Marrin News

Panen Jagung di Ve'e Kes Yang, Bupati: Ve'e Tonggak Pemersatu

Gelaran Panen Jagung di Ve'e Kes Yang Lokasi Danar II Oleh Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun (Tengah), Sabtu (12/9/2020). Foto/GG.


Langgur, Marrinnews.com – Jajaran Aparatur Pemerintah daerah Maluku Tenggara dibawah pimpinan Bupati M. Thaher Hanubun melakukan panen jagung di Ve'e Kes Yang  lokasi Danar II Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Sabtu (12/9/2020). Gelaran panen itu turut melibatkan warga di ohoi (desa) sekitar.

Bupati Thaher Hanubun menyatakan, Ve'e Kes Yang memiliki nilai kekuatan sosial yang sangat luar biasa. Dimana keberadaan kebun ini sendiri selain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19, tetapi juga menjadi tonggak pemersatu.

“Kurang lebih 3 bulan lamanya bersama dengan warga sekitar, kita berproses dan kini kita sudah bisa menikmati hasilnya. Inilah salah satu kekuatan Ve'e Kes Yang yang telah mempersatukan kita. Semoga dengan ini kedepannya kita akan hidup lebih baik lagi,” ujar Bupati.

Selain itu, tambah Thaher, Ve'e Kes Yang telah mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga di bumi Larvul Ngabal untuk berkebun. 

“Ini sangatlah luar biasa karena tidak diketemukan di 11 kabupaten/kota lainnya di Maluku, hanya di Maluku Tenggara saja. Maluku Tenggara selangkah lebih maju kedepan,” tegas Hanubun.

Bupati mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dalam menghadirkan konsep berkebun pada Ve'e Kes Yang. Bagi dia, kerja keras yang ditunjukan Dispan dan Ketapang adalah sesuatu yang bernilai positif.

Untuk itu, Thaher harapkan, konsep ini menjadi modal pengembangan berkelanjutan oleh dan bagi masyarakat guna pemenuhan kebutuhan pangan yang bernilai ekonomis.
Areal Komiditi Jagung di Lokasi Ve'e Kes Yang Danar II. Foto/GG.

Penanggung jawab lokasi kebun Danar II, Gusti Nyoman Suarta mengatakan, jenis komoditi jagung yang ditanam di area lahan seluas kurang lebih 1 hektar itu, yakni pulut manis dan hibrida. 

Untuk jenis pulut manis, katanya, beberapa hari sebelumnya sudah dipanen bersama warga. Hal itu mengingat telah memasuki masa panen.

“Proses penanamannya dilakukan secara bertahap, sehingga memang ada sebagian yang sudah dipanen sebelumnya,” katanya.

Menurut Gusti, ketersediaan lahan untuk komoditi jagung seluas kurang lebih 1 hektar. Dari total luas lahan itu, yang sudah dipanen berkisar 60%. 

“Untuk jenis pulut manis sebanyak kurang lebih 4.000 tongkol (buah, sedangkan hibrida 10.000 buah,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dispan dan Ketapang Malra, Felix Tethool menegaskan, keberadaan dan hasil panenVe'e Kes Yang merupakan jawaban atas kekhawatiran krisis pangan di masa pandemi COVID-19. 

“Ve'e Kes Yang dikelola untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat di daerah ini. Ibarat dapur umum, kebun ini diperuntukan bagi masyarakat terdampak,” ujar Felix.

Lebih lanjut Tethol menjelaskan, saat ini kita memasuki era new normal, masa dimana adanya recovery atau pemulihan ekonomi dalam menghadapi pandemi virus Corona. 

Untuk itu, kata dia, keberlanjutan kebun ini dapat dimaanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar untuk menggerakkan ekonominya.

“Penyuluh dari Dinas Pertanian akan tetap ada di lokasi kebun ini untuk senantiasa memberikan pendampingan bagi warga,” ungkapnya.

Bagi Felix, dukungan dan kebijakan Bupati Thaher Hanubun terhadap Ve'e Kes Yang merupakan pijakan yang memberikan inspirasi dan ruang bagi pengembangan sektor pertanian di Maluku Tenggara. 

“Saya sangat berterima kasih kepada Pa Bupati. Semoga dengan ini, kami (pihak Dispan dan petani dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sehingga pertanian Malra akan menjadi lebih maju, tangguh dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (Gerry/MN)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar