Marrin News

Warga Desa Danar Ternate Dapat Sentuhan Program Keserasian Sosial Kemensos RI


Kepala Dinas Sosial Maluku Tenggara Hendrikus Watratan Memberikan Arahan Pada Pertemuan Perdana Kegiatan Progaram Keserasian Sosial di Ohoi Ternate, Selasa (28/7/2020). Foto/gg. 
Malra, Marinnews.com – Warga masyarakat desa (ohoi) Danar Ternate Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara  mendapat sentuhan langsung bantuan program keserasian sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Program Kemensos ini merupakan upaya untuk menditeksi dini, pencegahan serta penanganan efektif terhadap potensi-potensi konflik sosial yang ada ditengah masyarakat.

Progam bantuan ini sendiri disalurkan melalui Forum Keserasian Sosial yang telah terbentuk di desa setempat dan selanjutnya diperuntukan untuk melakukan kegiatan pembangunan fisik dan non fisik dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagaimana diamanatkan Kemensos.

Untuk desa Danar Ternate, program kegiatan perdana program keserasian sosial telah dilakukan pada Selasa (28/7/2020), bertempat di Balai Ohoi setempat. Kegiatan perdana itu berupa pertemuan bersama antara pihak Forum Keserasian Sosial, Dinas Sosial Maluku Tenggara, Camat Kei Kecil Timur Selatan, Forkppimda (Kapolsek dan Danramil Kei Kei Kecil Timur) dan elemen perwakilan tokoh masyarakat.

“Pertemuan ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan guna ada penyatuan presepsi dan kesepakatan masyarakat terhadap program kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan,” kata Ketua FKS ohoi Danar Ternate  Zainal A. Hanubun saat pertemuan itu.

Dalam pertemuan dimaksud, pada awalnya muncul selisih pendapat antara warga dengan tim FKS. Meski begitu, atas inisiatif dan pemahaman baik, perbedaan itu dapat teratasi dan warga menyepakati kegiatan yang telah diprogramkan.
Ketua Forum Keserasian Sosial Ohoi Danar Ternate Zainal A. Hanubun
Hanubun menyebutkan, program pembangunan fisik yang akan dilaksanakan, yakni pemasangan lampu jalan di 3 ruas jalan ohoi Danar Ternate dan tugu keserasian. Sementara pembangunan non fisik diprioritaskan pada kegiatan dialog tematik.

“Kegiatan non fisik seperti dialog atapun petemuan seperti ini harus kita lakukan agar dapat menguatkan mentalitas dan karakter masyarakat, khususnya generasi muda dalam membangun ohoi kedepan,” ujarnya.

“Selain itu, tujuan pembangunan fisik itu semata-mata agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di kala malam hari. Tentu bahwa hal mendasar yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah teciptanya semangat maren dalam bingkai ain ni ain. Dengan begitu, kita harus optimis bahwa potensi konfliks sosial ditengah masyarakat dapat diminimalisir dan diantisipasi sejak dini,“ tegas Hanubun.
Kepala Ohoi Danar Ternate Abdul Rahman Hanubun Tengah Berdiri Memberikan Arahan
Kepala Ohoi Danar Ternate Abdul Rahman Hanubun menyatakan, pentingnya pembangunan sarana penerangan jalan di ohoi setempat, mengingat jalan di wilayah itu merupakan jalan nasional yang saat ini menjadi sentral penghubung antara wilayah ibukota Kabupaten Malra, Pelabuhan Uf dan Wilayah Kei Kecil Barat dan Hoat Sorbay.

Lebih dari itu, kata Hanubun, ruas jalan yang menjadi titik pembangunan lampu jalan, selama ini gelap tanpa cahaya lampu. Untuk itu, dengan adanya pemanfaatan program ini dapat membantu mengatasi persoalan penerangan yang selama ini terjadi.

Hanubun mengaku, kebutuhan pada setiap titik sarana penerangan lampu yang dipasang pada 3 ruas jalan, kedepannya akan turut menjadi tanggungan Pemerintah Ohoi setempat.

“Kedepan ini segala beban pembiyaan penerangan lampu jalan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah ohoi. Jadi, masyarakat yang ada tidak perlu khawatir, saya pastikan setiap biaya untuk pembayaran rekening listrik maupun pembelian pulsa listrik akan dibiayai melalui dana ohoi,” katanya.
Salah Satu Perwakilan Tokoh Masyarakat Ohoi Danar Ternate Mengajukan Pendapat Pada Pertemuan Perdana Forum Keserasian Sosial. Foto/GG. 
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Malra Hendrikus Watratan mengungkapkan, penyaluran program bantuan keserasian sosial  untuk Provinsi Maluku, hanya dikucurkan bagi  4 desa di Kepulauan Kei. Dua desa di Kota Tual dan dua desa lainnya di Kabupaten Maluku Tenggara, yakni desa Danar Ternate-Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan dan desa Letman-Kecamatan Kei Kecil.

“Kita patut bersyukur karena program bantuan ini dipilih langsung oleh Kemensos dan hanya diberikan khusus bagi dua desa di Kota Tual dan 2 desa di Kabupaten Maluku Tenggara,” ujar Watratan.

Hen (Sapaan akrab Kadis Sosial Malra) mengaku, nilai anggaran yang dikucurkan dalam program ini sebesar Rp. 150.000.000 untuk satu desa.

Program ini sendiri, kata dia, didasarkan pada Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanganan bencana (bencana alam dan non alam/bencana sosial), Undang-Undang RI nomr 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan social (Pasal 6) dan Undang-Undang tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.

“Jadi melalui program ini, Pemerintah berupaya membentuk kesatuan masyarakat yang utuh dan dapat memberikan kesejahteraan sosial bagi warga, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya konflik sosial antar kelompok atapun induvidu  masyarakat,” jelasnya.

Watratan menyebutkan,  Kemensos melalui program keserasian ini telah menetapkan 10 kegiatan pembangunan fisik.

Kesepuluh kegiatan itu, diantaranya pembuatan atau rehabilitasi jalan ohoi yang bukan merupakan program kerja Dinas PUPR, rehabilitasi sarana ibadah, pembuatan tanggul, talud atau gorong-gorong, balai pertemuan ohoi atau gedung keserasian sosial, lapangan ohlaraga, rehablitasi saluran air lingkungan, pengadaaan sarana air bersih, MCK, sumur atau pipanisasi ohoi, pembuatan persemaian, sarana penerangan lingkungan atau jalan dan pembuatan tugu keserasian sosial.

Menurut Hen, dari kesepuluh program kegiatan yang ada, tidak lantas harus dipilih semua. Melainkan hanya satu atau beberapa saja sesuai kebutugan utama yang harus dibangun di desa tersebut. Selain itu, kegiatan program harus disesuaikan dengan nilai anggaran bantuan yang tersedia.

“Untuk ohoi Danar Ternate, sebelumnya kami dari pihak Dinsos Malra bersama dengan FKS dan Kepala Ohoi setempat serta Penjabat Kemensos telah berdiskusi tentang kebutuhan pembangunan yang menjadi priotitas untuk dilakukan. Alhasil, FKS mengusulkan untuk melakukan pembangunan sarana penerangan jalan dan tugu keserasian. Dari usulan itulah maka hari ini dilakukan pertemuan dengan warga untuk disepakati bersama,” tandas Watratan. (MN-16)

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar