Marrin News

4 Warga Maluku Tenggara Terkonfirmasi Positif Corona

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Maluku Tenggara, dr. Katrinje Notanubun.
Malra, Marrinnews.com – Pemerintah daerah Maluku Tenggara kembali merilis data dan informasi terbaru  kasus dan penanganan Covid 19 di wilayah setempat, Senin (6/7/2020).

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Maluku Tenggara, dr. Katrinje Notanubun menyatakan, sebanyak empat (4) orang warga di Kabupaten Maluku Tenggara dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Data ini berdasarkan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Nomor 443.32/2957.d/Dinkes tentang penyampaian hasil laboratorium Covid-19 tertanggal 6 Juli 2020.

“Empat warga itu masing-masing, yakni positif 01 berinisial N.A.F (29 tahun), 02-H.L (20 tahun), 03-E.I.S (48 tahun), 04-J.I (40 tahun).  Keempat orang ini berjenis kelamin perempuan,” sebut Notanubun dalam konferensi pers di media center covid-19 Malra di Langgur, Senin (6/7/2020).

Notanubun ungkap, jumlah 4 kasus baru itu didapatkan setelah pemerintah daerah Malra melalui tim gugus tugas melakukan pemeriksaan skrining dengan metode Rapid Diagnostic Test terhadap 32 pegawai pada Pemda Malra beberapa waktu lalu. Hasilnya 28 orang negatif dan 4 orang lainnya reaktif.

Terhadap 4 orang ini, lanjut dia, kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan uji Swab atau PCR di laboratorium daerah Ambon. Hasilnya, 4 orang dimaksud terkonfirmasi positif virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Kepala dinas kesehatan Malra ini menjelaskan, 4 orang yang terinfeksi ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Empat warga terkonfirmasi ini merupakan orang tanpa gejala,” tegas Notanubun.

Menurut dokter Ketty (sapaan akrab), keempat warga dimaksud  akan diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Karel Saidsitubun Langgur, malam ini juga.

“Walaupun keempat orang ini tanpa gejala, tapi kami harus merawat dan mengobatinya secara teratur," ungkapnya.

Lebih lanjut, Notanubun mengingatkan, warga tetap lebih waspada terhadap kasus covid 19 yang kini telah ada di wilayah bumi Larvul Ngabal. Meski begitu, warga tidak boleh panik atas informasi yang diterima.

Selain itu, tambah dia, dengan adanya  kasus ini maka warga sudah harus lebih taat menjalani protokol kesehatan. Bukan saja dalam hal penggunaan masker, tetapi juga hindari kerumunan dan kontak fisik (pshycal distancing).

“Yang bisa menjaga kita adalah kita sendiri. Mari kita jaga diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita,” pintanya.

Tracing dan Hasil RDT Terbaru, 19 orang Reaktif

Notanubun mengungkapkan, sejak tanggal 23 Maret sampai 6 Juli 2020 di RSUD Karel Sadsuitubun telah dirawat 10 Pasien Covid-19.

“Mereka diantaranya, 5 ODP (Orang dalam Pemantauan) dan 5 PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Dari 5 PDP itu, 2 diantaranya berasal dari Kota Tual,”paparnya.

Dokter Ketty merincikan, telah dilakukan skrining Rapid diganostic test terhadap para pelaku perjalanan pada tanggal 19 Juni dan 20 Juni 2020. Hasilnya, 2 orang warga kota Tual reaktif .

Sementara itu, sampai dengan 6 Juli 2020, telah dilakukan pemeriksaan RapidTest (RDT) terhadap 418 orang.

“Untuk kasus yang di tracing sebanyak 213 orang dan pemeriksaan RDT pelaku perjalanan sebanyak 205 Orang. Sehingga jumlah pemeriksaan RDT sampai dengan tanggal 6 Juli, sebanyak 418 dan hasilnya 19 REAKTIF,” beber Notanubun. (Gerry Ngamel)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar