Marrin News

Kadis Dukcapil: Stok Blangko KTP Kota Tual Selalu Tersedia

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Tual, Ongen Bakri Kabalmay. FOTO/Dok. Istimewa. 

Tual, Marinnews.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Tual, Ongen Bakri Kabalmay menyatakan, stok blangko KTP untuk wilayah Kota Tual selalu tersedia dan tidak pernah habis. 

Hal tersebut diungkapkannya menanggapi isu yang selalu beredar di masyarakat bahwa stok blangko KTP Disdukcapil Tual sering habis sehingga memperlambat pelayanan publik di instansi yang dipimpinnya tersebut.

“Sebenarnya, (pelayanan) di Capil (Disdukcapil Tual) ini tidak ada yang lama, cuma masyarakat saja mungkin dari mulut ke mulut. Biasanya ada yang bilang di Capil sana setengah mati, pelayanan lama, karena mungkin mereka tidak pernah datang ke sini, cuma dengar dari mulut ke mulut,” ungkap Bakri kepada Marinnews di ruang kerjanya (1/12/2020).

“Sama seperti blangko KTP. Dong dari mulut ke mulut bilang blangko KTP habis, ini dua kabupaten (Kabupaten Malra dan Kota Tual) kembar ini kan dekat, jadi mungkin ada yang orang kabupaten bicara blangko tidak ada dong kira mangkali Tual punya yang tidak ada,” lanjutnya kesal.

“Kan orang Kei di Tual - Langgur ini sama (sering berinteraksi). Jadi mungkin dalam mobil dorang ngobrol, trus penumpang ini dia mungkin ada tetangga mau pi urus (KTP), eh dong bilang blangko seng ada padahal blangko kita punya paling banyak,” jelas Bakri mengklarifikasi.

Bahkan, Bakri mengklaim, Disdukcapil Kota Tual sering menjadi tempat tujuan peminjaman blangko KTP dari kabupaten/kota sekitar. Ia mencontohkan, dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Aru dan bahkan Kota Ambon beberapa kali meminjam blangko KTP dari Kota Tual.

Meski punya stok berlimpah, tak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan blangko KTP di Disdukcapil Tual bukannya tanpa masalah. Sebab, menurut Bakri, beberapa waktu lalu, stok blangko KTP sempat menipis karena adanya kerusakan. 

Namun, hal itu langsung diantisipasi pihaknya agar stok blangko yang ada tidak sampai habis dan menyulitkan masyarakat yang hendak mengurus KTP.

“Kemarin itu katong pu blangko terbanyak, cuma 4000 itu rusak bayangkan sah, katong minta ganti tapi Jakarta bilang seng bisa lay, karena itu 2018. Tapi beta su antisipasi jadi kemarin beta pinjam 650 dari Capil Malra, kemudian 500 dari Capil Dobo. Kemudian kemarin lagi dapat bantuan 1500 dari Capil yang di Ambon. Jadi seng ada lagi yang bilang blangko habis. Tetap blangko ada!” tegasnya.

Senada hal itu, Kabalmay mengimbau masyarakat untuk tidak ragu apabila hendak mengurus KTP di Disdukcapil Tual. Ia bahkan meminta warga yang membutuhkan pelayanan pembuatan KTP untuk datang dan mengalami sendiri pengurusan KTP di Disdukcapil Tual.

“Kalau mau datang sini, datang saja tidak usah melalui orang lain, apa lagi KTP. Yang urusan KTP itu kan seng boleh (lewat orang lain). Orang (lain) itu (ada yang) biasanya manfaatkan KTP itu untuk dia mau manfaatkan katorang pu masyarakat punya identitas-identitas itu untuk dia mau pi pinjam uang ka, mau gadai ka, kan begitu?” ujarnya mengingatkan.

Kabalmay mengingatkan juga agar masyarakat yang memiliki tanggal masa berlaku KTP-nya sudah habis untuk tidak khawatir dan tetap menggunakannya. Lantaran menurutnya, peraturan perundang-undangan terbaru menegaskan bahwa KTP yang masa berlakunya habis tetap dapat dipergunakan. 

Kecuali, tambahnya, apabila bentuk fisik KTP mengalami kerusakan, pihaknya pasti akan menggantinya.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu memang ada keluhan dari masyarakat bahwa ada kendala dari lembaga-lembaga keuangan terkait KTP yang sudah habis masa berlakunya. Namun, pihaknya langsung merespons keluhan tersebut dengan melakukan sosialisasi kepada semua lembaga perbankan terkait hal itu sehingga sudah tidak ada masalah lagi.

Bakri juga mengajak warga masyarakat yang mungkin dalam urusan publik lainnya mengalami kendala karena ketidakcocokan data antara KTP dan Kartu Keluarga misalnya, untuk tidak ragu dan datang mengurusnya di Disdukcapil Tual. Ia mengaku pihaknya akan melayani dengan senang hati dan gratis.

“Pelayanan-pelayanan sekarang ini, tidak ada yang menyusahkan masyarakat malah kita membantu. Aturan itu 2 minggu sampai 3 minggu perekaman baru ambil KTP, sekarang tidak. Itu aturan, amanat aturan," sebutnya. 

"Kamong (kalian) datang saja, kalau memang bisa jadi hari ini, kenapa harus tunggu besok atau lusa. Gratis! Jadi (prinsipnya) Capil itu lebih membahagiakan masyarakat,” pungkas Kabalmay. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar