Marrin News

SMPN Unggulan Malra Terapkan Belajar Daring

Sistem Belajar Daring Pada SMPN Unggulan Ohoijang-Maluku Tenggara. Foto/Istimewa.

Malra , Marrinnews.com – Sejak awal tahun ajaran 2020/2021 SMP Negeri Ungggulan Ohoijang-Kabupaten Maluku Tenggara telah melaksanakan pembelajaran daring (dalam jaringan)-online.  Sistem pembelajaran ini dilaksanakan dari sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
 
‘Sejak Senin (13/7/2020)-Awal Tahun Ajaran, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini sudah dilaksanakan secara online. Hal ini, kami lakukan sesuai Surat Edaran Bupati Malra dan sebagaimana yang telah disosialisasikan Dinas Pendidikan pada tanggal 7 Juli 2020 tentang pembelajaran dari rumah,” ungkap Kepala Sekolah SMPN Unggulan Piet A. Rahanra saat ditemui Marrinnews.com di ruang kerjanya baru-baru ini.

Rahanra menjelaskan, ada empat aplikasi pembelajaran yang digunakan dalam sistem daring pada SMPN Unggulan Ohoijang. Aplikasi-aplikasi dimaksud ditentukan melalui rapat bersama dewan Guru sebelum awal tahun ajaran dimulai.  

“Ada 4 aplikasi yang kami gunakan, selain aplikasi media social (Facebook, Messenger, WhatsApp dan Youtube) dan aplikasi platform yang dikembangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” sebutnya .

Selain daring, SMPN Unggulan juga merapkan sistem belajar luar jaringan (luring) bagi sisiwa yang tidak memiliki smartphone, laptop atapun computer.

Bagi Piet (sapaan akrab sang Kepala Sekolah), setiap siswa berhak mendapat bimbingan belajar yang sama dalam situasi pandemi Covid-19, meski dilakukan dengan metode yang berbeda-beda. Untuk itu, pihak SMPN Unggulan senantiasa siap  memberikan akses pembelajaran kepada segenap siswa di sekolah tersebut.

“Untuk setiap siswa yang ada ataupun tidak ada alat pendukung, kami berlakukan sama,” katanya.

Menurut Rahanra, proses pembelajaran baik dengan metode luring atapun daring dilaksanakan sesuai jadwal mata pelajaran yang berlaku pada hari itu. Namun untuk kunjungan ke rumah-rumah siswa, dilakukan sesuai kondisi atas izin orang tua siswa.  Sementara materi pembelajaran daring dan luring diberikan dalam berbagai bentuk sesuai perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh para Guru.

“Materi-materi yang diberikan itu sebelunya telah disusun bersama dengan tetap berpedoman pada kurikulum dan kebutuhan belajar dalam masa pandemi Covid-19. Ada pula Guru yang kami fasilitasi untuk berkunjung ke setiap siswa dirumahnya guna memberikan pembelajaran. Namun sebelum hal itu dilakukan, kami koordinasikan juga dengan orang tua siswa agar ada persetujuan,” ungkap dia.
Kepala Sekolah SMPN Unggulan Ohoijang-Maluku Tenggara Piet A. Rahanra. Foto/GerryNgamel.

Rahanra mengaku, selama dalam tahapan pembelajaran daring ditemui banyak kendala, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak. Kendala-kendala itu sendiri berkaitan dengan partisipasi (kehadiran) siswa saat proses pembelajaran.

“Ada kalanya saat proses KBM sudah mau dimulai, siswa tidak ada (tidak terhubung dalam sistem aplikasi yang digunakan saat itu). Akhirnya guru pelajaran harus berusaha menelpon lagi siswa tersebut baru pelajarannya dimulai,” bebernya. 

“Tetapi jika tidak dapat dihubungi juga, Guru bersangkutan akan mengirim materi belajar yang diajarkan ataupun tugas melalui media WhatsApp atau Mesengger. Tugas yang diberikan kepada siswa tersebut kemudian harus dikembalikan ke Guru bidang studi sesuai kesepakatan yang telah ditentukan,” tambah dia.

Jumlah peserta didik pada SMP Unggulan sebanyak kurang lebih 297. Sedangkan Tenaga Pendidik sebanyak 19, 2 tenaga honorer dan 1 tata usaha.

Sementara itu, salah satu staf pengajar pada SMPN Unggulan, Josephina Janwarin mengatakan, guru-guru pada sekolah tersebut sudah terbiasa dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring. Sehingga dalam proses pembelajaran itu sendiri dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Metode belajar dengan sistem daring ini sudah kami terapkan dari semester lalu, sehingga kami sudah terbiasa,” ujarnya. 

Meski demikian, kata Ocha (sapaan akrab Guru Bahasa Indonesia ini), jika dalam pembelajaran daring, presentasi perkembangan belajar siswa tidak terpenuhi maka sistem belajar luring diterapkan oleh guru mata pelajaran itu sendiri.

“Dalam proses ini, kami akan bawa modul dan perangkat belajar lainnya ke rumah siswa untuk melakukan pendampingan belajar langsung kepada siswa tersebut. Semua metode dan aplikasi belajar yang ada, kami gabungkan untuk mengatasi sekaligus menjadi jawaban atas pembelajaran ini,” katanya.

Bagi Janwarin, dengan adanya metode belajar daring yang diterapkan, sangat membantu para Guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini mengingat jumlah siswa yang begitu banyak.

“Terkadang juga kami kesulitan karena ada siswa yang tidak memiliki Smartphone, tetapi hal itu bisa ditasi dengan metode belajar luring,” tandasnya. (MN-16) 

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar