Marrin News

Satu Pasien Covid-19 di Maluku Tenggara Meninggal Dunia

Kepala Dinas Kesehatan Malra, dr.  Katrinje Notanubun saat diwawancarai awak media di RSUD KS Langgur, Sabtu (18/7/2020).
Malra, Marrinnews.com – Satu pasien positif terjangkit virus corona atau Covid-19 asal Kabupaten Maluku Tenggara-Provinsi Maluku, meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2020).

Pasien tersebut merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ke 20 di bumi Larvul Ngabal.

“Iya memang benar, ada satu pasien meninggal dunia tadi sekitar pukul 15.36 WIT. Pasien itu berjenis kelamin Perempuan (63 tahun)” kata Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara dr. Katrinje Notanubun di RSUD KS Langgur, Sabtu (18/7/2020) sore.

Notanubun ungkap, pasien dimaksud meninggal dengan disertai penyakit penyerta, yakni sakit DM dan jantung serta gagal napas.

Lebih lanjut, dr. Ketty (sapaan akrab) menjelaskan, pasien tersebut dirawat di rumah sakit Karel Saidsitubun sejak dinyatakan terkonfirmasi positif  covid-19 sesuai hasil Swab dengan metode real time PCR pada tanggal 13 Juli 2020 kemarin.

Kasus pasien ini sendiri, kata dia, merupakan kasus covid-19 satu-satunya saat ini di Maluku Tenggara dengan riwayat bergejala.

“Sebelumnya pasien ini datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit. Oleh pihak rumah sakit lalu memberikan perawatan. Atas kondisi ini juga lalu kami melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test dan hasilnya reaktif,” ujar dia.

“Atas hasil RDT ini selanjutnya terhadap yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan Swab dan hasilnya positif terkonfirmasi,” jelasnya.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malra itu mengaku, penanganan terhadap almarhuma akan dilakukan sesuai standar protokol penanganan virus Corona.

Cara penanganan itu, kata Notanubun, telah dikomunikasikan dengan pihak keluarga dan dari pihak keluarga sendiri telah bersedia agar almarhuma dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

“Komunikasi ke pihak keluarga sudah kita lakukan, bahwa almarhuma akan dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan. Sebelumnya pihak keluarga meminta agar almarhuma dimakamkan di desanya, namun telah kami berikan edukasi, sehingga akan dimakamkan di pemakaman disini,” ungkap Notanubun.

Dokter Ketty mengingatkan, virus yang berasal dari Wuhan ini dapat menyerang siapa saja, tanpa mengenal siapa pun.
Untuk itu, Ia berharap warga agar tidak menganggap remeh keberadaan virus ini. Meski begitu, warga juga tidak perlu berpandangan buruk atas kondisi seseorang yang terserang covid-19.

“Ini bukan aib. Mari kita suport setiap pasien yang ada saat ini dan terutama kepada pihak keluarga pasien agar tidak perlu dikucilkan. Saat ini yang terpenting agar kita semua tetap jalankan protokol kesehatan,” tegas Notanubun. (MN-19)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar