Marrin News

Uskup Agung Merauke Pimpin Misa Krisma di Stasi Ohoiren

Prosesi Penerimaan Sakramen Krisma oleh Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC di Gereja Santa Maria Ratu Rosario Stasi Ohoiren-Paroki Ohoidertutu, Sabtu (14/11/2020). FOTO/Doc. Ghege.

Langgur (Ohoiren), Marrinnews.com - Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC memimpin perayaan Misa penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Ratu Rosario, Stasi Ohoiren-Paroki Hati Kudus Yesus Ohoidertutu, Sabtu (14/12020). Misa dimulai sekitar pukul 09.00 WIT. 

Dalam perayaan ini, Uskup Mandagi didampingi tiga belas Pastor. Turut pula Wakil Uskup Wilayah Kei Kecil RD. Eko Reyaan. Perayaan berlangsung khidmat. 

Sekitar 602 anak yang menerima sakramen krisma dalam misa tersebut. Mereka berasal dari beberapa stasi/ohoi, diantaranya Yatwav, Ohoidertom, Ohoidertutu, Somlain, Ohoiren dan Tanimbar Kei.

Uskup Mandagi yang juga menjabat Administrator Apostolik Keuskupan Amboina itu dalam homilinya, menyoroti perilaku iman umat Katolik di zaman ini yang telah terkontaminasi dengan gaya hidup kekinian, dimana kuasa hawa nafsu dan keserakahan duniawi telah merasuki pikiran dan perbuatan, ketimbang buah perilaku Roh Kudus. 

Akibatnya keretakan dan konfilk seringkali muncul dan merusak tatanan hidup, baik antara keluarga didalam rumah itu sendiri  maupun dengan keluarga lainnya. 

Salah satu permasalahan yang ditekankan Uskup saat itu, yakni tentang perebutan kekuasaan Kepala ohoi (desa) yang kerap menimbulkan perpecahan akhir-akhir ini di Bumi Larvul Ngabal. 

Uskup meyatakan perilaku hidup seperti itu, sejatinya telah dirasuki dengan kuasa setan. Meski begitu, kuasa itu bisa dikalahkan hanya oleh Roh Kudus. 

"Kuasa-kuasa setan itu bisa dikalahkan oleh Roh Kudus. Maut dikalahkan oleh Roh Kudus  melalui kebangkitan Yesus, maka demikian juga kuasa-kuasa dosa bisa dikalahkan oleh Roh Kudus," ucapnya. 

Untuk itu, Uskup menegaskan, kehadiran Roh Kudus sangat penting dalam kehidupan orang per orang dan keluarga. 

"Marilah saudara-saudari sekalian kita teguhkan kepercayaan kita akan kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus itu senantiasa hadir diantara kita, percayalah. Jika kita tidak percaya, roh-roh jahat pasti akan berkuasa atas hidup kita," tutur Petrus. 

Uskup kelahiran Tombulu-Minahasa, Sulawesi Utara 27 April 1949 ini menandaskan, jalan satunya-satunya untuk bisa mempercayai kehadiran Roh Kudus, adalah dengan berdoa. "Rajinlah berdoa, pergi ke Gereja, pengakuan dosa dan menerima Sakramen Ekaristi," ajaknya. 

Perayaan Misa Krisma di Paroki Ohoidertutu berlangsung kurang lebih dua jam lamanya. Turut hadir dalam perayaan ini, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Camat Kei Kecil Barat Yopi Rahayaan, Anggota DPRD Malra asal Dapil III A. Markus Teniwut, Kapolsek KKB dan umat Paroki setempat. 

Untuk diketahui, sebelum perayaan Misa ini, kehadiran Uskup Mandagi bersama rombong disambut dengan ritual adat di gerbang masuk ohoi Ohoiren. Selanjutnya, Yang Mulia diarak dengan tandu menuju Woma (pusat kampung) El Elken Ohoi Ohoiren. 

Di Woma itu, Uskup melakukan pemberkatan. Selain Woma, Uskup juga memberkati menara lonceng Gereja Stasi Ohoiren. (Ghege) 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar