Marrin News

Pemda Malra Targetkan Lahan Kebun Manunggal Seluas 25 hektar

Lokasi Kebun Manunggal Danar 2. (Foto: GG)

Malra, Marrinnews.com –
 Dampak Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kestabilan ketahanan pangan masyarakat, khusunya di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam upaya menjaga kestabilan pangan itu, Pemerintah daerah Maluku Tenggara bersama unsur TNI/Polri di wilayah hukum setempat, megembangkan kebun manunggal.

“Kebun manunggal ini merupakan kebijakan Bupati Malra, dimana sebagai wujud kepedulian Pemda kepada masyarakat dalam menghadapi situasi dan dampak akibat Pandemi Corona, dalam hal ketahanan pangan,” ungkap Kabid Tanaman Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Malra, Muhammad Amin Latuconsina di lokasi kebun manunggal Danar 2, Minggu (28/6/2020).

Menurut Amin, keberadaan kebun manunggal ini juga sebagai upaya Pemda untuk mendorong masyarakat petani lebih aktif bertani dengan memanfaatkan lahan yang ada di desa/wilayah sekitar. Dengan begitu, kebutuhan hidup sehari-hari dapat terpenuhi.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Evaluasi DKPP Malra Farid Rahawarin mengatakan, terdapat dua metode dalam pengembangan ketahanan pangan daerah, yakni kebun manunggal dan kebun rakyat.

Farid menjelaskan, kebun manunggal pada konsepnya dikerjakan langsung oleh Pemda  dan diperuntukan untuk memenuhi ketersedian pangan bagi kelompok masyarakat marjinal, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Sedangkan untuk kebun rakyat, kata dia, prosesnya dikerjakan sendiri oleh masyarakat (Petani). Sementara Pemda dalam hal ini DKPP Malra, memfasilitasi ketersediaan bibit dan pupuk.

"Ketersediaan bibit ubi jalar, ubi kayu, dan sayur-sayuran dan komoditi buah saat ini tersedia dan dapat kita peroleh dari lokasi pascapanen, kelompok tani maupun tempat persemaian bibit oleh dinas. Untuk pupuk, kami sementara memesannya," katanya.

Menurut dia, sejauh ini DKPP Malra telah menyalurkan bantuan bibit dan pupuk ke beberapa lokasi kebun rakyat. Beberapa diantaranya, lokasi kebun di Ohoi Ngilngof, Namar, Selayar.

“Ada permintaan bibit sayur juga dari pihak kelompok tani Gereja dan satu atau dua hari ini akan kami distribusikan. Kebun rakyat ini tidak hanya petani di desa saja, tapi instansi lainnya juga termasuk, sehingga untuk kebutuhan bibit dan bibit akan kami bantu,” terang dia.

Selaku Pelaksana teknis kebun manunggal, Rahawarin mengungkapkan, Pemda Malra menargetkan ketersediaan lahan kebun manunggal seluas 25 hektar.  Saat ini yang tersedia 23 hektar.

“Kebun manunggal ini, kita targetkan 25 hektar. Dan yang sudah terealisasi, diantaranya di lokasi Elar Let 4 hektar, Semawi 5 hektar, Danar 5 hektar, dan di lahan depan kantor Bupati 9 hektar,” rincinya.

“Kedepannya kami upayakan untuk ada penambahan lahan lagi tapi akan disesuaikan dengan kondisi. Ini semua kita dorong untuk menjawab ketersediaan pangan," tandasnya. (Gerry Ngamel)

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar