Marrin News

Bupati Thaher Kunjungi Kecamatan KKT dan KKTS di Perayaan Natal ke II

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun menyerahkan bingkisan Natal kepada Jemaat kampung baru Ohoi Elaar Lamagorang yang diwakilkan Pendeta Jemaat setempat, Sabtu (26/12/2020). FOTO/Dok.Gg

Langgur, Marrinnews.com - Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun mengunjungi wilayah Kecamatan Kei Kecil Timur (KKT) dan Kei Kecil Timur Selatan (KKTS) di hari kedua perayaan Natal 2020, Sabtu (26/12). 

Dalam agenda kunjungan ke wilayah KKTS, Bupati menyambangi warga jemaat GPM kampung baru, Ohoi Elar Lamagorang. Sedangkan di wilayah KKT, berpusat di balai Ohoi Rumaat. 

Pada kesempatan itu, Bupati membagikan sejumlah bingkisan Natal, berupa sembako. Selain itu, ia turut langsung berdiskusi dan menyerap aspirasi dari masyarakat di dua wilayah tersebut. 

Dibalik moment pertemuan orang nomor satu di bumi Larvul Ngabal dengan warga jemaat kampung baru Ohoi Elaar, nampak begitu mengharukan. Hal itu lantaran, 14 tahun lamanya sejak hadirnya jemaat kecil di ohoi Elaar ini, tak sekalipun menerima bantuan pemerintah. 

Lantas saat menyampaikan aspirasi, dua perwakilan jemaat yang menyampaikannya sempat meneteskan air mata. Luapan yang sama pun terpancar dari wajah Bupati Thaher.

Terdapat beberapa keluhan dan harapan masyarakat terkait perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah itu, yakni air bersih, jalan dan perumahan. 

Mendengar hal itu, Bupati langsung merespon dan memerintahkan beberapa Kepala OPD dan Kepala Bagian terkait yang hadir saat itu juga  untuk menindaklanjutinya, baik di akhir tahun ini maupun di awal tahun 2021. 

Usai pertemuan, Bupati meninjau lokasi air bersih dan perumahan setempat. Setelah itu pertemuan kembali dilanjutkan di Kecamatan KKT dengan agenda yang sama. 
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun meninjau sumur air di kampung baru Ohoi Elaar Lamagorang. FOTO/Dok. Gg
Bupati Hanubun menjelaskan, kunjungannya tersebut semestinya dilakukan dari ohoi ke ohoi. Namun, mengingat situasi pandemi dan maklumat Kapolri tentang tidak diperkenankannya kegiatan yang mengumpulkan kerumunan, sehingga agenda kunjungan hanya dilakukan di tempat tertentu saja, dengan tidak melibatkan banyak orang. 

Thaher menegaskan, kunjungan ini selain untuk bersilahturami hari raya Natal, juga untuk menyerap langsung aspirasi dari masyarakat. Bukan tentang persoalan politik ataupun urusan kepentingan pribadi lainnya. 

"Masyarakat punya hak untuk hidup. Untuk itu, Pemerintah harus membuka mata, buka hati untuk melihat. Maka lewat kesempatan berbahagia ini, saya ingin mendengar langsung kebutuhan pembangunan yang diinginkan masyarakat di wilayah ini. Bukan untuk persoalan politik, melainkan kemanusiaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya. 

Bupati mengungkapkan, dirinya menginginkan adanya transparansi manajeman pembangunan di tahun 2021 nanti. Untuk itu, ia berharap, permasalahan pembangunan di ohoi-ohoi tak boleh ditutup-tutupi. Begitu pula di lingkup pemerintahan. 

"Saya minta, jika diketemukan ada sesuatu yang tidak beres menyangkut pembangunan di ohoi, segera laporkan ke saya. Saya pastikan hari itu juga kepala  dinas terkait akan saya panggil untuk selesaikan permasalahan tersebut," katanya. 

Beberapa permasalahan pun disoroti Thaher dalam pertemuan dimaksud, seperti program perumahan (beda rumah), tempat-tempat ibadah, inovasi pembangunan ohoi, dan kebutuhan dasar air bersih.

Terkait program beda rumah, menurut Bupati, seringkali diketemukan adanya data atau dokumen palsu penerima bantuan. 

"Data yang diberikan seringkali tidak benar. Misalkan, orang yang tidak layak mendapat bantuan tersebut, tetapi tetap saja didaftarkan. Untuk itu, saya berharap adanya kerjasama yang baik dari masyarakat, kepala ohoi dan kepala dinas terkait," ujar dia. 

Lebih lanjut, terkait pembangunan sarana peribadatan. Thaher menegaskan, bagi Gereja ataupun Masjid di ohoi-ohoi yang telah menerima anggaran dari Pemda di tahun 2020, agar secepatnya diselesaikan. Hal yang sama berlaku juga untuk tempat-tempat ibadah yang menerima bantuan anggaran di tahun 2021 nanti. 

"Bagi ohoi-ohoi yang sudah dan nantinya akan terima di tahun 2021 mendatang, saya minta agar jangan lama-lama dalam membangunnya. Ketika anggaran sudah diterima, harus segera dikerjakan agar cepat selesai," pintanya. 

Ia menambahkan, bagi Gereja ataupun Masjid yang belum mendapatkan bantuan Pemerintah, akan diupayakan juga anggarannya  sehingga di tahun 2022, semua sarana peribadatan sudah rampung dibangun. 

Sementara terkait pembangunan ohoi, Bupati menginginkan agar adanya perubahan sistem perencanaan, dimana setiap ohoi harus menciptakan satu inovasi pembangunan (One Vilage One Inovation-satu ohoi satu inovasi). 

"Perencanaan itu tidak lagi harus bersifat top down. Artinya bahwa Bupati menginginkan seperti ini, lalu ohoi harus mengikutinya. Jangan, saya tidak pernah menginginkan hal seperti itu," ungkap Hanubun. 

"Yang saya inginkan adalah proses pembangunan ohoi yang dulunya dilakukan dan tidak berjalan efektif, tetapi masih saja dilakukan agar harus segera dihentikan. Setiap ohoi harus membuat perubahan dengan menghadirkan inovasi pembangunannya sendiri," terang Bupati. 

Hanubun berkomitmen, selama masa pemeritahannya ini, ia akan menyelesaikan sejumlah pembangunan di wilayah tersebut, terutama seperti jalan, lampu, air bersih, tempat ibadah dan perumahan. 

"Untuk melayani semua kebutuhan, pasti tidak akan mungkin mengingat keterbatasan anggaran daerah. Tetapi paling tidak, kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama ketersediaan air bersih harus terpenuhi. Terkait hal lainnya akan disesuaikan," tandasnya. (Ghege) 
Kunjungan Bupati Malra, M. Thaher Hanubun bersama perwakilan masyarakat Kecamatan Kei Kecil Timur di balai Ohoi Rumaat, Sabtu (26/12/2020). FOTO/Dok. Gg

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar