Marrin News

Teladani Semangat Para Pahlawan, Ini Pembuktian Pemkot Tual


Tual, Marrinnews.com.- Wali Kota Tual Adam Rahayaan menegaskan bahwa Pemkot Tual sejatinya sudah dan masih akan terus berjuang meneladani semangat para pahlawan. Hal ini diungkapkannya kepada awak media usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 di Kantor Balai Kota Tual, Selasa (10/10/2020).

Rahayaan menggarisbawahi kembali amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P. Batubara yang dibacakannya saat pelaksanaan upacara. Menurutnya, semangat para pahlawan tidak hanya dilihat secara fisik seperti berjuang dengan menggunakan bambu runcing serta mengerahkan segenap pikiran dan tenaga bahkan mengorbankan darah dan nyawa.

Perjuangan tersebut, lanjutnya, bisa ditafsirkan antara lain dengan melawan narkoba, kemiskinan, kemunafikan, kebodohan dan segala bentuk keterbelakangan. Baginya, idealisme perjuangan tersebut adalah sebuah pilihan yang harus diambil oleh setiap manusia normal.

“Melawan narkoba, Pemkot (Tual) sudah membuktikan! Kita sudah lihat, beberapa bulan lalu kami terus-menerus melakukan tes urine (kepada ASN lingkup Pemkot Tual) dan hasilnya sudah kita tindak lanjuti,” tutur Rahayaan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pertemuan virtual dengan pihak Panti Rehabilitasi Lido, Bogor, yang merupakan Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN. Dari pertemuan tersebut, ditemukan titik terang bahwa dalam satu atau dua minggu ke depan Pemkot Tual sudah bisa mengirimkan belasan ASN yang positif menggunakan narkoba untuk direhabilitasi di Lido.

“Karena di sana masih suasana Covid dan ruangan-ruangannya masih perlu dibenahi dalam satu atau dua minggu ke depan, sehingga kita diminta untuk bersabar menunggu konfirmasi lanjutan baru kita bisa kirim,” ungkapnya.

Bukan hanya perjuangan melawan narkoba, Wali Kota juga mengklaim bahwa pihaknya tidak berhenti berjuang mengatasi masalah-masalah sosial lainnya. Ia mencontohkan bagaimana perjuangan Pemkot Tual melawan kemiskinan.

“Iya, kita kan trennya untuk masalah kemiskinan dari tahun ke tahun turun, berdasarkan kemampuan keuangan,” bebernya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa tahun ini pendapatan negara mengalami penurunan akibat dampak pandemi Covid-19. Hal ini menurutnya berdampak pula pada jumlah pemberian anggaran dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah lewat Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sekali pun formula untuk pembagian DAU itu sudah ada, luas wilayah, angka kemiskinan, jumlah penduduk. Tapi karena pendapatan negara turun, formula itu harus dikesampingkan, makanya turun. Kota Tual (Rp.) 40 M lebih hilang (dipangkas),” pungkasnya. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar