Marrin News

Bunda Widya Lantik Pengurus Dekranasda Kabupaten Maluku Tenggara

 

Moment Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Maluku Tenggara Oleh Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail di Aula Kantor Bupati Malra, Minggu (25/10/2020) Malam. FOTO/Ghege.
Langgur, Marrinnew.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail melantik badan pengurus Dekranasda Kabupaten Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati Malra, Minggu (25/10/2020) malam. 

Pengurus Dekranasda kabupaten Malra yang dilantik, diketuai oleh Eva Eliya Hanubun, Wakil Ketua K. Beruatwarin (Wakil Ketua) dan Sekertaris Fatma Talaouhu. 

Bunda Widya, sapaan akrab istri Gubernur Maluku Murad Ismail ini dalam pidatonya mengatakan, pelantikan pengurus Dekranasda hendaknya dipahami sebagai langkah awal organisatoris untuk memulai kiprah dalam berkarya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memajukan industri kerajinan di bumi Larvul Ngabal. 

Ia menambahkan, pelantikan ini juga membuktikan komitmen dan konsistensi Pemprov Maluku melalui Dekranasda provinsi Maluku) untuk terus mendorong, mendukung gerakan pemberdayaan dan pengembangan industri kerajinan sebagai gerakan nasional yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat, demi terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian.

Widya menegaskan, dalam menetapkan program kerja lima tahun kedepan, seyogyanya harus berlandaskan pada anggaran dasar serta anggaran rumah tangga Dekranasda Tahun 2020.

"Program dan kegiatan yang nantinya disusun dan ditetapkan, harus memberikan aksentuasi dan sentuhan dari penjabaran terhadap visi dan misi Pemkab Malra. Dengan begitu, pola kemitraan antara Dekranasda dan Pemkab dapat terus berjalan dalam menggapai kesejahteraan hidup masyarakat, khususnya para pelaku industri kerajinan," jelasnya. 

Widya mengungkapkan, kiprah Dekranasda Provinsi Maluku kini mulai terfokus pada pola pembinaan dan pengembangan kerajinan tenun ikat khas Maluku. Tenun ini merupakan salah satu warisan leluhur. 

Menurut dia, konsep pengembangan kerajinan tersebut diwujudkan dengan memberikan aksentuasi pada pola tenun yang selama ini bersifat konvensional, yang mana metode empat benang telah dirubah dengan metode dua benang. 

"Dalam metode ini, menggunakan benang sintetis yang telah berwarna sehingga memudahkan perajin tenun dalam menenun tanpa harus melakukan pewarna yang justru memakan waktu dalam proses tenun oleh para perajin," katanya.. 

Widya  berharap, pengembangan tenun menjadi karya bersama masyarakat Maluku. Salian itu, sebagai wadah berhimpun dan menjadi lembaga yang handal dalam mendukung kemandirian ekonomi Maluku menuju Indonesia jaya.

“Kerajinan para perajin tenun perlu terus digiatkan seperti yang telah saya bentuk komunitas tenun di kota Ambon dengan menghadirkan motif dan ciri khas kota Ambon. Hal Ini juga harus menjadi cita-cita kita bersama. Sehingga di setiap kabupaten/kota di Maluku, memiliki tenun dengan motif dan ciri khas dari masing-masing daerah. Dengan demikian, kesejahteraan dari masyarakat, khususnya para pelaku industri kerajinan di negeri raja-raja dapat terjamin,” pintanya. 

“Saya berharap pengurus Dekranasda Malra yang baru dilantik, dapat mewujudkan karya-karya nyata bagi kemandirian pelaku industri dan kerajinan di Malra dan Maluku pada umumnya,” pungkasnya. (Ghege) 


    

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar