Marrin News

NS Sesali Kunjungan PT. Pertamina MOR VIII di Kepulauan Kei

 

Tokoh Pemuda dan Mantan Jurnalis Kepuluan Kei, Nizar Sather. FOTO/Istimewa.
Langgur, Marrinews.com - Tokoh Pemuda Kepulauan Kei, Nizar Sather, sesali agenda dibalik kunjungan PT. Pertamina MOR VIII Maluku Papua di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Pasalnya, ditengah kunjungan tersebut, diketahui hanya untuk sekedar mengunjungi objek-objek wisata. 

"Saat ini kondisi kelangkaan BBM sangat meresahkan masyarakat. Lantas, ditengah situasi itu, kami mendengar kabar bahwa ada kunjungan PT. Pertamina MOR VII Maluku-Papua di kedua daerah ini. Sayangnya, kunjungan itu diduga hanya lebih untuk menghabiskan waktu dan menghambur-hamburkan uang negara di objek-objek wisata yang ada di dua daerah ini," ungkap Nizar kepada media ini di Langgur, Jumat (30/10/2020). 

Menurut sang Aktifis, saat ini PT. Pertamina mengalami defisit yang cukup besar. Situasi itu, kemudian diperparah lagi dengan buruknya pelayanan penyaluran BBM dikedua daerah ini. 

Untuk itu, kata dia, seharusnya agenda kunjungan PT. Pertamina MOR VIII ke Kepulauan Kei lebih berorientasi pada bagaimana menangani permasalahan sebagaimana terjadi. 

"Kunjungan mereka (PT. Pertamina) harus lebih kepada bagaimana menyikapi situasi yang terjadi. Bagaimana efektivitas penyaluran BBM bagi konsumen (masyarakat), apakah berjalan normal atau tidak.  Hal itu yang harus dilakukan," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Jurnalis ini ungkap,  PT Pertamina Marketing Operational Region (MOR) VIII mengajak 30 jurnalis dari berbagai media di provinsi Maluku dan Maluku Utara untuk menikmati keindahan alam di kota Tual dan kabupaten Maluku Tenggara yang dikemas dalam agenda Workshop dan Media Gathering. Kegiatan tersebut dimulai sejak 29 hinga 31 Oktober 2020.

Bagi dia, relasi kemitraan yang dibangun antara PT. Pertamina dengan rekan-rekan Jurnalistik melalui agenda dimaksud patut diapresiasi. Kendati begitu, Nizar menyayangkan agenda kemitraan sebagaimana dimaksud pula. Mengingat, tak satu pun Jurnalis, baik di Kota Tual maupun Maluku Tenggara dilibatkan dalam agenda itu. 

"Sangat disayangkan tentunya. Dimana, selain menghabiskan anggaran Perusahaan Negara, hanya untuk datang mengunjungi objek wisata dengan beberapa puluh Jurnalis, tapi kemudian Jurnalis di kedua daerah ini yang merasakan langsung permasalahan kelangkaan BBM yang setiap harinya terjadi, tidak dilibatkan," sesalnya. 

Nizar menilai, tak ada relevansi antara pekerjaan dan kunjungan PT. Pertamina serta awak Jurnalis Provinsi Maluku-Maluku Utara ke destinasi wiisata Kepulauan Kei. 

"Kalau tujuannya hanya untuk mengekspos pesona objek wisata yang ada di Kepulauan Kei, saya pikir, teman-teman Pers di kedua daerah ini sudah sangat baik dengan kemampuan yang dimiliki telah melakukannya," sebutnya. 

Nizar menambahkan, jika kunjungan PT. Pertamina MOR VIII ke wilayah kota Tual dan Malra, semata-mata hanya untuk berpiknik dan tidak mengindahkan situasi penceklik pelayanan Pertamina bagi masyarakat, alangkah baiknya kunjungan tersebut tidak dilakukan. 

Nizar berharap, pihak PT. Pertamina MOR VII Maluku-Papua bersama rekan-rekan Jurnalis provinsi Maluku  dapat menyisihkan waktu sejenak untuk mendengar aspirasi masyarakat terkait kondisi kelangkaan BBM. 

"Mewakili pemuda dan masyarakat di kedua daerah ini, saya berharap ada inisiatif baik dari pihak PT. Pertamina untuk hal ini, sehingga bisa mendengar langsung masukan-masukan dari masyarakat ataupun teman-teman Jurnalis yang ada di daerah ini. Dengan begitu juga, pihak Pertamina bisa memberi penjelasan maupun mencari solusi untuk mengatasi permasalahan (kelangkaan BBM) tersebut," pintanya. (MN) 



Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar