Marrin News

DKPP Maluku Tenggara: Ve'e Kes Yang Tetap Berkelanjutan

Aktivitas Pembersihan Ve'e Kes Yang. FOTO/Dok. Ghege

Langgur, Marinnews.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara, Felix B. Tethol menyatakan, Ve'e Kes Yang (kebun perbekalan) yang digagas Pemerintah Daerah setempat dan telah dijalankan beberapa bulan kemarin, akan tetap berkelanjutan. 

"Ada anggaran atau tidak ada anggaran, selama belum ada bangunan yang didirikan di atas lahan tersebut, kebun ini (Ve'e Kes Yang) tetap akan dikelola secara berkelanjutan," ungkap Felix Tethol di Langgur (4/12/2020). 

Tethol menjelaskan, di awal masa pandemi COVID 19, ada kekhawatiran akan terjadi krisis pangan di daerah ini. Untuk itu, Bupati M. Thaher Hanubun mengeluarkan kebijakan berkebun diatas lahan milik Pemda Malra. 

Demikianlah, kemudian program Ve'e Kes Yang hadir untuk meminimalisasi dampak tersebut. Lebih dari itu, tambah dia, sasaran dari kebun ini untuk mengatasi permasalahan pangan masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan kebun. Sasaran hasil dari kebun ini juga diperuntukan bagi warga marginal perkotaan dan tidak diperjualbelikan. 

Dibalik kemunculan Ve'e Kes itu sendiri, masyarakat desa di negeri berjuluk Larvul Ngabal ini kemudian terpacu untuk berkebun. Alhasil, stabilitas ketahanan pangan dapat terjaga hingga saat ini. 

Seiring waktu, Tethol katakan, kebijakan kini beralih dari upaya ketahanan pangan menuju pemulihan ekonomi masyarakat. Dengan begitu, Ve'e Kes Yang akan terus berlanjut dan dikelola oleh masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan berkebun. 

"Awalnya katong kerja kebun hanya untuk mengatasi persoalan perut, tapi sekarang selain untuk makan, namun juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Jadi, kebun ini nantinya akan diserahkan ke masyarakat untuk dikelolanya, sehingga dapat meningkatkan ekonomi sehari-hari," ujar Felix. 

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersedian dan Distribusi Pangan, Apolinaris Jaftoran mengungkapkan, luas lahan Ve'e Kes Yang kini berukuran kurang lebih 11 hektar. Bahkan, diperkirakan masih akan terus bertambah. Tambahan luas tersebut dilakukan atas kesadaran dan upaya masyarakat sendiri. 

"Sudah ada kesadaran tinggi dari masyarakat yang berkebun di lahan ini, karena seperti yang disampaikan mereka (warga yang berkebun di lahan Ve'e Kes Yang) bahwa lahan itu sudah mereka buka tambah lagi ke belakang, jauh dari yang katong (Pemda) harapkan. Masyarakat yang buka sendiri dengan menggunakan cara mereka sendiri," katanya. 

Menurut Apo (sapaan akrab), pihaknya akan tetap mendukung apapun upaya dan kerja keras yang telah dilakukan warga. Proses pendampingan bagi warga hingga kebutuhan, seperti bibit dan pupuk akan disediakan Distan Malra. 

"Jadi, kami akan menyesuaikan dengan lokasi baru yang sudah dibuka oleh warga. Seperti yang diharapkan Pa Kadis terkait kebun ini, maka ada ada hal-hal yang kedepannya akan kami benahi, salah satunya peningkataan layanan pendampingan bagi warga petani," terangnya. 

Ia menambahkan, pengelolaan Ve'e Kes akan tetap melibatkan setiap OPD pada lingkup Pemkab Malra. Hal ini dimaksudkan agar para ASN dapat menjadi motivator bagi masyarakat. 

"Untuk bibit dan pupuk di setiap lokasi yang dikelola OPD, kami arahkan agar disediakan sendiri oleh mereka (tiap OPD). Bibit dan pupuk ini kan harganya tidak seberapa, jadi mereka bisa swadaya sendiri," katanya. 

Jaftoran menandaskan, Ve'e Kes Yang kedepannya akan diahlikan untuk dikelola sepenuhnya oleh warga. Jumlah warga yang berkebun, sesuai data sementara kurang lebih 50 orang. "Akan diverifikasi ulang lagi, karena kemungkinan masih ada penambahan," sebut dia. (Ghege) 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar