Marrin News

Papalele di Pasar Langgur Belum Tertib, Tamnge: Agak Sulit 'Butuh Kesadaran'

Kondisi Terkini Aktivitas Pedagang di Pasar Rakyat Langgur-Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (7/12/2020). FOTO/Dok. Ghege

Langgur, Marinnews.com - Fenomena penggunaan bahu atau emperan jalan sebagai tempat berjualan oleh para pedagang atau papelele di area Pasar Rakyat Langgur (Pasar sayur-mayur)-Kabupaten Maluku Tenggara, semakin tak terbendung. Kondisi ini tentu mengganggu ketertiban dan kenyamanan para pengguna jalan, seperti pengendara kendaraan. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Maria Theresia Tamnge menjelaskan, lokal los atau tempat berjualan di ruang pasar Langgur telah dibagi per desa. Sehingga tiap desa memiliki tempat untuk berjualan di dalam gedung tersebut. 

"Sebenarnya semua sudah diinventarisir. Jadi semua desa ada lokalnya," kata Theresia Tamnge kepada awak Marin News di Langgur, Jumat (4/12/2020). 

Menurut Tamnge, tempat di dalam ruang pasar masih memungkinkan untuk semua pedagang berjualan disitu. 

"Kan, misalnya seorang pedagang membawa barang dagangan sebanyak 10 karung, pasti isi dari 10 karung itu tidak semuanya ditumpuk, hanya sebagian saja yang ditaruh diatas meja sebagai sampel saja untuk orang beli," katanya mengandaikan. 

"Kalau sudah dibeli, kemudian baru  ditumpuk lagi. Dengan begitu, tempat itu cukup untuk ditempati. Tetapi kalau semua barang dagangan mau digelar diatas tempat itu, tentu tidak akan cukup," tuturnya menambahkan. 

Meski demikian, Tamnge ungkap, para pedagang dari desa-desa ini (Papalele dadakan) terkadang, tidak suka menempati tempat didalam gedung. Para pedagang ini cenderung lebih suka berjualan diluar (emperan jalan), karena merasa bahwa kalau berjualan diluar, barang dagangannya cepat laris terjual. 

"Jadi bukan saja pedagang dari desa, tetapi Papalele Tetap pun suka berjualan diluar, walaupun sudah ada tempat didalam gedung," sebutnya. 

Nona Tamnge (Sapaan akrab Kepala Bapenda Malra) mengklaim, pada kenyataannya juga bahwa masyarakat atau pembeli terkadang malas untuk berbelanja didalam. Mereka (pembeli) lebih memilih berbelanja di para pedagang yang berada di emperan jalan. 

Lebih lanjut, Tamnge akui, pihaknya bersama jajaran Satuan Pol PP telah melakukan penertiban berulang kali. Hanya saja, upaya tersebut belum menuai hasil sebagaimana mestinya. 

Tamnge menilai, belum ada kesadaran dari para pedagang atau papelele. Hal itu lantaran, hampir setiap hari pedagang diberi peringatan, namun tak pernah dihiraukan. 

"Belum ada kesadaran untuk hal ini, sehingga memang agak sulit untuk kita tertibkan. Kita sudah mencoba dan kelihatannya sekarang sudah terlihat rapi, ketimbang kondisi sebelumnya. Tetapi itu pun jika ada petugas barulah mereka tertib, tetapi kalau tidak ada petugas, mereka kembali lagi berjualan di emperan jalan," beber Nona. 

Untuk itu, ia katakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Kepala Pasar Langgur terkait kondisi ini. Atas komunikasi itu, akan ada upaya lebih tegas dari Kepala Pasar bekerja sama dengan pihak SatPol PP, sehingga los didalam gedung bisa ditempati. 

Sekalipun terkesan agak sulit, Tamnge berkomitmen untuk menangani permasalahan tersebut. Proses penertiban, katanya, akan tetap dilakukan dengan berbagai pendekatan sosial. 

"Cukup sulit ada kesadaran itu, sehingga memang pelan-pelan akan kita tertibkan. Kita akan senantiasa berupaya menertibkan mereka, tetapi pula bahwa kami butuh adanya kesadaran dari para pedagang, sehingga Pasar ini bisa kembali teratur," tegas Nona. 

Aktivititas di Pasar Rakyat Langgur (Jalan menuju pintu keluar Pasar), Senin (7/12/2020). FOTO/Dok. Ghege

Pantauan terkini Marin News, Senin (7/12/2020) pagi, aktivitas berjualan di emperan dan bahu jalan di sepanjang ruas jalan Pasar Langgur (Pasar sayur-mayur) hingga pintu keluar, masih tetap dilakukan. Ada upaya penertiban oleh salah satu petugas keamanan Pasar, namun sejauh ini usaha tersebut tidak juga dihiraukan para pedagang. (Ghege) 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar