Marrin News

Lagi, Hasil RDT Bocor Ke Warga, Kerja Tim Covid -19 Tual dipertanyakan


Wartawan Kota Tual saat menjalani Rapid Test Di RSUD Haji Noho Renuat Dullah Kota Tual

Tual, Marrinnews.com.- Setelah sebelumnya hasil PCR 2 pasien inisial "EM" dan ""SL" yang dinyatakan  positif Covid-19 bocor karena lebih dulu diketahui warga karena beredar secara beruntun baik melalui pesan Whats App maupun Medsos,  kini hasil Tracking, Tracing dan Testing Rapid Diangnostic Test (RDT) terhadap keluarga pasien tersebut kembali bocor.

"Pak wartawan info hasil tes RTD terhadap keluarga positif dirumah sakit Maren katanya 3 orang reaktif itu betul ya," Tanya salah seorang warga kepada Marrin News lewat pesan Facebook.

Diduga hasil tersebut bocor akibat ulah oknum tenaga medis yang seharusnya menjaga kerahasiaan pasien sebelum di umumkan secara resmi oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 (TGTPPC - 19) Tual.

Kepada Marrinnews warga Kota Tual Nizar Sether menuding bocornya informasi tersebut menunjukan ketidaksiapan dan Profesionalnya TGTPPC-19 Tual dalam bekerja padahal secara strukturnya telah dibagi sesuai perannya.

"Harusnya Tim Covid 19 bisa mengingatkan kepada tim medis maren agar hasil tersebut tidak dinformasikan kepada publik tapi kepada tim, tapi kelihatanya arahan tersebut tidak pernah dilakukan oleh tim," Ungkapnya.
Nizar Sether

Sether juga meminta TGTPPC-19 Tual juga agar transparan khususnya dalam informasi terkait hasil Tracking, Tracing dan Testing  sehingga publik tidak dibuat resah atas informasi liar yang berkembang.

"TGTPPC-19 harusnya lebih dulu menyampaikan informasinya, dengan begitu baik itu keluarga pasien positif juga warga tidak resah, mengingat hasil Rapid Test bukan salah satu penentu sesorang itu Positif," Sesalnya.

Selain itu kata Nizar, akibat kinerja TGTPPC-19 Tual dalam beberapa hari belakangan yang terkesan tidak profesional mengakibatkan kebocoran informasi rahasia yang terjadi berulang kali sehingga meresahkan warga ini berdampak pada berbagai kecaman dan kritikan kepada walikota tual padahal Walikota sudah cukup serius dalam menangani pencegahan wabah Covid di kota Tual.

"Saya khawatir kebocoran informasi ini adalah bentuk propaganda pembusukan terhadap Pemkot Tual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab" ungkap Nizar.

Untuk itu dirinya meminta kepada Wali Kota Tual agar mengevaluasi TGTPPC -19. Hal ini agar tidak terjadi lagi kejadian yang sangat meresahkan ini.

"Media Center TGTPPC-19 yang selama ini akum harus kembali difungsikan dalam rangka penyebaran informasi resmi terkait kerja Tim," Ungkap Sether yang juga Wartawan senior ini. (Gerri Ngamel).


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar