM dari minyak tanah ke gas elpiji sebagai penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Tual.

“Memang ada rencana Pertamina untuk pelan-pelan mengkonversi penggunaan BBM untuk tingkat rumah tangga dan UMKM itu dari minyak ke gas. Tapi untuk satu dua tahun ini, Pertamina masih memberikan kita minyak tanah bersubsidi. Jadi tidak benar bahwa itu jadi alasan kelangkaan minyak tanah beberapa waktu terakhir,” ungkap Darnawati kepada Marrinnews belum lama ini (11/12/2020).

Meski demikian, Darnawati mengakui, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam beberapa tahun ke depan wilayah Kota Tual juga akan menerapkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji, sama seperti yang sudah terjadi di mayoritas daerah lain di Indonesia.

“Tapi untuk saat ini, satu dua tahun ini kita masih menggunakan minyak tanah. Sekarang ini juga Pertamina sudah gencar melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan gas untuk keperluan rumah tangga pun UMKM,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak tanah yang terjadi di Kota Tual dan sekitarnya beberapa waktu terakhir cukup meresahkan dan menjadi perbincangan di kalangan warga masyarakat. Masyarakat mengalami sedikit kesulitan dalam hal aksesibilitas maupun keterjangkauan harga untuk bisa memperoleh minyak tanah.

Persoalan tersebut kemudian melahirkan sejumlah spekulasi, salah satunya adalah terkait isu konversi penggunaan bahan bakar kebutuhan rumah tangga dan UMKM dari minyak tanah ke gas elpiji yang dituding sebagai salah satu penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Tual dan sekitarnya.

Bukan hanya membantah wacana konversi bahan bakar, beberapa waktu lalu (5/12/2020), Kepala Disperindag Tual juga telah menyebutkan sejumlah penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Tual yakni pengurangan jatah dari Pertamina, perubahan pola mata pencaharian warga akibat Covid-19, penggunaan mitan untuk kepentingan transportasi laut, serta adanya pangkalan dan pengecer nakal yang menimbun dan menaikan harga.

Pihak Disperindag Tual pun sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah di daerah ini salah satunya adalah lewat digelarnya operasi pasar minyak tanah murah dengan metode extra dropping (penambahan penyaluran ke pangkalan). Sejauh ini, operasi tersebut sudah dilaksanakan sebanyak 4 kali di bulan November 2020. Rencananya, operasi serupa akan dilaksanakan sebanyak 5 kali di bulan Desember 2020. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar