Marrin News

Update Covid-19 Malra per 2 Juli 2020: Hasil RDT, 13 Warga Dinyatakan Reaktif

Juru Bicara Pemda Malra untuk Penanganan Covid 19, dr. Katrinje Notanubun.
Malra, Marrinnews.com – Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali merilis perkembangan penanganan kasus Corona virus di bumi Larvul Ngabal tertanggal 2 Juli 2020.

Juru bicara Gustu Malra dr. Katrinje Notanubun mengungkapkan, sesuai hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) sejak tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2020, sebanyak 13 orang dinyatakan reaktif covid-19.

“Telah dilakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT), baik terhadap 96 calon pelaku perjalanan dan tracing (penelusuran) bagi 171 warga. Hasilnya, ada 13 orang yang reaktif,” jelas Notanubun dalam konfrensi pers di Langgur, Kamis (02/07/2020).

Menurut Notanubun, ke-13 orang dengan hasil RDT reaktif itu nantinya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan ke tahap Swab atau PCR.

Notanubun mengatakan, data 13 warga ini akan digunakan sebagai rujukan Tim Gustu Malra untuk melakukan tracing lanjutan.

“Kami akan akan gunakan data itu kembali untuk tracing. Meski begitu, saya minta agar kita jangan melakukan diskriminasi dan membangun stigmanisasi bagi semua orang, karena penyakit ini bisa kena siapa saja,” ujarnya.

Dia mengaku, terhadap 13 warga dimaksud akan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selama masa isolasi, 13 warga ini akan diawasi dan dijaga ketat oleh tim Gustu.

Sementara itu, menurut dr. Ketty Notanubun, sesuai tinjauan medis hasil RDT Reaktif 13 warga ini, tidak menunjukan gejala apapun. Itu artinya bahwa saat ini disekitar kita terdapat orang tanpa gejala (OTG). Untuk itu, warga harus tetap waspada sembari tim Gustu akan terus melakukan tracing atau penelusuran.

Kepala dinas kesehatan Maluku Tenggara ini menjelaskan, pemeriksaan rapid test terhadap Corona virus, bukan diagnostik (kurang lebih hanya 80%). Tingkat keakuratannya hanya melalui pemeriksaan Swab (kurang lebih 95%).

“Jadi untuk diketahui masyarakat bahwa dari hasil ini bukan berarti membuat kita takut dan panik, tapi kita harus lebih waspada,” tegasnya.

Dokter Ketty mengingatkan, warga jangan bosan untuk senantiasa mentaati protokol kesehatan di tengah situasi Pandemi Covid-19.

“Mari kita taat dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jaga jarak, selalu menggunakan masker. Pakailah masker dengan benar, dengan begitu kita melindungi diri kita dan juga melindungi orang lain,” pintanya.

9 Sampel Swab Telah Dikirim 

Notanubun mengaku, sampel Swab milik 9 warga (Hasil RDT-Reaktif pada 25-26 Juni 2020)  telah dikirim ke Laboratorium daerah di Ambon pada tanggal 29 Juni 2020.

Sembilan sampel itu, masing-masing milik 4 warga dari Kabupaten Maluku Tenggara dan 5 warga Kota Tual.

“Memang kita ketahui bahwa ada 11 warga yang sampel swabnya harus dikirim, tapi karena kita punya virus transport media atau VTM ini terbatas dan tidak bisa dikirim secara sembarangan (harus pada suhu tertentu), maka hanya 9 sampel yang kita kirimkan," katanya

"Mudah-mudahan sesuai dengan waktunya dua sampai tiga hari, hasilnya akan dikabarkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku,” tandas dia. (Gerry Ngamel)

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar