Marrin News

Lagi! Pemkot Tual Lewat Disperindag Gelar Operasi Pasar Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Masyarakat sekitar Jalan Taar Baru, Kota Tual, tampak antusias menyambut digelarnya operasi pasar minyak tanah oleh Pemkot Tual, Sabtu (5/12/2020) sore.


Tual, Marinnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat kembali melakukan operasi pasar minyak tanah murah. Operasi pasar minyak tanah kali ini berlangsung di Jalan Taar Baru, tepat di depan Tugu Selamat Datang Desa Taar, Sabtu (5/12/2020) sore.

“Operasi minyak tanah hari ini adalah extra dropping (penambahan penyaluran ke pangkalan) yang memang diminta Pemerintah Kota Tual dalam rangka mengatasi lonjakan penggunaan minyak tanah yang terjadi beberapa bulan ini,” jelas Kepala Disperindag Kota Tual, Darnawati Amir kepada Marinnews.com di sela-sela operasi pasar.

Kepala Disperindag Kota Tual, Darnawati Amir (jilbab putih) bersama jajarannya hadir dan mengawal langsung pelaksanaan operasi pasar minyak tanah di Jalan Taar Baru, Sabtu (5/12/2020) sore. Foto: Nick Renleuw.


Menurut Darnawati, operasi mengatasi kelangkaan minyak tanah di Kota Tual ini rencananya akan berlangsung hingga momen Natal dan Tahun Baru. Dalam operasi tersebut, pihaknya akan menghabiskan sekitar 100 kl (kilo liter) minyak tanah. Jumlah tersebut, lanjutnya, di luar jatah reguler yang memang sudah diberikan dari agen ke pangkalan minyak tanah.

Lebih lanjut Darnawati mengatakan, selama periode bulan November pihaknya sudah melakukan operasi pasar minyak tanah sebanyak 4 kali. Sementara untuk bulan Desember, sambungnya, rencananya akan dilakukan 5 kali operasi. Operasi hari ini sendiri merupakan yang pertama untuk bulan Desember.

Terkait metode yang digunakan, Darnawati menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan 2 sistem. Pertama adalah dengan melaksanakan operasi pasar minyak tanah, dan kedua adalah dengan pemenuhan stok minyak tanah di pangkalan.

“Jadi metode extra dropping ini, kita memilih 2 (sistem/metode), jadi satu yang operasi pasar yang kita lihat seperti sekarang. Ini ada 9 titik yang diberikan kepada 3 agen,” terangnya.

Selain itu, Darnawati menjelaskan, pihaknya juga telah menugaskan 2 agen untuk melaksanakan pemenuhan stok pada pangkalan-pangkalan minyak tanah di wilayah Kota Tual dengan rata-rata mendapat 5 kl

“Jadi kalau masyarakat tidak bisa beli di operasi pasar, mereka bisa belinya di pangkalan karena hari ini juga semua pangkalan yang ada pada 6 desa itu kita penuhi dengan minyak tanah. Hari ini kita keluarkan sekitar 24 kl minyak tanah untuk operasi pasar,” rincinya.

Ia menambahkan, harga minyak tanah yang dijual dalam operasi pasar kali ini adalah senilai Rp. 3.200 per liter. Nilai itu, katanya, sudah merupakan harga eceran tertinggi minyak tanah. Selain itu, para pembeli minyak tanah pada operasi pasar kali ini juga diwajibkan membawa serta identitas KTP dan Kartu Keluarga.

“Harapan kami bahwa operasi minyak yang kami lakukan ini bisa membantu. Kami tahu bahwa ini tidak cukup untuk memnuhi kebutuhan rumah tangga banyak masyarakat. Tapi minimal bisa membantu persoalan-persoalan yang ada,” pungkasnya.

APMS CV Ulfa Mutia saat melayani warga


Berdasarkan pantauan Marinnews.com, operasi pasar minyak tanah dimulai sekitar pukul 17.00 WIT hingga selesai dalam waktu sekitar 1-2 jam. Masyarakat sekitar Jalan Taar Baru tampak antusias dan berbondong-bondong menyambut operasi pasar kali ini. Bahkan ada yang sudah hadir dan menunggu sejak beberapa jam sebelum operasi pasar digelar. Mereka mengantre dengan tertib untuk dilayani Disperindag Tual dan pihak agen minyak tanah. (Nick Renleuw)


Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar