Marrin News

Target Produksi Kebun Manunggal Danar Capai Puluhan Ton per Komoditi

 Proses Tanam Pada Lokasi Kebun Manunggal Danar II, Sabtu (27/6/2020). Foto:GG
Proses Tanam Pada Lokasi Kebun Manunggal Danar II, Sabtu (27/6/2020). Foto:GG 
Malra, Marrinnews.com –  Koordinator lapangan kebun manunggal lokasi Danar, Muhamad Amin Latuconsina menyatakan, luas lahan kebun manunggal yang berlokasi di wilayah ohoi Danar seluas 5 hektar. Luas lahan tersebut terbagi pada 2 lokasi berbeda.

“Lokasi Danar satu luasnya 2 hektar. Sedangkan pada lokasi Danar dua luasnya 3 hektar,” ungkap Amin Latuconsina di lokasi kebun Danar 2, Minggu (28/6/2020).

Kabid Tanaman Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Malra ini mengatakan, kebun manunggal Danar 2 dimanfaatkan untuk menanam komoditi tanaman pangan, diantaranya ubi jalar, ubi kayu (kasbi/singkong dan enbal), jagung, serta kentang.

Sedangkan untuk kebun manunggal Danar 1, kata dia, dimanfaatkan untuk menanam tanaman holtikultura, seperti terong, buncis, sawi, dan kacang panjang.

Lebih lanjut, Latuconsina mengungkapkan, waktu tanam pada lokasi kebun manunggal sudah dimulai bulan Juni ini. Sehingga target untuk panen berkisar pada bulan Oktober-November dan Desember 2020. Selanjutnya pada bulan Maret-April 2021.

“Musim panen Oktober-November 2020, khusus untuk ubi jalar dengan target produksi 16 ton dan jagung 11 ton. Panen Desember 2020 untuk kasbi (singkong) dengan target produksi 20 ton,” rincinya.

“Sementara untuk musim panen bulan Maret-April 2020, khusus untuk enbal dengan target produksi 11 ton,” tambahnya.

Latuconsina menegaskan, pemanfaatan kebun manunggal Danar nantinya diperuntukan bagi kelompok masyarakat marjinal yang berada di wilayah Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan dan perkotaan. Tidak menutup kemungkinan, bagi masyarakat di wilayah sekitar juga.

Menurut Amin, pengembangan kebun manunggal di Danar tidak hanya untuk mengatasi dampak ketahanan pangan akibat pandemi virus Corona. Tetapi juga akan dijadikan sebagai salah satu lokasi pelatihan dan pembelajaran pertanian di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Kedepannya direncanakan lokasi kebun ini akan dimasukan sarana prasarana pendukung untuk petani bisa sharing pendapat. Selain itu, ada juga teknologi irigasi Smart Farming,” katanya.


Sementara itu, Nelly Rahalus-Kasie Pemasaran Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Malra mengatakan, komoditi pertanian pada lokasi kebun Danar 2 dibagi dalam tiga blok.

“Blok Ia dan II a untuk ubi jalar, blok IIIa ubi kayu. Blok Ib dan IIb untuk kasbi, dan blok III b kami akan coba dengan tanaman kentang,” sebutnya.

Menurut Rahalus, percobaan untuk menanam kentang pada blok III b, mengingat selama ini belum ada yang menanamnya. Disamping itu, struktur tanah pada blok ini juga berlempung pasir, sehingga memungkinkan untuk menanam kentang.

Ia mengaku, ada dua fasilitas pendukung pada kebun manunggal Danar 2, yaitu 1 unit green house dan 1 unit smart farming.

“Fasilitas ini untuk mempermudah dan mengefektifkan aktivitas di kebun lahan Danar 2. Selain itu, nantinya digunakan sebagai kebun percontohan, dimana petani dapat belajar dan mempraktekkan teknologi yang ada,” jelasnya.


Dukungan Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Kepala Ohoi Danar Ternate Abdul Rahman Hanubun mengapresiasi kinerja Pemda Malra, TNI/Polri, serta instansi teknis (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) dalam menghadirkan kebun manunggal di wilayah Kei Kecil Timur Selatan.

Bagi dia, pengembangan kebun manunggal sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tentunya bukan hanya tentang manfaat hasil kebun itu sendiri, melainkan dari segi cara pengelolaannya dengan alat modern.

"Ini akan menjadi contoh dan teladan yang baik bagi kami terutama petani, dimana kita tidak lagi berkebun dengan metode tradisional tapi sudah dapat dikelola degan metode modern," ujarnya.

Hanubun mengaku, masyarakat ohoi Danar secara keseluruhan terlibat aktif saat pembukaan lahan kebun ini. Bahkan hingga hari ini, dengan adanya kebun manunggal, masyarakat mulai termotivasi untuk berkebun.

“Kami berharap perkebunan ini tidak hanya ada pada saat pandemi Covid-19, namun dapat berkelanjutan terus. Tentunya kami akan senantiasa mendukung keberlangsungan kebun ini, karena ini hal yang baik," tandas Hanubun. (Gerry Ngamel)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar