Marrin News

Bupati Malra Sikapi Kelangkaan Minyak di SPBU Langgur

Bupati Maluku Tenggara Berkomunikasi Via WhatsApp dengan Pihak Pertamina Pusat dan Disaksikan Langsung Warga di SPBU Langgur, Jumat (11/9/2020). Foto/GG.

Langgur, Marrinnews.com – Warga di Kabupaten Maluku Tenggara hingga saat ini mengeluhkan pelayanan penyaluran minyak di SPBU Langgur. Warga menilai, pelayanan di SPBU tidak berlangsung sebagaimana mestinya, hingga berdampak pada antrean panjang kendaraan setiap hari.

Pantauan media ini, Jumat (11/9/2020) antrean kendaraan tampak memadati jalanan di sekitar area SPBU. Para sopir angkot, truck dan kendaraan lainnya lantas hanya bisa berdiri sembari menanti adanya pelayanan.

Bupati Malra M. Thaher Hanubun yang saat itu melintasi area tersebut, tak kuasa melihat situasi yang terjadi. Ia pun langsung bergegas turun dari mobil dan menghampiri para sopir dan pihak SPBU setempat. Dihadapan orang nomor satu Malra ini, para sopir menyampaikan masalah yang kerap kali mereka temui di SPBU Langgur.

Mendengar keluhan itu, Bupati lantas mengangkat telepon dan berkomunikasi langsung via WhatsApp dengan salah satu jajaran di Pertamina Pusat. Komunikasi ini turut didengar langsung oleh para sopir.

Lewat komunikasi ini, Bupati melaporkan permasalahan riil yang terjadi di SPBU Langgur dan meminta perhatian pihak Pertamina untuk sesegera mungkin menyelesaikan masalah tersebut. Masalah yang dimaksudkan terkait penyebab kelangkaan minyak hingga berdampak pada antrean panjang kendaraan akhir-akhir ini.

Melalui komunikasi itu juga, Bupati secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk membangun SPBU baru. Lantas, Ia pun menanyakan ijin serta kebutuhan dasar lain yang dibutuhkan untuk pendirian SPBU baru tersebut guna mengatasi permasalahan yang ada.

“Saya akan berkoordinasi dengan pihak DPRD Malra untuk pendirian SPBU baru ini,” ujar Bupati.

Permintaan mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini pun mendapat respon positif dari pihak Pertamina dan para pengendara yang ada saat itu.
Situasi di SPBU Langgur, Senin (11/9/2020). Foto/GG.
Terpisah, salah seorang sopir truck, Piet Punyanan mengaku, antrean ini sudah berlangsung kurang lebih satu bulan lamanya. Dimana, setiap harinya mereka (sopir) harus antri berjam-jam hanya untuk bisa mendapatkan minyak, itupun kalau masih tersedia. 

“Kami antri disini biasanya sejak pukul 06.00 WIT hingga siang atau sore hari. Ya, syukur-syukur kalau dapat terisi, karena selama antrean itu juga ada kendaraan yang tidak kebagian,” ungkap Piet kepada awak media.

Sebelum kelangkaan ini, Menurut Punyanan, biasanya tiga kali dalam satu minggu ada pengisian bio solar di SPBU ini. Namun, saat ini hanya dua kali dalam satu minggu saja. Hal itu, kata dia, jelas tidak mencukupi kebutuhan warga pengendara di wilayah Malra.

Piet bahkan mengaku, dalam dua minggu terakhir ini minyak tidak masuk di SPBU Langgur.

“Kami sebagai pengguna bio solar tentunya kesulitan dalam menjalankan aktifitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika membeli bio solar pada pengecer harganya bisa dua kali lipat, di SPBU Rp 5.150/liter sedangkan pada pengecer Rp.10.000/liter,” katanya.

Punyanan ungkap, antrian yang kerap terjadi di SPBU ini bukan hanya pengguna bio solar saja, melainkan juga pada pengguna jenis minyak lainnya.

Piet mengapresiasi kehadiran dan sikap yang diambil Bupati Hanubun terhadap kondisi yang terjadi di SPBU Langgur. 
Meski demikian, ia meminta pihak terkait, dalam hal ini Pertamina dan Disperindag menindaklanjuti permasalahan yang terjadi.

“Kami minta agar Disperindag menindak dan menertibkan masalah di SPBU Langgur. Pembelian minyak dengan jerigen serta upaya-upaya nakal oknum tertentu dengan memanfaatkan kendaraan untuk mengambil minyak kemudian disedot dan dijual kembali agar juga segera diambil tindakan tegas,” tandasnya. (MN-16)



Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar