Marrin News

Bingkisan Natal Bupati MTH dan Kisah Pilu Petugas Kebersihan di Maluku Tenggara

Ketua Tim PKK Kabupaten Maluku Tenggara, Eva Eliya Hanubun membagikan paket bingkisan Natal kepada para petugas kebersihan di pelataran kantor Dekranasde setempat, Kamis (24/12/2020). FOTO/Gg

Langgur, Marrinnews.com - Di perayaan Natal kali ini, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun kembali memberikan paket bingkisan bagi petugas kebersihan di bumi Larvul Ngabal. 

Bingkisan berupa sembako tersebut telah diserahkan langsung oleh Bupati bersama Ketua Tim PKK Malra, Eva Eliya Hanubun, bertempat di pelataran kantor Dekranasde setempat, Kamis (24/12/2020) pagi. 

Bupati mengatakan, bingkisan itu merupakan sumbangsih kasih dan kepeduliannya bagi para petugas kebersihan yang senantiasa membersihkan ruas-ruas jalan ibukota Langgur dan sekitarnya. 

Bagi Thaher, para petugas kebersihan adalah bagian yang tak terpisahkan dari wujud kemajuan pembangunan di daerah ini. Apalagi, kata dia, tanpa para petugas ini, daerah ini takan terlihat indah, bersih dan asri. 

Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi kinerja para petugas yang selama ini telah bekerja begitu luar biasa, sehingga ibukota kabupaten dapat senantiasa terjaga kebersihannya. 

"Kalau misalkan tidak ada mereka (petugas kebersihan, red), apakah jalan dan daerah ini ada cahanya? Zeng ada (tidak ada, red), pasti kotor, badaki dan orang akan jiji melihat daerah ini," ujarnya. 

Disisi lain, Hanubun mengungkapkan kekesalannya terhadap masyarakat yang tidak menghargai keberadaan para petugas kebersihan. Mengingat, seringkali sampah-sampah plastik dan lainnya di buang sembarangan, tanpa memperdulikan aturan dan kerja keras petugas kebersihan. 

"Terima kasih bagi para petugas kebersihan. Semoga masyarakat di daerah ini kedepan dapat memahami dan menghargai pentingnya kebersihan. Selamat merayakan hari raya Natal 2020, damai sukacita senantiasa beserta kita, sehingga kita dapat bersama-sama (it foing fo kud, it faung fo banglu) dalam menata dan membangun daerah ini ke arah lebih baik lagi," ucap Bupati. 

Orang nomor satu Malra ini menandaskan, bingkisan Natal yang diberikan tak seberapa. Namun, kiranya tak dilihat dari besar kecil bingkisan tersebut, melainkan kasih yang diberikan.

Sementara itu, salah satu petugas kebersihan, Yonas Rahayaan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Thaher dan istri, yang senantiasa dari tahun ke tahun sejak memimpin daerah ini, begitu peduli dengan para petugas kebersihan. 

"Walaupun kondisi alam seperti saat ini (hujan gerimis, red) tetapi karena kasih sayangnya yang begitu dalam kepada kami, sehingga apapun itu beliau tetap menyempatkan waktu bertemu dan memberikan bingkisan ini kepada kami," ujar Yonas kepada awak media di Langgur usai pembagian paket bingkisan. 

Bagi Rahayaan, wujud kasih sayang dan perhatian yang ditunjukan mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini adalah harta terindah yang mereka dambakan selama ini. Lantas, ia pun berharap, wujud kepedulian ini senantiasa berkelanjutan. 

Senada dengan Rahayaan, Yuli Rahanra mengaku bangga dengan kehadiran Bupati Thaher Hanubun. 

"Kami bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pa Bupati Thaher, karena selama ini tidak ada yang memperhatikan kami, hanya beliau sajalah yang selalu ada dan memperhatikan kami," ucapnya. 

Petugas Kebersihan, Yonas Rahayaan saat di wawancarai awak media usai pembagian paket sembako. FOTO/Dok. Gg

Ketersediaan Penunjang Kerja

Yonas ungkap, fasilitas penunjang kerja, seperti kendaraan, pakaian kerja, masker, sarung tangan dan lain sebagainya masih sangat minim. 

"Situasi sekarang kan ada pandemi COVID-19, jadi kami juga harus mentaati protokol kesehatan, sehingga seperti masker dan sarung tangan harus selalu ada untuk kami," katanya. 

Selain itu terkait BPJS Ketenagakerjaan, menurut dia, dari kurang lebih 171 petugas yang ada, sekitar 20 petugas yang telah terdaftar sebagai peserta. 

"Kami minta agar hal ini menjadi prioritas utama, karena selama ini belum semua petugas terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Baru 20 orang yang masuk, namun yang terima belum sampai 5 orang," beber Rahayaan. 

Petugas Kebersihan, Yuli Rahanra saat di wawancarai awak media usai pembagian sembako. FOTO/Dok. Gg

Harus Ada Perda

Yuli Rahanra menyatakan, Peraturan daerah (Perda) terkait penanganan sampah di daerah ini, secepatnya harus ditetapkan dan diberlakukan. Oleh karena, menurut dia, belum ada kesadaran dari masyarakat dalam menjaga kebersihan. 

"Kami minta agar harus segera ada aturan yang mengikat, karena saat kami sapu kedepan, ada yang buang kotor dibelakang."Saat kami tegur, mereka (pembuang sampah) bilang ini sudah menjadi tugas anda, tugas anda sebagai petugas pembersihan kota harus membersihkan," ucap dia meniru perkataan pembuang sampah. 

Rahanra katakan, pihaknya menyadari sungguh bahwa itu adalah tugas dan tanggung jawab mereka. Meski begitu, ia menegaskan, mereka hanyalah manusia biasa.

 "Kami hanyalah seorang perempuan dan ibu yang mencari nafkah untuk membiayai anak sekolah, tetapi ketika kami ditegur balik dengan nada kasar seperti itu, hati kami menangis. Semoga kedepan, kami tidak diperlakukan lagi seperti itu, maka satunya-satunya cara, yakni harus ada aturan yang mengikat agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan," tandasnya. (Ghege) 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar