Marrin News

Pemda Malra Genjot Pembangunan Wisata Pulau Kelapa di Hari Kemerdekaan RI Ke 75

Gebyar Kirab Bendera Merah Putih di Lokasi Wisata Pulau Kelapa-Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara pada HUT Kemerdekaan RI ke 75, Selasa (18/8/2020). Foto/ChemoLabetubun.

Malra, Marrinnews.com – Pulau Kelapa saat ini menjadi salah  prioritas pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara.

Seiring keberadaannya, di tahun 2019 kemarin Pemerintah daerah setempat telah berencana untuk membangun sejumlah sarana prasarana pendukung pada objek wisata yang satu ini. Meski begitu, upaya tersebut belum dapat terealisasi lantaran adanya pandemi Covid-19.

Meski belum terealisasi, orang nomor satu di Bumi Larvul Ngabal itu tampak tak kehabisan akal untuk menggenjot pengembangan Pulau Kelapa sebagai destinasi wisata bahari  terkemuka di Maluku Tenggara.

Benar saja, pada  momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 kemarin, sang entranador kembali memanfaatkan eksistensi Pulau Kelapa sebagai lokasi pergelaran gebyar Kemerdekaan. 

Bersama jajaran Pimpinan SKPD, Forkopimda dan tokoh adat, Pemuda dan masyarakat, Bupati M. Thaher Hanubun didampingi Sekda Malra A. Yani Rahawarin mengikuti upacara penurunan sang Saka Merah Putih dari Istana Kepresidenan Jakarta secara virtual di atas hamparan pasir putih pantai Pulau Kelapa, Senin (17/8/2020) sore. Malam harinya, digelar pesta api unggun dan Duduk Bacarita bersama Thaher. 

Selanjutnya, pada Selasa (18/8/2020) pagi, Bupati bersama rombongan kembali menggelar kirab bendera Merah Putih sepanjang pantai pulau tersebut. Lantunan lagu-lagu perjuangan disertai lambaian Dwi warna kebangsaan Indonesia turut mewarnai suasana kemerdekaan.
Bupati Malra M. Thaher Hanubun bersama Jajaran Pimpinan Lingkup Pemda serta Pimpinan Forkopimda Mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara Secara Virtual, bertempat di Pantai Pulau Kelapa, Senin (17/8/2020) sore.
Dibalik itu, moment tersebut merupakan bagian dari upaya Pemda Malra untuk mempromosikan pesona keindahan Pulau Kelapa kepada khalayak penikmat wisata, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Semua yang kita lakukan sejak kemarin hanyalah bertujuan untuk lebih mempromosikan Pulau Kelapa. Kalau bukan kita yang promosikan, siapa lagi yang akan melakukan hal itu,“ kata Bupati Hanubun.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini tampak begitu antusias menggelorakan keindahan alam Pulau Kelapa. Dengan semangat berkobar-kobar, ia memberikan motivasi kepada semua elemen masyarakat yang hadir.

Bagi Thaher, Pulau Kelapa memiliki keunikaannya tersendiri sebagai icon wisata bahari. Apalagi, letak pulau ini sangatlah strategis lantaran terletak di antara Nuhu Roa (Kei Kecil) dan Nuhu Yut (Kei Besar).

“Pulau Kelapa ini harus dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari masa depan Maluku Tenggara karena memilki hamparan pasir putih yang bagus” kata Bupati.

Dia mengingatkan, semua komponen anak bangsa di negeri berjuluk Nuhu Ten harus memberikan perhatian dan kepeduliannya untuk mempromosikan Pulau Kelapa ke masyarakat dunia.

“Dengan gencar melakukan promosi maka tentu akan semakin bermanfaat dan produktif bagi pengembangan objek wisata Pulau Kelapa,” tuturnya.

Bupati menegaskan, selain untuk promosi wisata Pulau Kelapa, pelaksanaan kirab tersebut juga merupakan upaya untuk melestarikan dan membangkitkan kembali nilai-nilai perjuangan, kebersamaan dan gotong royong masyarakat Maluku Tenggara, khususnya kaum milenial di wilayah Kei Besar.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli mengembangkan Pulau kelapa. Mari kita bangun Pulau Kei Besar dengan semangat ‘manut ain mehe tilur, vuut ain mehe ngifun',” pintanya.

Lebih lanjut, mantan Guru SMA Negeri 3 Jakarta ini menyatakan, ada cita-cita dan harapan besar yang termaktub dalam dirinya untuk membangun Maluku Tenggara bersama jajaran Pemerintahan yang ada. 

"Saya tidak mau mengumbar janji, tapi kami harus buktikan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga di hadapan masyarakat Malra khususnya yang ada di wilayah Kei Besar. Saya tidak punya kemampuan apa-apa, saya tidak punya kelebihan apa-apa, tapi saya yakin dan percaya ketika kami bersatu dalam kasih, semua pasti bisa," ujar dia.

Untuk itu, ia meminta, komponen masyarakat Malra, terutama jajaran perangkat Pemda agar harus sedikit mengubah karakter. Dimana setiap orang harus mau menerima kelebihan orang lain, dan tidak perlu bertepuk dada sendiri.

"Saya yakin, anak-anak Kei Besar yang ada di pemerintahan, baik eselon II, III dan IV dan staf pasti bisa. Jangan ditanya apa yang kau dapat dari daerah ini, tapi kau tanya apa yang kau berikan kepada daerah ini," tandas Thaher.

Untuk diketahui, Gebyar kirab bendera Merah Putih di sepanjang Pantai Pulau Kelapa melibatkan ratusan Pejabat I, II, III dan IV dan staf Pemkab Malra serta tokoh Pemuda (KNPI) dan masyarakat yang berasal dari Pulau Kei Besar. (MN-16)



Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar