Marrin News

Capaian Layanan Listrik 24 Jam di Pulau Kei Besar, Kecamatan KBS dan KBSB Siap Terlayani

1
Manajer PT. PLN UP3 Tual Alexsander J. Manuhuwa saat ditemui Awak Media di Ruang Kerjanya, Rabu (8/7/2020).

Malra, Marrinnews.com – Penantian panjang warga ohoi (desa) di wilayah Kecamatan Kei Besar Selatan dan Kei Besar Selatan Barat-Kabupaten Maluku Tenggara untuk menikmati aliran listrik 24 jam akan segera terealisasi dalam waktu dekat ini.

Hal itu menyusul pembangunan jaringan listrik PLN di kedua wilayah tersebut yang bakal rampung dalam bulan Juli ini.

"Bulan ini (Juli 2020), kita akan nyalakan listrik bagi desa/ohoi di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat dan Kei Besar Selatan yang sudah membayar dan terpasang jaringannya," ungkap Manajer PT. PLN UP3 Tual Alexsander J. Manuhuwa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2020).

Alex (sapaan akrab) mengaku, sejauh ini sudah ada permohonan penyambungan listrik dari 618 rumah atau calon pelanggan di kedua wilayah tersebut.

“Dari 13 ohoi yang ada di dua Kecamatan itu,  185 rumah sudah tersambung. Sedangkan 433 rumah sementara masih dalam proses penyambungan,” katanya

Sementara untuk Kecamatan Kei Besar Utara Barat, kata dia, kurang lebih sudah ada 10 ohoi yang mengajukan permohonan dengan jumlah calon pelanggan sebanyak 584. Meski begitu, baru 340 calon pelanggan yang membayar biaya penyambungan.

"Dari 340 calon pelanggan yang sudah membayar biaya penyambungan, PLN sudah melakukan penyambungan di 259 rumah dan warga sudah menikmati listrik yang selama ini belum pernah mereka rasakan," ujarnya

Layanan Listrik di Kecamatan KBUT

Manuhua mengatakan, progres pembangunan jaringan listrik di wilayah Kecamatan Kei Besar Utara Timur akan terus berlanjut, namun dilakukan secara bertahap. Hal  itu karena disesuaikan dengan kondisi infrastruktur jalan dan keberadaan pohon disepanjang lintasan.

“Daya mampu listrik yang ada saat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah Kei Besar Utara Timur. Namun kami masih terkendala dengan adanya pohon-pohon di sepanjang jalan,” katanya.

“Disisi lain akses jalan yang belum menyeluruh, sehingga untuk saat ini kami prioritaskan dulu bagi desa yang sudah ada akses jalan,” jelasnya.

Menurut Manuhua, pelayanan listrik di Kei Besar Utara Timur hingga kini sudah sampai di Ohoi Hollat. Selanjutnya akan menuju Ohoi Ohoifauw, mengingat akses jalan sudah sampai di situ.

Pelayanan Listrik 24 Jam di Kei Besar dan Tantangannya

Alex mengaku, tindak lanjut dari penyalaan listrik 24 jam pada bulan Mei 2020 lalu di wilayah Kei Besar saat ini berjalan baik. Sekalipun, ada gangguan pada dua unit mesin yang kini dalam proses perbaikan.

“Puji Tuhan, walaupun ada 2 mesin yang mengalami gangguan. Tetapi kekuatan daya yang ada masih cukup untuk penyalaan 24 jam,” ujarnya.

Manuhua menjelaskan, faktor dominan yang sering kali mengakibatkan gangguan jaringan listrik hingga berdampak pada kerusakan mesin adalah pohon. Dimana gesekan pohon pada kabel jaringan akan menggangu stabilitas daya kerja mesin itu sendiri.
“Apabila kondisi itu terus menerus terjadi, mesin bisa mengalami kerusakan. Untuk itu, kami berharap dukungan masyarakat yang punya pohon untuk bantu menebangnya, supaya mesin dapat terus beroperasi dan jaringan juga dapat selalu amdal, karena jika ada gangguan, listrik pasti akan padam," pintanya.

Manuhua menghimbau, dengan adanya daya mampu mesin yang kini ada di Elat, masyarakat dipersilakan menambah daya listrik di rumahnya.

"Pemakaian atau penggunaan peralatan listrik dipersilakan karena daya mampu cukup. Selain itu, ada juga mesin lama 0,9 MW yang masih tetap beroperasi,” pintanya.

Ia mengingatkan pula agar masyarakat taat membayar tagihan rekening listrik. Hal itu semata-mata guna menunjang operasional pelayanan di wilayah Kei Besar.

“Bagi masyarakat, kami minta agar kiranya rajin bayar listrik. Dengan begitu dapat menunjang biaya operasional pelayanan PLN bagi masyarakat," tandas Alex. (MN-16)

Editor: Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar